Ibadah Persekutuan Besar
Hari, Tanggal: Sabtu, 08 Juli 2023
Waktu: 16.00 - selesai
Tempat: Via Zoom Meeting
Pembicara: Pdt. Andrey Thunggal, S.Kom.,M.Div
Tema: "Interdenominasi"
Pelayan
MC: Carina Liora S. S. (PSIK'22)
Pemerhati :
- Early Firstita P. T (FKG'22)
- Silwanus Deri Patabang (FKG'22)
Operator: Giony Giovanny M. (FKG'22)
RESUME:
Interdenominasi merupakan salah satu ciri yang dimiliki oleh persekutuan mahasiswa Kristen. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa dalam sebuah persekutuan mahasiswa Kristen, kita terdiri dari berbagai macam denominasi Gereja. Namun, sekalipun kita berasal dari denominasi Gereja yang berbeda, tetapi Tuhan tidak menginginkan kita terpecah-pecah, melainkan agar kita semua tetap bersatu sebagai tubuh Kristus (Yohanes 17:20-21). Kesatuan Gereja ternyata ada hubungannya dengan bagaimana dunia dapat melihat Yesus dan Bapa menjadi satu. Jadi, interdenominasi itu adalah gerakan untuk bergerak tanpa batas dinding gereja. Interdenominasi artinya tidak terikat pada satu golongan atau paham tertentu saja, melainkan terdiri dari beberapa golongan. Interdenominasi juga disebut sebagai gerakan oikumene.
Interdenominasi itu penting dan merupakan suatu keharusan karena kita adalah tubuh Kristus, tetapi di satu sisi kita perlu berhati-hati karena tidak semua gereja layak disebut sebagai tubuh Kristus karena ada ajaran yang sesat. Gereja yang dianggap sebagai tubuh Kristus memiliki beberapa ciri, yaitu percaya kepada Allah Tritunggal (Bapa, Putera, dan Roh Kudus), percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat, percaya bahwa Yesus adalah satu-satunya Jalan Keselamatan, serta mengakui bahwa Alkitab adalah firman Tuhan.
Interdenominasi sebagai sebuah gerakan memiliki prinsip. Prinsip interdenominasi yang pertama adalah “in essential we are one, in nonessential there are liberty and tolerance”. Prinsip ini mengajarkan orang percaya untuk bersatu dalam esensial dan saling menghargai dalam hal-hal nonesensial. Hal esensial yang dimaksudkan disini adalah bahwa setiap gereja percaya bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan dan tidak ada jalan lain. Sedangkan hal-hal nonesensial yang dimaksudkan adalah teknis atau liturgi ibadah setiap gereja. Prinsip kedua adalah dalam interdenominasi Alkitab Berotoritas, dalam hal ini kebenaran alkitab adalah mutlak. Setiap hal-hal nonesensial yang dimaksudkan pada prinsip yang pertama harus sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.
Namun pada kenyataannya untuk mencapai sebuah kesatuan dalam interdenominasi ini cukup sulit. Ada banyak tantangan yang akan kita temui dalam mencapai interdenominasi. Adapun beberapa tantangan yang kemungkinan akan kita temui dalam mencapai interdenominasi, yaitu kurangnya pemahaman akan interdenominasi atau gerakan oikumene, sikap egois atau mementingkan kepentingan diri sendiri dalam kehidupan gereja dan pelayanan, tidak mengutamakan Yesus Kristus sebagai fokus pelayanan, tidak memahami bahwa meskipun cara atau tata ibadah berbeda tetapi Yesus Kristus tidak terbagi-bagi, Yesus Kristus sudah disalibkan untuk mempersatukan jemaat, baptisan sekalipun berbeda-beda caranya tetapi tetap didalam nama Tuhan Yesus Kristus.
Lalu, apa yang perlu kita lakukan untuk menghadapi tantangan tersebut. Solusi yang dapat kita lakukan adalah HPDT dan HPDS yang baik, aktif dalam pelayanan/persekutuan, menghargai perbedaan-perbedaan yang ada dalam persekutuan atau dengan kata lain tidak egois dan tidak menganggap bahwa ajaran gereja kita yang paling benar.
Comments