Natal 2024

Legenda penciptaan Yahudi menceritakan bahwa sebelum penciptaan manusia, para Malaikat yang berbeda memiliki berbagai usulan. Malaikat keadilan, kebenaran, dan kekuasaan mengusulkan untuk tidak perlu menciptakan manusia, karena mereka pasti akan berbuat jahat dan saling menindas. Namun berbeda dengan Malaikat cinta kasih. Ia justru setuju untuk menciptakan manusia, supaya saat manusia berbuat dosa, Malaikat itu akan datang dan menawarkan cinta kasih Allah kepada mereka, supaya berbalik dan percaya kepada Allah. Dan setelah itu, yang dikhawatirkan 3 malaikat itu terjadi, tetapi yang dikatakan Malaikat cinta kasih itu juga terjadi.

”Beyond Christmas Celebration” menyatakan bahwa Natal harus lebih dari perayaan. Terkhusus dalam Minggu Advent (penantian), penantian ini mengajak kita untuk bertumpu pada penantian Kristus yang akan datang kedua kalinya. Kelahiran Yesus Kristus bukan hanya sekadar peristiwa sejarah, tetapi merupakan langkah penting dalam rencana Allah untuk membebaskan manusia dari dosa dan memulihkan hubungan manusia dengan Allah. kelahiran Yesus juga mencerminkan wujud nyata kepedulian dan kasih Allah bagi dunia. Dalam iman Kristen, kelahiran Yesus di dunia merupakan rencana Allah untuk mendekatkan diri kepada manusia dan memberikan harapan dan jalan keselamatan.

Kelahiran Yesus menjadi peristiwa Kelahiran Iman, pada Galatia 3 : 24-26. Saat kita merayakan Natal sebagai kelahiran Yesus, iman itu hadir. Melalui Kristus, iman kita dilahirkan. Semua rencana Allah tergenapi melalui kelahiran Yesus, sehingga apapun yang kita pikirkan dan lakukan harus bermuara kepada Yesus. Semua orang yang ada di dalam Kristus menjadi ciptaan baru. Meskipun kita menganggap bahwa diri kita lemah (karena tercipta dari debu dan tanah), kita harus mengubah pikiran kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus. Respon iman yang benar terhadap rencana dan panggilan Allah, terutama dalam merayakan kelahiran Yesus Kristus, adalah merasakan dan menyebarkan sukacita yang sejati. Sukacita ini bukan sekadar perasaan gembira yang sementara, tetapi sebuah kebahagiaan yang mendalam, lahir dari pemahaman bahwa kedatangan Yesus ke dunia membawa keselamatan, pengampunan, dan harapan baru bagi seluruh umat manusia. Kita harus membawa sukacita Natal ke dalam hubungan sehari-hari dengan menunjukkan kepedulian, kemurahan hati, dan perhatian kepada orang lain, dengan ini sukacita natal yang sejati tak hanya dirasakan oleh diri kita sendiri tetapi dirasakan juga oleh sesama kita.

Kita sebagai ciptaan yang baru harus menjadi garam dan terang dunia. Dalam konteks terang ke mana terang pergi ketika lampu dimatikan? Dan kemana gelap ketika lampu dinyalakan? Ketika lampu dinyalakan, gelap dilahap oleh terang. Namun saat lampu dimatikan, terang dilahap oleh gelap. Maka dari itu, kita harus menjadi terang yang melahap kegelapan. Begitu pula dimana pun kita berada kita harus selalu memancarkan cahaya Kristus itu dan untuk memancarkan cahaya Kristus kita harus memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan, aktif dalam pelayanan, memancarkan kasih Kristus, sehingga kita dapat memperlihatkan cahaya itu ke orang disekitar kita, baik saat kita telah bekerja dan sekarang sebagai mahasiswa.  

Matius 13:11 menyatakan bahwa kita semua diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga. Merayakan Natal sekaligus mengingat rencana yang harus kita perbuat karena kita sudah mengetahui segala rencana Allah. Kesulitan pasti ada sehingga muncul dalam pikiran untuk mencari jalan pintas. Namun selama kita tetap dekat dengan Tuhan, Tuhan pasti akan memberi yang terbaik.

Ketika Maria dan Yusuf datang ke Betlehem, tidak tersedia ruangan untuk mereka dalam penginapan selain daripada kandang dan palungan. Seringkali dalam hidup kita, karena kita terlalu sibuk, kita tidak memiliki ruang bagi Yesus untuk hadir dalam hidup kita. Cara pikir dunia modern dapat menguasai kita, seperti terang yang dilahap oleh kegelapan. Perayaan akan selesai, tetapi seterusnya kita akan diutus dalam kehidupan kita untuk menjadi ”Betlehem” yang mampu dirasakan oleh orang lain, Betlehem sebagai tempat rencana Allah dinyatakan.


Comments