PA PKK 5

 PA PKK 5

Shalom sobat PMKerz, bagaimana kabarnya? Semoga selalu dalam lindungan Tuhan. Puji Tuhan telah dilaksanakan Pendalaman Alkitab Pemimpin Kelompok Kecil 5 (PA PKK 5) pada :

Hari, tanggal : Sabtu, 2 Maret 2024

Waktu : 10.00 WITA - Selesai

Materi : MHB BAB 9&10, Agape BAB 3&4

Via Zoom Meeting


Pemateri :

MHB

Dhance Ariana Patibang, S.Psi


Agape

dr. Aton Prasetya Sibala', S. Ked.


Dokumentasi :




Resume MHB BAB 9&10

Bab 9 “Godaan dan Pencobaan”

Godaan dan pencobaan datang pada orang Kristen melalui keinginan daging, dunia, dan Iblis. Keinginan daging adalah sifat manusia lama kita. Sifat ini mendorong kita untuk memuaskan keinginan hati dan tubuh tanpa memperhatikan perintah-perintah Tuhan tentang hal itu. Dunia yang dimaksud di sini adalah lingkungan yang bersikap menentang Tuhan. Dunia menggoda kita dengan pernyataan-pernyataan: "Semua orang juga melakukannya!" "Mengapa mau lain sendiri?". Iblis menggoda kita untuk tidak percaya atau meremehkan perintah-perintah Allah. la juga menggoda kita untuk meragukan kebaikan-Nya. Jadi yang harus kita lakukan untuk mengatasi godaan-godaan tersebut yaitu, pertama, yakinlah bahwa Allah berkuasa atas hidup kita dan bahwa Dia tidak membiarkan kita dicobai lebih dari kekuatan kita (1 Kor. 10:13). Kedua, kenakanlah seluruh senjata rohani yang Tuhan sediakan agar kita dapat mengatasi setiap pencobaan yang menimpa kita (Ef. 6: 13-20). Ketiga, atasilah tekanan untuk menjadi serupa dengan dunia ini dengan jalan memperbarui pikiran dan akal budi kita (Rm. 12:1-2). Keempat, ingatlah selalu bahwa Yesus hidup dalam hidup kita yang baru. Kelima, bertahan dan bertekunlah dalam menghadapi setiap pencobaan, sebab firman Tuhan berkata, "Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Dia" (Yak. 1:12)


Bab 10 “Seks, Cinta & Pernikahan”

Dalam kehidupan setiap orang ada dua keputusan yang sangat penting. Pertama, memutuskan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Kedua, memilih teman hidup. Ada tiga hal yang penting yang akan dibahas di bab ini yaitu seks, cinta dan pernikah. Allah memberikan seksualitas kepada kita disertai tanggung jawab untuk digunakan sesuai dengan kehendak-Nya; bukan untuk digunakan dengan sesuka hati. Mengagung-agungkan seks dan menomorsatukannya adalah sikap yang dikutuk Allah (Rm. 1:24-27). Cinta lebih dari sekadar daya tarik fisik karena cinta melibatkan keseluruhan diri seseorang, yaitu tubuh, jiwa, dan rohnya. Cinta mencakup kepercayaan dan kesetiaan, persahabatan dan pengorbanan diri, kesabaran dan saling melayani. Pernikahan merupakan rencana Allah bagi manusia. Dua tujuan penting dalam pernikahan adalah untuk memperoleh keturunan (Kej. 1:28) dan persahabatan sejati (Kej. 2:18). Ikatan pernikahan adalah jalan Tuhan untuk lahir dan tumbuhnya anak-anak di dunia. Tujuan kedua, yakni persahabatan yang sejati, lebih penting lagi. Laki-laki dan perempuan memang diciptakan sedemikian rupa sehingga saling memerlukan satu sama lain. Menikah merupakan keputusan yang sangat penting karena bersifat permanen dan menyangkut seluruh hidup seseorang. Setiap orang Kristen perlu mempelajari dengan saksama apa yang Tuhan katakan tentang hal ini dalam firman-Nya. Alkitab, doa, akal budi, keadaan, nasihat orang Kristen lain, dan damai dalam hati adalah hal-hal yang akan membantu kita menemukan kehendak Allah. Kalau kita sungguh-sungguh berserah dan mengutamakan kehendak-Nya, maka kita akan mendapatkan teman hidup yang sepadan.

Resume Agape BAB 3&4

Agape Bab 3 (Hidup Dalam Kuasa Roh Kudus)

 Dalam bab ini, kita secara umum hanya tinggal mereview dari pendalaman Alkitab sebelumnya dan tinggal menyadari bagaimana peran Roh Kudus dalam Hidup Kita dan terlebih lagi bagaimana sifat hidup orang kristen yang masih mengandalkan kekuatannya sendiri dalam menghadapi kekecewaan dan kekalahan. Disini kita belajar bahwa orang Kristen Duniawi itu selalu hidup dalam kekalahan dikarenakan ia berusaha hidup dengan kekuatannya sendiri, sebab seorang kristen duniawi ini terkadang adalah kita sendiri.

