[PMK FK-FKG UNHAS 2022/2023]
<<Dokumentasi Kegiatan>>
✨Ibadah Persekutuan Besar ✨
Hari, Tanggal: Sabtu, 09 September 2023
Waktu: 10.00 - selesai
Tempat: Taman Unhas (Pintu 1)
Pembicara: Pdt. Ni Wayan Viola Djadi M. Th
Tema: "Identitas Kristiani: Teguh Berdiri Dalam Arus Kehidupan"
Pelayan
MC: Christine L. I. Kadang (FKG'22)
Pemerhati :
- Anggi S. Natadisastra (Psi'22)
- Erdas Parura (D4 Terapi Gigi'22)
Gitaris:
- Maudy A. Tarima (FKG'22)
- Marselini F. M. Omberep (D4 Terapis Gigi'22)
Cajonis : Stifan Dwi Kurnia (FKG'21)
Singers:
- Yunita Boron (FKG'22)
- Giony G. M. Matongan (FKG'22)
- Silwanus Deri P. (FKG'22)
- Early Firstita P. T. (FKG'22)
Identitas Kristiani: Teguh Berdiri dalam Arus Kehidupan
Identitas sebagai murid Kristus adalah gambaran tentang siapa kita sebenarnya dalam hubungan dengan Kristus dan bagaimana kita mengartikan dan menghayati iman Kristen dalam kehidupan sehari-hari. Identitas sebagai murid Kristus adalah panggilan untuk hidup dalam kasih, ketaatan, dan pertumbuhan rohani, serta mencerminkan karakter dan teladan Kristus dalam segala aspek kehidupan kita. Identitas Kristen itu merupakan pemberian Tuhan Yesus kepada orang percaya (1 petrus 2:9). Identitas kita sebagai orang Kristen adalah anak-anak Allah dan pengikut Kristus.
Identitas Kristiani adalah ketika kita mengenal diri kita dan tahu apa yang menjadi tanggung jawab kita dan mengerjakannya. Ketika kita tidak mengenal kasih, maka kita tidak mengenal identitas kita sebagai orang Kristen (Yoh. 15:9-17), karena Bapa sendiri yang telah mengasihi kita, demikian juga kita sebagai anak-anak-Nya harus mengasihi sesama kita. Saat kita menjalankan identitas kita sebagai orang Kristen, kita mengikuti teladan Yesus Kristus. Identitas kita sebagai orang percaya adalah kita dipilih Tuhan. Ketika kita tahu bahwa kita dipilih oleh Tuhan, maka yang perlu kita kerjakan adalah tinggal tetap dan bertahan di daalm Kristus. Identitas kita yang ketiga adalah kita adalah murid Kristus. Jika kita adalah seorang murid, maka kita lebih dari seorang pengikut. Ketika kita menjadi seorang murid, berarti kita belajar kepada Yesus Kristus yang adalah guru kita.
Dunia sering kali menawarkan godaan dan pengaruh yang bertentangan dengan nilai-nilai Kristen. Oleh karena itu, sebagai orang percaya kita perlu untuk memiliki identitas yang kuat sebagai murid Kristu untuk memberi kita fondasi yang kokoh untuk menolak berbagai godaan-godaan tersebut. Agar kita bisa tetap kosisten hidup kudus di tengah dunia yang penuh godaan agar tidak terbawa arus, maka yang kita bisa lakukan adalah menaati Firman Allah agar kita bisa menghindari dosa dan pengaruh dunia. Firman Tuhan tidak pernah berubah, jika Firman Tuhan hari ini mengatakan dosa itu dosa, maka seterusnya dosa itu akan tetap jadi dosa. Tetapi dunia itu terus berubah. Jika kita tidak menegakkan standar Firman Tuhan dalam kehidupan kita, maka kita pasti akan terseret oleh arus dunia.
Selain itu, cara yang bisa kita lakukan untuk bisa menghidupi identitas Kristiani kita adalah dengan pelayanan kasih, artinya kita mampu untuk melayani sesama dengan kasih, memiliki sikap yang rendah hati, mengasihi dan memberi pengampunan kepada musuh kita. Berdoa dan rajin dalam membangun pertumbuhan rohani melalui mambaca dan merenungkan firman Tuhan juga adalah salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk menghidupi identitas Kristiani kita. Cara lain untuk menghidupi identitas Kristiani kita adalah mengerjakan misi dan pelayanan untuk memenuhi panggilan kita sebagai orang percaya.
Sekalipun kita sudah dipilih dan diselamatkan oleh Yesus Kristus melalui kematian-Nya di kayu salib, tetapi hal tersebut tidak menutup kemungkinan bagi kita untuk menghadapi tantangan dan hambatan dalam menghidupi identitas Kristiani. Adapun tantangan dan hambatan yang mungkin akan kita temui dalam perjalanan kita menghidupi identitas Kristiani adalah masih terikat dengan dosa, pengaruh lingkungan, pengucilan atau penolakan, pengaruh media dan hiburan, serta tantangan dalam lingkungan akademik.
Comments