Resume Paskah 2024

Dilaksanakan pada 5-7 April 2024 di Villa Bahagia Malino

Untuk pelayan & Dokumentasi bisa di akses di IG ataupun FB PMK. 

RESUME PASKAH PMK FK-FKG UH 2024

  1. IBADAH HARI KE-2

Tuhan tidak menaruh kita pada suatu hal tanpa kesengajaan, Tuhan berperan atas tujuan dalam hidup kita. Setiap pelanggaran dan kesalahan yang diperbuat tentu ada harga yang harus dibayar, karena dosa kita ada harga yang harus dibayar, tetapi kita tidak mampu membayar tersebut malahan ada Seorang Juruselamat yang merelakan seluruh hidupNya untuk membayar dosa kita melalui pengorbanan Kayu Salib. Pengorbanan tersebut menjadi bukti bahwa kita semua umat berdosa tetap berharga di hadapanNya. Keselamatan  dari  Tuhan  adalah  kasih  karunia  Allah  yang  diberikan kepada  umat  manusia  yang  mau  percaya  kepada-Nya tetapi  untuk  menjadi murid  atau  pengikut  Yesus  harus  melewati  berbagai  proses  diantaranya  ialah  memikul salib  Kristus  setiap  hari. Memikul salib, juga bukan penderitaan, atau aniaya, karena kesalahan sendiri. Itu adalah konsekuensi logis sebab akibat. Pikul salib adalah penderitaan karena kebenaran. Lukas 9 : 23 “Kata-Nya kepada mereka semua: ”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku”

Memikul salib menggambarkan kesetiaan dan pengorbanan kepada ajaran Kristus. orang Kristen dipanggil untuk mengikuti teladan Kristus dalam mengorbankan diri demi kebaikan orang lain. Memikul salib melibatkan kesediaan untuk menghadapi penderitaan dan tantangan dalam kehidupan. Hal ini menunjukkan keteguhan iman dan kepercayaan kepada Allah bahkan dalam situasi yang sulit. Memikul salib mengajarkan untuk mengambil bagian dalam penderitaan Kristus. bahwa sebagai orang Kristen, tidak akan pernah mengalami penderitaan sendiri, melainkan selalu bersama dengan Kristus. Memikul salib membawa pada proses transformasi spiritual yang membentuk karakter sesuai dengan kehendak Allah. Ini mencakup pengembangan kasih, belas kasihan, dan ketabahan dalam menghadapi cobaan.


Tiga hal arti/makna pikul salib : 

  1. Menanggung penderitaan yang harus kita tanggung

Akan sangat sulit tetapi kita punya Tuhan disamping kita ketika kita memikul salib. Kita harus mempersiapkan yang terbaik seperti menjaga hidup yang kudus, merelakan banyak hal walaupun itu sakit. Tapi itu semua tidak sebanding dengan pengorbanan-Nya di Kayu Salib.

  1. Kerelaan untuk mati bersama-sama dengan Yesus

Lukas 22:42 “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” Ketika kita setia mengerjakannya, Tuhan akan menyertai kita selalu. Apa yang kita anggap baik, tidak pernah lebih baik dari yang Tuhan anggap baik. Tuhan tahu yang terbaik untuk menempatkan kita pada suatu hal, suatu tujuan. 

  1. Hidup untuk hidup sama seperti Yesus

“Barangsiapa mengatakan bahwa ia ada Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” (1 Yohanes 2:6). Kita mau belajar hidup sama seperti Yesus. Dalam penderitaan yang kita alami, kita punya teladan seperti Yesus Kristus. Salib sebagai bentuk kesetiaan kita bersama Tuhan.


2. IBADAH KPI 

Sebagai pengikut Yesus harus memikul salib dan hal itu tidaklah mudah. Salib itu penuh kuasa, pengorbanan Yesus di kayu salib penuh kuasa, tapi ada kuasa yang penting yang harus kita alami dalam hidup kita yaitu kuasa yang memperdamaikan, salib Allah itu yang telah memperdamaikan kita. Lukas 18:11-13 ”(11) Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; (12) aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. (13) Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.” Dari cerita ini, ada dua sikap yang dapat dilihat ketika datang kepada Tuhan, orang Farisi datang dengan kesombongan, kegagahan, kebanggaan dan keangkuhan, tetapi berbeda dengan pemungut cukai, ia datang dengan kerendahan hati, mengakui bahwa ia orang berdosa. Respon firman dari kedua sikap ini juga berbeda, Lukas 18:14 ”Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang kerumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” Yang dimaksud ”orang yang dibenarkan” adalah pemungut cukai dan ”orang lain itu” adalah orang Farisi, sama halnya dengan kita dalam kehidupan saat kita datang kepada Tuhan,jika kita datang seperti orang Farisi yang merasa diri benar dan hebat maka kita tidak akan mendapat apa-apa, tetapi jika kita datang seperti pemungut cukai yang rendah hati, mengakui kesalahan dosa kita, maka kita akan mengalami kuasa Firman dan Tuhan akan memulihkan diri kita. 


