Resume Kebaktian PB (19 Juli)

  RESUME PB 7

Tema : “Mission Possible”


Matius 28:18-20 berisi tentang amanat agung Tuhan Yesus yaitu misi kita. Misi adalah hal yang wajib bukan pilihan dan merupakan panggilan untuk semua orang percaya. Kata "misi" berasal dari kata Latin yang artinya "mengutus". Menjadi seorang Kristen berarti diutus ke dunia sebagai wakil Yesus Kristus. Yesus berkata, "Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu" (Yohanes 20:21).  Mission juga merupakan rencana pemerintahan dari Allah (Missio Dei) yang sifatnya abadi dan terhadap manusia membawa syalom, serta demi kejayaan kerajaan Allah dan segenap ciptaan Allah. Bisa disimpulkan jika misi Allah merupakan rencana dari Allah, dan adalah isi hati Allah Yang abadi dengan maksud terhadap segenap ciptaan Allah dan semua manusia untuk membawa syalom. Misi bukan hanya sekedar pergi namun ada target yang ingin dicapai dan itu membutuhkan strategi, misi: pergi, mengabarkan injil, dan memenangkan banyak jiwa. 


Pentingnya Misi Kristen, yaitu

1. Misi kita merupakan kelanjutan dari rencana dan misi Yesus di dunia.

2. Merupakan perintah dr Tuhan untuk semua muridnya untuk memuridkan orng lain juga

3. ​Tujuan hidup kita sebagai umat kristen

4. Menjadi tugas kita dikarenakan masih ​banyak suku-suku yang belum mengenal Tuhan

5. Misi merupakan hak istimewa kita sebagai orang percaya

6. Memberi tahu orang lain bagaimana mereka bisa memiliki hidup kekal merupakan hal terbesar yang bisa kita kerjakan bagi mereka.


Peran dan strategi yang bisa diambil oleh tenaga medis dalam misi lintas budaya Kristen


1. Menjangkau yang sulit dijangkau oleh Injil 

Tenaga medis merupakan suatu profesi yang sangat dibutuhkan di setiap tempat. termasuk ke daerah - daerah yang terpencil, yang bahkan sulit menerima penginjil atau pendeta. Ini menjadikan kita, sebagai tenaga medis, ujung tombak misi di wilayah - wilayah yang sulit dijangkau. ketika kehadiran kita membawa perubahan positif dan menyelamatkan hidup, masyarakat akan lebih terbuka terhadap pesan keselamatan yang dibawa.

2. Membawa kasih Kristus melalui pelayanan 

Dalam konteks pelayanan medis, tenaga kesehatan menjadi wakil Allah yang menyentuh kehidupan orang - orang yang sedang menderita secara fisik maupun emosional. lewat tindakan seperti merawat luka, memberikan obat atau sekedar hadir dan mendengarkan, kasih Kristus bisa dinyatakan secara nyata. banyak orang yang belum terbuka pada berita Injil bisa lebih tersentuh ketika melihat tindakan kasih yang kemudian membuka pintu bagi pewartaan kabar baik. 

3. Membangun kepercayaan melalui pendekataan yang menghargai budaya 

Setiap desa ataupun komunitas memiliki nilai, tradisi, dan kepercayaan sendiri. Tenaga medis yang melayani lintas budaya perlu belajar menghormati nilai-nilai tersebut. Misalnya, dalam masyarakat yang percaya pada penyebab supranatural suatu penyakit, tenaga medis tidak langsung menyalahkan atau mengkritik, melainkan menjelaskan penyebab medis secara perlahan, bersamaan dengan membangun relasi yang penuh respek. Dengan cara ini, masyarakat lebih terbuka menerima bantuan medis dan bahkan Injil.


Hambatan, tantangan, dan solusi dalam bermisi lintas budaya


- Hambatan : 

1. Tidak ingin keluar dari zona nyaman. Melakukan misi tidak selamanya nyaman. Kita bisa saja diharuskan pergi ke tempat terpencil, dengan fasilitas kesehatan yang kurang, serta masyarakat yang bisa saja memberikan respon negatif kepada kita, baik sebagai tenaga medis maupun sebagai orang Kristen. Dalam kehidupan kampus, kita juga pasti memiliki ketakutan untuk menjalankan misi kepada sesama yang berbeda budaya dan keyakinan karena takut ditolak atau dijauhi.

2. Tidak memiliki keberanian untuk pergi kedaerah jauh


- Tantangan:

1. Perbedaan bahasa

2. Perbedaan pandangan hidup

3. Nilai-nilai, untuk memberitakan Injil ke suku-suku terabaikan, kita perlu mempelajari nilai-nilai yang dihargai oleh suku tertentu. Ketika kita mengerti nilai-nilai mereka, maka akan membuka banyak peluang untuk Injil. Dengan menghormati nilai-nilai mereka yang baik akan menguatkan nilai-nilai yang sesuai dengan pandangan hidup Alkitab.

4. Orang tua atau keluarga yang tidak mengizinkan


Solusi : 

1. Mempersiapkan diri. 

2. Memahami bahwa kita punya mandat agung yang harus dikerjakan

3. Menyadari bahwa kita telah diselamatkan maka sepatutnya kita juga melakukan kasih tersebut kepada orang lain tidak berhenti di diri sendiri

4. Tetap mengabarkan injil dengan bahasa mereka atau menggunakan bahasa isyarat

Comments