Ibadah Persekutuan Besar

Ibadah Persekutuan Besar 

Hari, Tanggal: Sabtu, 29 Juli 2023
Waktu: 16.00 - selesai
Tempat: Via Zoom Meeting
Pembicara: Dr. Hengki Wijaya, S.TP, M.Th
Tema: "Friendship"

Pelayan

MC: Isayanti Parrung (Psi'21) 
Pemerhati : 
- Avrylia Eka Putri (PSIK'22)
- Glori Datu Andi Lolo (PSIK'22)
Operator: Alicia Kezia Zabrina Ramba (PSIK'22) 

Resume:
Arti sahabat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Selain itu, dalam persahabatan juga teman dekat bisa saling berbagi kasih sayang, serta memiliki keyakinan dan nilai nilai yang sama dengan teman dekat. Kedekatan dalam sebuah persahabatan lebih dalam dibandingkan kedekatan dengan teman biasa. Persahabatan adalah relasi yang akrab, terbuka, saling mempercayai dan menguatkan. 
Tuhan Yesus dalam Alkitab juga mengajarkan terkait dengan persahabatan yang sesungguhnya dalam Yohanes 15: 13-15. Yesus dalam ayat tersebut mengatakan bahwa dalam persahabatan itu kita rela berkorban untuk sahabat kita, serta saling terbuka dengan sahabat kita. Sahabat juga akan selalu hadir disaat kita membutuhkan atau dalam kesukaran (Amsal 17:17). Seorang sahabat dapat memberikan dampak yang positif dan juga dapat memberikan dampak yang buruk (Amsal 18:24). Seorang sahabat yang baik dapat lebih karib daripada seorang saudara dan memberikan pengaruh positif dan membuat sahabatnya menjadi lebih baik. “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya,” (Amsal 27:17). Sahabat dipakai Tuhan untuk membentuk diri kita sesuai kehendakNya. Seorang sahabat yang tidak baik dapat mendatangkan kecelakaan bagi sahabatnya. Dengan siapa kita bergaul akan mempengaruhi bagaimana perilaku kita (Amsal 22:24-25; Amsal 13:20).
Alkitab mencatat beberapa teladan tokoh terkait dengan persahabatan, seperti kisah persahabatan antara Daud dan Yonatan (1 Samuel 18 - 20). Sekalipun ayah Yonatan, yaitu Saul memburu Daud dan mencoba membunuhnya, tetapi Yonatan selalu berusaha untuk membela dan menyelamatkan Daud karena Yonatan tahu apa yang dilakukan oleh ayahnya adalah sesuatu yang salah. Selain kisah Daud dan Yonatan, alkitab juga mencatat terkait kisah Ayub dan sahabatnya saat dia ditimpa masalah. Selain itu, alkitab juga menceritakan teladan seorang sahabat sejati, yaitu Kristus itu sendiri. Bagaimana Kristus rela memberikan nyawanya bagi kita sahabatnya. Alkitab mempersaksikan bahwa Allah berkenan menjadi sahabat. Surat Yakobus menyatakan: karena itu Abraham disebut: “Sahabat Allah” (Yak. 2:23). Melalui kehidupan Abraham kita belajar bagaimana Allah menjadikan Abraham sebagai sahabat-Nya, walau Abraham beberapa kali berjalan mengikuti kehendaknya sendiri. Namun dengan kesetiaanNya, Allah membentuk Abraham untuk setia dan taat kepada kehendakNya. Di Kejadian 22:1-19, Abraham membuktikan kesetiaan dan sikap imannya kepada Allah dengan kesediaannya untuk mengorbankan Ishak, anak yang sangat dikasihi.
Dari kisah-kisah tersebut kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa Yesus Kristus melalui alkitab mengajarkan kita bahwa persahabatan itu didasari atas firman Tuhan dan kasih Kristus yang sama-sama telah diterima satu sama lain (Yohanes 13:34). Dasar dari persahabatan adalah menempatkan Yesus Kristus di depan kita sebagai teladan bagi kita. 
Tujuan dari persahabatan menurut Alkitab adalah menyatakan kesalahan kita agar kita tidak terjerumus pada hal-hal yang salah (Amsal 27:5-6), memberikan kita nasihat dan arahan ketika kita membutuhkan (Amsal 27:9), persahabatan menjadi tempat dimana hidup kita dibentuk semakin baik (Amsal 27:17), persahabatan yang baik dapat membantu kita menemukan kekuatan untuk mengatasi masalah kita (Pengkhotbah 4:9-12), serta tempat berbagi cinta dan hidup (Kisah Para Rasul 27:3). Dari beberapa tujuan tersebut dapat disimpulkan bahwa persahabatan Kristen itu lebih dari sekedar berbagi minat bersama, lebih dari berbagi kasih sayang, lebih dari berbagi sukacita dan tawa, tetapi tujuan utama persahabatan adalah menaburkan firman hidup yang kekal di dalam hidup orang lain, mengingatkan mereka pada hikmat Allah, menyegarkan kembali jiwa mereka dengan firman dan kasih-Nya, dan mengokohkan iman mereka kepada Allah. 
Dalam menjalin hubungan persahabatan dengan sahabat kita, tentunya akan ada tantangan yang kita hadapi. Terdapat beberapa tantangan yang mungkin dihadapi dalam sebuah hubungan persahabatan, yaitu sifat egois, jarang berkomunikasi, persahabatan yang jauh dari Kristus, persahabatan toxic, persahabatan karena kepentingan, memanfaatkan sahabat, pengendalian diri, sahabat upahan, pengkhianatan, dan tidak mau menderita untuk sahabat kita. Adapun solusi yang dapat kita lakukan untuk mengatasi tantangan tersebut adalah melibatkan Tuhan dalam persahabatan, membangun komunikasi yang baik dengan sahabat kita, rendah hati, mencoba untuk lebih memahami satu sama lain tetapi tidak membiarkan sahabat kita berlarut-larut dalam kesalahan, membangun sifat saling mengasihi satu sama lain, berani untuk menyatakan kebenaran Allah dengan pertolongan Roh Kudus, memiliki kepekaan untuk menyelesaikan masalah dan memberikan solusi yang sesuai dengan firman Tuhan, saling mendoakan satu dengan lainnya, memberikan nasihat yang alkitabiah, serta berempati bukan memaksakan diri masuk ke dalam diri orang lain (pembimbing rohani, bukan pembimbing iman).



Comments