Tiga perdamaian Yesus melalui salib-Nya

  1. Memperdamaikan kita dengan Allah

Hubungan kita dengan Allah yang dulunya rusak karena dosa, sekarang kita diperdamaikan dengan Allah melalui kematian Anak-Nya dikayu salib. 2 Korintus 5:18 ”dan semua ini dari Allah,yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.” Roma 5:10 ”sebab jikalau kita, ketika masih seteru,diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!.” Di perjanjian lama, orang-orang tidak bisa datang secara langsung kepada Tuhan, mereka harus lewat perantara yaitu Imam karena murka Allah terhadap dosa manusia. Tetapi setelah Yesus datang, Ia mengorbankan diri-nya dikayu salib untuk memperdamaikan kita, segala dosa kita telah dibayar lunas oleh Allah maka sekarang kita bisa secara langsung, kapanpun dan dimanapun kita memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan tanpa melalui perantara lagi. Jika dulunya kita disebut budak dosa, Tuhan datang untuk membayar segala dosa kita dan sekarang kita dipanggil anak Allah. Yesus mati dan berkorban untuk kita supaya kita punya kesempatan untuk hidup bagi Dia. 

  1. Memperdamaikan kita dengan sesama

Yesus mati dikayu salib, bukan hanya untuk kita sendiri tetapi juga untuk orang-orang yang jahat kepada kita, karena Yesus sayang kepada semua orang. Efesus 4:32 ”tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah didalam Kristus telah mengampuni kamu. Sebagai anak Allah dosa kita telah ditebus dan diampuni oleh Tuhan, maka sepatutnya kita juga harus mengampuni sesama kita. Tuhan saat disalibkan, Ia mengalami penderitaan yang luar biasa, Ia dihina dan diolok-olok, tetapi Tuhan berdoa kepada Bapa-Nya ”Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Lukas 23:34). Dalam hidup kita, kadang kali kita tidak mau mengampuni orang lain yang melakukan kesalahan kepada kita, tetapi Tuhan yang mengalami penderitaan yang lebih dari kita, Ia dengan hati yang tulus mengampuni dan berdoa buat orang-orang yang melukai-Nya karena Tuhan mengasihi mereka. 

  1. Memperdamaikan kita dengan diri sendiri

Ada orang yang hidup dengan insecure yang besar, menyalahkan diri bahkan membenci dirinya karena merasa tidak lebih baik dari orang lain. Seumur hidupnya ia pakai untuk membandingkan dirinya dengan orang lain, sehingga ia hidup dengan gagal mencintai dirinya sendiri. ”Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8). Yesus mati untuk kita, telah menunjukkan bahwa kita sangat berharga, oleh karena itu mari belajar menerima dan mencintai diri sendiri seperti Yesus mencintai kita dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang kita miliki. 

Kisah Yudas dan Petrus, dua murid Tuhan yang telah melakukan kesalahan kepada Tuhan, memiliki akhir hidup yang berbeda. Yudas yang menjual Tuhan, ia berakhir dengan penyesalan dan membunuh dirinya berbeda dengan Petrus yang telah menyangkal Yesus, ia menyadari kesalahannya kemudian  datang kepada Tuhan dengan rendah hati, ia mengakui dosanya, meminta pengampunan dari Tuhan dan berusaha untuk memperbaiki dirinya. Mungkin diantara kita ada yang merasa dirinya tidak layak dihadap Tuhan karena begitu banyak kesalahan dan dosa yang telah ia perbuat, tetapi ingatlah Tuhan telah mengorbankan diri-Nya dikayu salib untuk menebus kita, Tuhan yang Maha Pengampun akan selalu menerima kita asal kita mau untuk kembali kepada-Nya mengakui segala keberdosaan kita. 


Kematian Yesus menebus dosa kita, tapi pertobatan kita yang memerdekakan kita dari rasa bersalah. Pertobatan sejati tidak hanya berfokus kepada betapa buruknya kita sebagai pendosa, tetapi juga berfokus kepada betapa besarnya kasih Allah bagi kita. 


3. Ibadah Hari Minggu

Memenuhi panggilan Tuhan

Panggilan Tuhan kepada kita setidaknya ada dua yaitu Panggilan Komunal (Bersama sama), seperti mengasihi Tuhan, melayani Tuhan dan memikul salib. Melayani Allah tidak terbatas oleh waktu kita dapat melayani dimanapun dan kapanpun. Kemudian ada panggilan personal dimana panggilan yang Tuhan berikan secara pribadi, misalnya tiap tiap kita diberikan kepercayaan oleh Tuhan untuk menempuh pendidikan di jurusan kita masing masing. Tuhan ingin kita semua melayani dengan tulus demi kemuliaan-Nya bukan untuk mengejar hal hal duniawi.

