Eksposisi Kitab Galatia
Kitab Galatia membawa kita berhadapan langsung dengan INJIL
Inti persoalan bhwa masalah rohani bukan hanya disebabkan krn kegagalam hidup dalm ketaatan kepada Tuhan
Ditulis karena adanya pembedaan/perpecahan sosial dan ras di jemaat galatia antara orng kristen Yahudi dan orang kristen non-yahudi. Orng kristen yahudi mengajarkan injil yang ternyata msh membawa budaya2nya yaitu untuk msk surga bukan hanya percaya tp hrs melakukan hukum taurat Musa. Dan krn hal ini Paulus menulis 6 pasal galatia
Tanggal penulisan dan tmpt penulisan ada dua teori
1. Teori Galatia utara menyebut tanggal penulisan adlaah tahun 54/55 M, di efesus atau makedonia
2. Teori Galatia Selatan menyebutkan tanggal penulisan 48/49M, dianthiokhia
Latar belakang jemaat galatia
Beberapa permasalahan di jemaat:
1. Mereka meragukan kerasulan Paulus.
2. Adanya pengajar sesat yang mengajarkan jika keselamatan bukan hanya dari iman tetapi juga dengan hidup menurut hukum Taurat.
3. Terjadinya perpecahan dalam jemaat3.
MAKSUD PENULISAN KITAB
1. Menjelaskan tentang apa dan bagaimana itu Injil.
2. Menjelaskan tentang keselamatan hanya karena anugerah melalui iman percaya kepada Kristus dan bukan karena melakukan hukum Taurat.
3. Menjelaskan bagaimana membangun
kehidupan rohani melalui ketaatan yang sejati.
Tujuan ditulis
1. Apa bgaiman itu injil
2. Keselamatananugrah melalui iman kpd Tuhan
3. Cara bgn kehidupan rohani
PASAL 1:
KEUNIKAN INJIL (ayat 1-9)
1) Penyelewengan Injil
- Jemaat Galatia yang masih baru ternyata sedang berpegang pada injil palsu (ayat 6-7)
- Paulus marah kepada mereka yang menjerumuskan jemaat Galatia (ayat 7 & 9)
- Paulus juga marah kepada jemaat Galatia karena mereka “telah berbalik dari Kristus yang telah memanggil mereka” (ayat. 6)
2) Otoritas Paulus
- Paulus menegaskan otoritasnya sebagai Rasul bahwa dia bukan utusan manusia, tapi utusan langsung Yesus Kristus dan Injil! (ayat 1; 8-9)
3) Esensi Injil
- Apa yang Tuhan Yesus lakukan?: Substitusi/Penggantian (ayat 4a)
- Apa yang Bapa lakukan?: Menerima karya Kristus (ayat 1) dan memberi kita kasih karunia dan damai sejahtera (ayat 3).
- Mengapa Allah melakukan itu?: Karena kehendak-Nya (ayat 4d).
4) Injil yang Diputarbalikkan
- Kita dipanggil oleh kasih karunia (ayat 6)
- Semua pengajaran yang menambahkan hukum Musa pada iman dalam Kristus adalah injil yang menyeleweng (ayat 7).
KASIH KARUNIA ALLAH ATAS PAULUS (ayat 10-24)
1) Paulus menjelaskan dengan rinci tentang kesaksian hidupnya sebelum ia menjadi rasul, saat ia dipanggil menjadi rasul, dan setelah ia menjadi rasul (ayat 10-24).
PASAL 2: PEMBELAAN PAULUS DAN TEGURAN KEPADA PETRUS
- Pembelaan Paulus dan teguran kpda Petrus
- paulus ke yerusalem bersama barnabas dan titus
- Titus tdk dipaksa sunat
- petrus ditegur krn kemunafikannya thdp bukn yahudi
- Kebenaran hanya oleh iman kpd Kristus
PASAL 3: DIBENARKAN OLEH IMAN, BUKAN OLEH HUKUM.
- Pertanyaan kepada jemaat, mengapa kembali ke hukum? (3:1-5)
- Contoh Abraham dibenarkan oleh iman (3:6-9)
- Hukum membawa kutuk, Kristus membawa penebusan (3:10-14)
- Janji Allah kepada Abraham mendahului hukum Taurat (3:15-18)
- Fungsi hukum : penuntun kepada Kristus (3:19-29)
PASAL 4: ANAK ALLAH BUKANLAH BUDAK
- Dari budak menjadi anak dan ahli waris Allah (4:1-7)
- Paulus mengungkapkan keprihatinannya (4:8-20)
- Perbandingan antara Hagar dan Sara: Dua
- Perjanjian (4:21-31)
PASAL 5: HIDUP DALAM KEBEBASAN SEJATI OLEH ROH
- kebebasan dlm kristus bukan pwrbudajan hukum
- Hidup oleh roh bukan daging
PASAL 6: TANGGUNG JAWA SEBAGAI ORANG KRISTEN
- Menanggung beban satu sama lain dan menabur dlm roh
- Peri gatan terhadap kemunafikan para penhanjur sunat
4. Hanya salib kristus yg patut dibanggakan.
Implikasi
1. Keselamatan hanya didapat oleh kasih Karunia melalui iman kepada Yesus Kristus bukan karena terikat oleh hukum.
2. Hidup harus dipimpin oleh Roh kudus, bukan oleh kedagingan.
3. Kita dibenarkan karena iman kepada karya salib Kristus dan bukan karena usaha atau perbuatan kita.
4. Hiduplah dalam kemerdekaan tapi jangan salah gunakan.
5. Motivasi ketaatan kita harus lahir dari ungkapan syukur.
6. Kita melayani bukan untuk diselamatkan, tapi kita diselamatkan untuk melayani.
7. Hiduplah dalam identitas yang benar - sebagai anak.
8. Lakukan segala sesuatu dengan berpusat pada Injil.
Comments