Kebaktian PB (31 Agustus 2024)

 Menjadi Warga Kerajaan Sorga

Sabtu, 31 Agustus 2024. Taman Unhas.

Sebelum kita merdeka kita juga dlm jajahan negara lain, ditindas dipaksa dan tdk mendapatkan hak kita. 

Apakah kita benar-benar merdeka saat ini?

Filipi 3:20 “Karena kewargaan kita adalah di dalam surga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat." 

"Warga Kerajaan Sorga" dalam bahasa Indonesia biasanya merujuk pada orang-orang yang dianggap sebagai penghuni surga atau mereka yang layak mendapatkan tempat di surga. Kita bukan warga negara dunia ini karena kita adalah orang asing dan pendatang di bumi (Ibr. 13:14). Kita adalah warga kerajaan surga. Tuhan mengorbankan diri-Nya untuk kita manusia yg berdosa, hanya Dia yang  mengasihi kita, dan hanya mereka yang menerima Yesus yang menjadi warga kerajaan sorga. Sebagai warga kerajaan sorga kita hanya bisa masuk melalui Yesus dan setelah masuk kita tidak bisa lagi kembali. 


Ciri-Ciri Warga Kerajaan Sorga

  1. Menjadi garam dan terang, artinya kita berani tampil beda dimana pun kita berada. Begitu kita menjadi warga kerajaan sorga peraturan-peraturan yg harus kita taati dan ada konsekuensinya yaitu kita harus bisa tampil beda dan pastinya kita akan ditolak oleh dunia, namun sebagai warga kerajaan sorga kita harus tetap memilih Allah. Hal-hal kecil seperti buang sampah, tidak melanggar lalu lintas, tidak menyontek dapat menjadi contoh kita telah menjadi garam dan terang dunia
  2. Mengandalkan hidup sepenuhya kepada Kristus, yang pertama dilakukan dalam menghadapi suatu hal yaitu melapor kepada Tuhan, berdoa dan membaca firman Tuhan. Hanya Dia satu-satunya jalan meskipun orang-orang disekitar kita telah menjauh dari kita tapi Tuhan akan selalu ada buat kita dan menyelesaikan masalah kita tanpa menimbulkan masalah lain. 
  3. Hidup kudus karen Tuhan kudus, jujur kepada Tuhan, menjaga kekudusan hidup sangatlah tidak mudah tapi selalu ingat ada Tuhan yang akan mendampingi kita, Tuhan akan mengirim hamba-Nya untuk bersama kita. 
  4. Bersukacita dan murah hati, contoh: meminta maaf saat kita salah, bertrimakasih, meminta tolong dan selalu tersenyum kepada setiap orang.


Peran kita sebagai mahasiswa kristen dalam bernegara yaitu

  1. Berdoa untuk negara
  2. Sebagai tenaga medis kristen harus memberikan pelayanan yang adil kepada setiap pasien dengan kasih dan hikmat. Menjungjung dan mengajarkan nilai-nilai kejujuran dan kebenaran kepada setiap orang
  3. Terlibat dalam kegerakan pelayanan mahasiswa secara aktif
  4. Memaksimalkan setiap kesempatan berharga untuk belajar dan bertumbuh dalam kegiatan kampus, manfaatkan kesempatan menerima ilmu di kampus

Adapun pelayan yang mengambil bagian :

Pembicara
Like Pangemanan, S.E., M.Th

MC Ibadah
Carina Liora S. S (PSIK’22)

Pemerhati
Zsa Zsa Zebadiah Z.Z.P. (PDU’22)
Cyndi Insani Simangunsong (FKG'23)

Singers
Silwanus Deri P. (FKG’22)
Elchika Meylani Bandhaso (PSIK’22)
Maria Thresia Samberi (PSIK’22)
Rosita Pongtasik (PDU’22)

Gitaris
Gita Juliati TB (Psikolog’22)
Tita Journey Tumanan (FKG’23)

Cajonist
Thero Panji Adil (Psi’23)

Tim Pendoa
1. Kevin Tendean (FKG'23)
2. Christopher Jonathan Cahyadi (FKG'23)
3. Victoria Uli Artha (FKG'22)
4. Dwito Kurniawan (Psi'23)

Pendamping MC
Isayanti Parrung (Psi'21)

Pendamping Pemusik
Elberd S. Hutagalung (FKG'21)

Untuk dokumentasi dapat diaksea melalui media sosial PMK FK-FKG Unhas. Terima kasih, Tuhan Yesus memberkati. 

Comments