Memikul salib sangat tidak mudah banyak hal hal duniawi yang menggoda sehingga kadang kita meninggalkan salib itu. Dalam Lukas 9 :23 dijelaskan bahwa Pikul salib adalah syarat mutlak bagi kita orang percaya. Orang yang memikul salib haruslah menyangkal dirinya, kita semua memiliki hak dimana kita bebas memilih apa yang ingin kita lakukan namun dalam memikul salib kita tidak menggunakan hak itu secara semena mena. Yesus memperlihatkan bukti nyata menyangkal diri, saat Yesus disalibkan ia bisa saja ia melepaskan diri menggunakan Hak istimewanya sebagai anak Allah, namun Yesus tidak mengambil tindakan itu dan tetap melakukan tugasnya hingga selesai. Memikul salib tidak hanya dilakukan sekali setahun namun dilakukan setiap hari seringkali salib merobek jiwa kita, namun inilah konsekuensinya banyak hal yang sering menghalangi kita dalam memikul beban namun Tuhan memberikan kita kekuatan.

Ada berbagai tokoh alkitab yang memikul beban yang luar biasa besarnya seperti Rasul Paulus, meskipun ia sangat berperran penting dalam menulis kitab perjanjian baru namun ada banyak beban yang harus ia tanggung saat memilih untuk mempercayai Yesus. Kemudian ada Nabi Elia dalam perjanjian lama nabi elia diceritakan menghacurkan nabi palsu bahkan pernah menurunkan hujan dari langit meskipun elia nabi yang besar dan luar biasa Tuhan pakai, namun ia pernah mengeluh akan apa yang ia derita. Selain Paulus dan Elia ada satu tokoh yang memikul beban yang tidak dapat dipikul oleh manusia yakni Yesus Kristus. 

Ada beberapa hal yang menarik yang diperlihatkan Yesus sebagai pemimpin. Terkadang kita merasa pemipin adalh sosok yang sempurna, namun Yesus memperlihatkan hal yang sebaliknya dia memperlihatkan sisi kelemahannya kepada murid muridnya. Ada beberapa hal mengapa Yesus menunjukkan hal tersebut :

  1. Yesus Ingin Memperlihatkan Sebagai Manusia Kita Rapuh, saat kita memikul salib tidak akan berjalan dengan lancar dan akan selalu ada tantangan dan hambatannya. Yesus ingin memberi tahu kepada kita bahwa tidak selamanya hidup kita akan berjalan dengan lancar, kita sebagai manusia harus jujur tentang perasaan kita kepada Tuhan. 1 Tesalonika 4 : 13 kita sebagai manusia boleh sedih, marah, kecewa namun sebagai orang percaya kita harus memiliki pengharapan.

  2. Yesus Ingin Memberi Tahu Kepada Kita Bahwa Ia Merasakan Apa Yang Kita Rasakan, Tuhan ingin kita anak anaknya paham bahwa Tuhan turut merasakan apa yang terjadi dalam hidup kita masing masing. Tuhan selalu peka terhadap apa yang terjadi kepada kita anak anaknya.

Dalam perjalanan kehidupan pelayanan kita seringkali kita kehilangan gairah kita dalam melayani, semangat melayani kita biasanya berubah. Matius 11 : 28-30, saat kita kehilangan gairah dalam melayani kita sebagai manusia mintalah pertolongan kepada Tuhan agar kita dipulihkan, diberi kekuatan dan dikuatkan dalam melayani. Langkah kongkrit apa yang dapat kita lakukan agar kita dapat kembali bergairah dalam melayani :

  1. Datang dan mengaku dengan jujur di hadapan Tuhan 

  2. Sadari Keadaanmu 

  3. Melepaskan dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan

Saat tiba waktunya kita anggota PMK baik preklinik maupun klinik akan ditempatkan di ladang pelayanan yang baru dalam hal ini adalah saat kita bekerja. Mulai saat ini carilah Tuhan disetiap langkah kehidupanmu, sadari panggilan-Nya dan lakukan kehendak-Nya. Kelak saat kita telah dipakai Tuhan melayanidi ladang pekerjaan yang baru  andalkan Tuhan dalam setiap kondisi jangan fokus mengandalkan diri sendiri, misalnya saat tiba waktunya kelak kita melayani pasien lakukan semuanya dengan tulus dan untuk kemuliaan Tuhan. Pikullah salib dengan sukacita dan mintalah Tuhan untuk berjalan di samping kananmu. Jika kita telah bertemu dengan Tuhan kita akan mendapatkan Kelegaan.



Comments