 Jika kita belajar dari Tokoh rasul Paulus dimana terkadang ia tidak sadar bahwa apa yang dia lakukan adalah bertentangan dengan Perintah Allah dan terkadang memiliki keinginan untuk melakukan hal tersebut. Terkadang daging kita selalu lebih berkuasa didalam hidup kita, Kita bahkan sebagai orang kristen sering kali tidak memberi makan Roh Kudus kita dengan baik, dan lebih menyenangkan daging-daging duniawi kita dengan hal-hal dosa yang kita lakukan secara sadar. Sehingga disini kita belajar bahwa menjadi orang kristen rohani disini tidaklah mudah dan penuh tantangan. Kita harus belajar bahwa karena Allah sudah mengasihi saya dan Ia menginginkan sesuatu yang terbaik bagi saya untuk taat kepadaNya. Sehingga Ia menghendaki supaya kita selalu terus mengandalkanNya dan tidak mengandalkan kekuatan diri sendiri. 

 Akan tetapi, karena Kasih Allah dan KemurahanNya, Ia tetap menyediakan jalan keluar bagi kita untuk menanggulangi kehidupan rohani kita yang penuh dengan kekalahan. Allah sudah memberikan Roh Penolong yaitu Roh Kudus bagi anak-anakNya, Jika kita mau sungguh-sungguh bertobat, kita harus bertobat, berbalik kepadaNya, dan mengakui dan memohon ampun kepadaNya. Setelah itu kita harus Membiarkan Roh Kudus kembali bertahta dan memenuhi hidup kita, akan tetapi pertanyaannya adalah “Bagaimana caranya kita dipenuhi oleh Roh Kudus?”

 Pertama, sesuai seperti hal yang tadi, yaitu Kita harus sungguh-sungguh “Berkerinduan” untuk dipimpin dan dikuasai roh kudus. Kedua, Kita harus mengakui setiap Dosa dan pelanggaran kita. Ketiga, kita harus menyerahkan setiap segi kehidupan kita kepada Allah. Keempat, kita harus meminta dengan Iman agar dipenuhi Roh Kudus sesuai dengan “PerintahNya dan JanjiNya”. Dan yang kelima, kita bisa menyatakan Iman kita melalui Doa. Sehingga kita dapat mengetahui bahwa kita dipenuhi Roh Kudus, bukan karena perasaan kita, tetapi Kepercayaan Mutlak kepada Allah.


Agape Bab 4 (Berjalan Bersama Kristus)

 Dalam Materi ini kita hanya tinggal mereview singkat dari materi sebelumnya, akan tetapi dalam hal ini, kita harus belajar bahwa Orang Kristen di dalam dunia ini memiliki peperangan rohani yang dimana dalam menghadapinya, kita harus bersiap dengan Roh Kudus dan Ajaran dari Tuhan Yesus sendiri. Jika sebelumnya kita hanya berperang melawan “daging”, akan tetapi disini kita belajar juga bahwa kita sedang berperang melawan “dunia” dan melawan “iblis”. 

Peperangan melawan dunia bisa kita ambil contoh seperti pornografi, pemujaan kepada materialisme, dan secara umum pandangan untuk berbuat dan melakukan sikap apa saja untuk kesenangan diri sendiri. Dan peperangan melawan iblis adalah perang melawan kuasa-kuasa dan roh roh kegelapan dan hanya bisa dilawan mengenakan selengkap senjata Allah. Mengenai Peperangan terhadap Iblis, kita akan belum membahas disini, akan tetapi untuk peperangan melawan dunia kita tinggal berpatokan pada Firman 1 Yoh 5:4, dimana mengatakan “semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: Iman kita”. Sehingga untuk menguatkan iman kita dalam Roh Kudus, kita harus terlebih dahulu kita harus mengetahui hak-hak kita sebagai Anak-Anak Allah.

Mengenai Hak Anak Allah, di Alkitab terdapat ratusan janji yang bisa menjadi pegangan. Anak Allah memiliki hak dan kehormatan atau privilege yang tidak dimiliki oleh orang lain, Salah satu privilege dan hak istimewa Anak Allah adalah kita menjadi ahli waris Allah bersama dengan Kristus dan kita bisa meminta kepada Bapa kita di Sorga hal-hal yang kita butuhkan dan mengharapkan Dia memberikanNya kepada kita seturut kehendakNya. Dan Privilege yang paling terutama dari semuaNya adalah bahwa Kristus yang selalu berjalan dalam hidup kita.

Terkadang kita orang Kristen hanya memikirkan apa tujuan akhir dari proses kita didunia sebagai Anak Allah, akan tetapi hal yang perlu diperhatikan adalah bukan hal itu, Akan tetapi “waktu Yesus Kristus yang selalu menemai kita” dalam setiap Proses didunia ini. Terkadang kita tidak menyadari bahwa bukan tujuan akhir yang terutama, akan tetapi Proses dan bimbingan dari Roh Tuhan yang terpenting. Sehingga dalam hal ini kita belajar, meskipun kita belum melihat ujung tujuan kita yang jelas, kita harus percaya bahwa Allah Selalu berjalan dengan kita dalam setiap Proses kehidupan kita. Terlebih melawan berbagai peperangan Rohani yang menurunkan Iman Kita.



Comments