Kebaktian PB (Sabtu, 1 Februari 2025)

Yeremia 1:1-11

Yeremia bernubuat di Kerajaan Yehuda sampai raja yehuda ditawan di babel. Yeremia tidak melihat satupun orang Yehuda percaya pada Tuhan.

Panggilan Yeremia pada Yer 1:4-11. Terjadi pada masa semua orang2 yehuda sudah tidak menyembah Tuhan, tetapi menyambah berhala, yang mana itu tidak disenangi oleh Tuhan. Selain itu, semua hukum-hukum dan perintah Allah, serta hubungan sosial tidak diperhatikan. Orang lemah tidak diperhatikan, perzinahan dimana-mana.

Situasi saat ini tidak jauh berbeda dengan keadaan israel saat itu. Banyak yang mengabaikan untuk pergi ke gereja, mendahulukan kepentingan dunia dibandingkan Tuhan.

Yeremia dapat menjadi teladan dalam membawa perubahan untuk membawa orang di sekitar kitaa kembali ke jalan yang benar. Yeremia ditolak mentah mentah karena menyampaikan hal yang benar, yaitu tentang dosa dosa orang Yehuda. Kita memiliki keinginan dan kesenangan untuk menjadi terkenal dan diakui, sehingga biasa berkompromi dengan kebenaran firman Tuhan. Jika kita menyampaikan kebenaran dengan sesama, bahkan jika dengan bijaksana dan hati-hati, kita siap untuk menjadi tidak populer. 

Tuhan sudah mengenal diri kita sejak kita lahir. Semua yang terjadi bahkan mulai dari kita lahir, semua adalah rencana Tuhan. Tidak ada hidup kita yang tersembunyi dari Allah. Jika kita dipanggil untuk pelayanan, itu semua sudah menjadi rencana dari Tuhan. Kehadiran kita menjadi sebuah bagian dari rencana dan tujuan Allah yang spesifik. 

Selama kita hidup dan melayani dalam ladang kerja Tuhan, kita pasti akan menghadapi tantangan. Yeremia disampaikan hal serupa oleh Tuhan. Namun di tengah tengah masalah ini, berapa kalipun mereka jatuh, tidak akan menyerah dengan mudah. Ketika kita akhirnya bertemu dengan Tuhan, Tuhan tidak akan menanyakan apa jabatan yang kita punya, apa pelayanan yang kita ambil, tetapi Tuhan akan menyambut kita yang setia kepada-Nya. Kesetiaan adalah hal yang paling dihargai oleh Tuhan. Jangan pernah berhenti dan menyerah, mulai dengan baik, jalani dengan setia, akhiri sampai selesai.

Yeremia memiliki keberanian, karena ia tahu bahwa Tuhan menyertai dia. Disaat kita melayani, kita harus memiliki keberanian karena Allah sendiri yang ada di samping kita berjalan bersama-sama.

Zaman ini merupakan zaman orang-orang menginginkan hal yang instan dan cepat. Namun dalam pertumbuhan dan kekuatan, diperlukan kesabaran. 

Yeremia melakukan pelayanan dalam hidupnya dengan landaskan pada kasih. Begitu juga dengan kita, dalam melayani Tuhan, lakukan dengan kasih kepada Tuhan dan sesama. Pelayanan tidak dihitung dari seberapa banyak harta yang kita berikan, waktu yang kita berikan. Namun berdasarkan seberapa besar kasih yang kita berikan dalam pelayanan kita.


Comments