Kebaktian PB (Sabtu, 15 Maret 2025)

MEMBERI DENGAN HATI: PERPULUHAN SEBAGAI WUJUD IMAN

Perpuluhan merupakan bentuk pengakuan bahwa seluruh milik kita adalah milik Tuhan, dan kita diminta untuk mengembalikan 10% dari pendapatan kita. Perpuluhan bukan sekadar kewajiban hukum tetapi merupakan ekspresi ketaatan dan tanggung jawab sebagai penatalayan yang baik (Mazmur 24:1; Maleakhi 3:8-10). Dalam Perjanjian Lama, perpuluhan diberikan kepada suku Lewi sebagai bagian dari ceremonial law, sementara dalam Perjanjian Baru, perpuluhan dianggap sebagai tindakan sukarela dan penuh syukur (Lukas 11:42; Matius 23:23), dan pada zaman Perjanjian Baru (PB), perpuluhan tidak lagi dianggap sebagai keharusan, tetapi prinsip memberikan dengan hati yang penuh syukur tetap ditekankan (2 Kor 9:7). Perpuluhan bukan tentang jumlah tetap 10%, tetapi lebih kepada sikap hati dan kesediaan memberi dengan sukacita dan kemurahan hati, bahkan bisa lebih dari 10% jika memungkinkan.

Sikap hati yang benar dalam memberi perpuluhan:

  • Memberi dengan sukacita dan penuh syukur (2 Korintus 9:7), bukan dengan paksaan atau keterpaksaan.
  • Memberikan yang terbaik, seperti teladan Habel yang mempersembahkan persembahan terbaiknya (Ibrani 11:4).
  • Kerendahan hati, tidak membanggakan diri seperti orang Farisi (Luk 18:9-14). 
  • Mengutamakan keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan dalam memberi (Mat 23:23).
  • Memberi perpuluhan bukanlah sekadar memenuhi kewajiban, tetapi sebagai wujud kasih dan pengorbanan kepada Tuhan.

Tantangan, hambatan dan Solusi dalam memberi perpuluhan:

Tantangan utama adalah kondisi ekonomi yang sulit, terutama bagi mahasiswa yang mungkin merasa tidak mampu memberikan perpuluhan. Keraguan apakah perpuluhan harus diberikan kepada gereja atau dapat diberikan kepada orang miskin.

Solusi:

  • Berdoa dan meminta hikmat dalam mengatur keuangan, serta memprioritaskan komitmen kepada Tuhan.
  • Memiliki pemahaman bahwa perpuluhan adalah bagian dari iman dan ekspresi syukur, bukan sekadar kewajiban.
  • Memahami bahwa perpuluhan adalah bagian dari panggilan hidup sebagai umat Tuhan, bukan sekadar aturan yang mengikat.


Comments