Kebaktian PB 7
“Hidupku mencerminkan Karakter Kristus”
Secara Alkitabiah, karakter kristus merupakan kebiasaan atau cara hidup moral manusia dalam menjalani hidupnya dengan meneladani Yesus Kristus, takut kepada Allah, dan berusaha menyenangkan Tuhan, tidak peduli bagaimana pendapat orang lain kepadanya. Karakter Kristus adalah seseorang berkarakter baik, jika orang tersebut melakukan apa yang benar dan sesuai kehendak-Nya di hadapan Tuhan. Sebagai orang Kristen kita harus meneladani karakter Kristus. Walau kita tidak bisa sempurna memiliki karakter Kristus itu, tetapi kita telah menjalani proses pembelajaran untuk menjadi serupa dengan Kristus. Karakter Kristus merupakan representasi dirinya kita atau identitas kita sebagai orang kristen, bagaimana setiap hal yang kita lakukan semuanya sesuai dengan yang dikehendaki oleh Tuhan.
Pada dasarnya Tuhan mau agar kita serupa dengan Kristus, yang artinya kita harus meneladani karakter-Nya. Dengan adanya karakter Kristus dalam diri seseorang mampu mengambil keputusan dalam hidupnya sebagai manusia yang bertanggung jawab. Dengan sebuah karakter seorang kristen yang bertumbuh, maka secara tidak langsung akan terjadi perubahan positif dalam hidupnya. Misalnya melaksanakan tanggung jawabnya meskipun hal itu tidak sesuai dengan harapannya, namun ia tetap bertanggung jawab. Meneladani karakter Kristus sebagai bentuk ucapan terima kasih kita kepada Tuhan dan dengan kita mempraktekkan karakter itu dalam kehidupan kita sehari-hari,kita secara tidak langsung memperkenalkan Kristus kepada orang lain.
Paulus berbicara kepada jemaat di Efesus yang telah percaya kepada Tuhan, tetapi mereka masih melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan karakter Tuhan. Paulus menasehati mereka untuk menjadi penurut Allah. Dimanapun kita berada, orang lain harus merasakan kehadiran Allah karena Ia hadir di hati kita. Sembilan kata berbahagia dalam Matius 5 berhubungan dengan dunia sekitar kita, hubungan kita dengan orang lain. Maka, dimanapun kita berada, orang lain harus merasakan damai yang kita bawa. Apakah menjadi penurut Allah terjadi secara otomatis? Ketika seseorang menerima Yesus, ia telah menjadi anak Allah. Namun, belum tentu ia menjadi penurut Allah. Untuk menjadi penurut Allah, kita harus melewati banyak proses dan membutuhkan pengorbanan yang besar.
Paulus berkata bahwa ketika kamu diselamatkan, kamu juga dipenuhi oleh Roh Kudus dan telah menjadi murid Allah. Namun, kita tidak memberikan keleluasaan bagi-Nya untuk memimpin kita menjadi penurut Allah. Inilah tugas Roh Kudus untuk menjadikan kita penurut Allah. Menjadi penurut Allah adalah hal yang ideal. Keterbatasan kita disebabkan karena kita masih hidup dalam daging. Oleh sebab itu, kita harus berusaha untuk memiliki karakter Kristus sebagai penurut Allah. Jika gagal menjadi penurut Allah kita akan menjadi Kristen yang frustasi, munafik dan selalu menyerah.
Cara kita mengimplementasikan karakter Kristus:
1. Jadilah penurut Allah, yaitu apapun yang Allah senangi, lakukanlah itu.. Jika gagal, datanglah kepada Tuhan dan akui dosa kepada-Nya. Kita harus disiplin dalam setiap aspek kehidupan agar kita bisa menjadi penurut Allah untuk membedakan mana yang baik dan berguna. Menjadi pengikut Kristus bukan hanya memilih antara yang baik dan yang jahat, tetapi memilih yang berguna untuk memuliakan Tuhan.
2. Hidup dalam kasih. Efesus 5:2 menggambarkan kasih yang sempurna dari Tuhan. Melalui salib, Ia mengampuni dosa-dosa kita. "Ya Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Betapa besar kasih Allah bagi manusia. Ia mengampuni kita dan mengorbankan diri-Nya bagi kita yang seharusnya bukan Dia yang menanggungnya. Kasih agape hanya Tuhan yang memilikinya. Dan jika Tuhan hidup dalam diri kita, kasih itu dapat tercermin dari diri kita, tetapi bukan kita yang mengasihi melainkan Tuhan yang mengasihi melalui diri kita. Kita mengasihi karena Tuhan lebih dulu mengasihi kita.
3. Efesus 5:3-6 berbicara tentang kehidupan dunia tetapi bukan duniawi. Kita hidup dalam dunia tetapi tidak perlu hidup sesuai dengan dunia. Oleh karena itu, kita harus berkomitmen bahwa kita akan menjadi alat Tuhan, seperti menjauhi hal-hal yang tidak baik. Hidup ini harus bisa dipertanggungjawabkan.
Sebagai anak Allah, Kita diamanatkan untuk memiliki karakter Kristus agar kita dapat mencerminkan karakter Kristus bagi sesama, dalam perkuliahan, pekerjaan, dan kehidupan kita sehari-hari dengan tujuan memuliakan nama Tuhan.
Comments