Kebaktian PB (Sabtu, 16 Maret 2024)

 


Eksposisi : Tokoh Andreas

Kita melihat kisah Andreas menjadi murid Tuhan Yesus yang punya karakter tidak menonjol. Tapi perannya dalam melakukan tanggung jawab luar biasa. 

Melalui kisah Andreas, kita diajak untuk mempertimbangkan panggilan dan pengabdian kita kepada Yesus. Seperti Andreas yang siap meninggalkan segala sesuatu untuk mengikut Yesus, kita juga diingatkan untuk menyisihkan segala sesuatu yang menghalangi kita dan sepenuhnya mengikut Tuhan dan melayani-Nya.

Kebaktian PB kali ini hadir dengan tema Eksposisi : Tokoh Andreas yang akan membahas mengenai kisah tokoh Andreas menurut Alkitab, dan mengetahui teladan dari tokoh Andreas serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kebaktian PB telah dilaksanakan pada : 

Hari/Tanggal : Sabtu, 16 Maret 2024

Waktu : 16.00 WITA - Selesai

Pembicara : Pdt. Charles Femmy Marunduri, M. Th

Tempat : E1/5, Perumahan Griya Sudiang Permai (Rumah Sdri. Priskayanti (Fisio'22)) 

Pelayan yang mengambil bagian pada kebaktian PB ada kali ini :

MC : Sherill Dwinofe (Psi’22)

Singers: 
1. Zsa Zsa Zebadiah Zaneta Zuriel Paundanan (PDU’22) 
2. Florist Situmorang (PDU’22)
3. Dini Victorya Lombe (KH’22)
4. Yonatan Gelo Tangkeallo (KH’23)

Gitaris: 
1. Kevin Tendean (FKG’23) 
2. Christopher Jonathan Cahyadi (FKG’23)

Cajonis: Hizkia Wesky Pongsapan (FKG’23)

Pemerhati : 
1. Desi Paembonan (D4 Terapis gigi’22) 
2. Aisyah Elisia Sutrisno (PDU’23)

Tim Pendoa:
1. Ivania Agatha Tandirerung Bassa FKG 23
2. Sarita Barrang Afegita Paembonan KH 23
3. adelin dwi evelyn TGM 23
4. Irene Keshya Jusmita Munthe TGM 23

Pendamping MC: Gretti Elsariani Lewa PDU 19

Pendamping Pemusik : Gilbert Pranta Salmon KH’21

Tim pendoa :
1. Sarita Barrang Afegita Paembonan KH’23
2. Irene Keshya Jusmita Munthe TG’23
3. delin Dwi Evelyn TG’23
4. Ivania Agatha Tandirerung Bassa FKG 23

Total Partisipan : 74 Partisipasipan

Untuk Dokumentasi bisa dilihat melalui Instagram PMK yaitu @pmk_fk_fkg_uh

Dokumentasi :




Resume Kebaktian PB

EKSPOSISI: TOKOH ANDREAS

 Andreas merupakan murid yang paling pertama dipanggil oleh Yesus Kristus. Andreas merupakan saudara dari simon petrus yang dimana mereka berasal dari Bethsaida, di tepi utara Danau Galilea lalu pindah ke Kapernaum dan bekerja sebagai penjala ikan bersama dengan saudaranya Petrus (Markus 1 : 29). Andreas adalah salah satu murid Yohanes pembaptis, kemudian Andreas mengikuti Yesus sejak diperkenalkan oleh Yohanes pembaptis (Yohanes 1 : 35-40). Injil Matius memberi tahu bahwa ketika Yesus sedang berjalan menyusur pantai Danau Galilea, Ia memanggil Andreas dan Petrus dan mengajak mereka untuk menjadi murid-Nya (Mat. 4:18-19). Yohanes 1:35-40 menunjukkan bahwa Yesus tidak mengajak Andreas dan Petrus untuk mengikuti Dia pada pertemuan pertama mereka. Mereka adalah anak dari seorang yang bernama Yunus atau Yohanes, seorang nelayan kaya.  

 Andreas memiliki peristiwa penting yang dia lakukan seperti saat Yesus memberi makan 5.000 orang dengan 5 roti jelai dan 2 ikan (Yoh. 6:7-9). Ketika hari sudah mulai petang, Tuhan Yesus menyuruh Filipus untuk memberi mereka makan. Tetapi Filipus mengatakan roti seharga 200 dinar saja tidak cukup untuk memberi makan mereka meskipun setiap orang hanya mendapat sepotong kecil saja. Andreas berkata kepada Tuhan Yesus: “ Di sini ada seorang anak yang mempunyai 5 roti jelai dan 2 ekor ikan, tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini? ”. Tuhan Yesus mengambil 5 roti jelai dan 2 ekor ikan itu, lalu Ia mengucap syukur dan membagi-bagikan kepada mereka sebanyak yang mereka kehendaki. Semuanya makan hingga kenyang dan masih ada sisanya sebanyak 12 keranjang. 5 roti jelai dan 2 ikan jika diukur dengan pikiran manusia maka sangat tidak mungkin untuk bisa memberi makan 5000 orang, tetapi anak kecil itu percaya kepada Tuhan dan memberikannya kepada Andreas untuk diberikan kepada Tuhan. Dari cerita ini, terlihat bahwa hal kecil sekalipun jika kita serahkan sepenuhnya kepada Tuhan maka hal itu akan menjadi perkasa besar. 

Teladan Andreas
Andreas menganbil keputusan untuk mengikuti Yesus dengan sungguh-sungguh
Sebelum bertemu dengan Yesus, Andreas memiliki pekerjaan tetap yaitu sebagai nelayan dan setelah Andreas bertemu dengan Yesus Sang Mesias, ia tidak ragu-ragu lagi untuk mengikuti Yesus. Andreas meninggalkan pekerjaannya sebagai nelayan, kenyamanan hidupnya di pantai Galilea, keluarganya. Kehidupannya di masa lalu ia tinggalkan untuk mengikuti Yesus dengan sungguh – sungguh. Semua itu dilakukannya karena ia telah mengambil keputusan untuk memberikan hidup secara total bagi Yesus. 
Mengikuti Yesus merupakan sebuah keputusan untuk memberikan hidup secara total bagi Yesus. Memberikan hidup secara total berarti meninggalkan masa lalu dan menjalani kehidupan yang baru dengan Yesus. Ketika kita beriman atau percaya kepada Yesus, berarti kita siap untuk meninggalkan masa lalu dan menjalani kehidupan yang baru bersama Tuhan. 
Komitmen Andreas kepada Tuhan. 

Dalam Alkitab Andreas muncul sebanyak 14 kali dan 10 kali dikatakan Andreas sebagai saudara Petrus atau Andreas selalu dibayang-bayang Petrus. Namun, bagi Andreas itu tidak masalah, ia tetap memegang teguh komitmennya kepada Yesus dan selalu memberidirinya untuk di pakai Tuhan. 

Ketaatan dan kesetiaan Andreas sampai akhir
Tradisi mengatakan Andreas disalibkan dengan salib berbentuk X dan selama di salib ia terus berkhotbah kepada setiap orang yang lewat hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya. 
Andreas berpegang teguh pada imannya sebagai pengikut Kristus. 

Andreas pada saat itu dituntut untuk meninggal kekristenannya, tapi andreas tetap berpegang teguh pada keyakinannya kepada Tuhan sampai saat ia disalibkan andreas tetap memberitakan injil kepada setiap orang yang lewat sampai akhir hidupnya.





Comments