Ibadah Persekutuan Besar

Ibadah Persekutuan Besar 

Hari, Tanggal: Sabtu, 17 Juni 2023
Waktu: 16.00 - selesai
Tempat: Rumah Kezia Y. Pairunan (Fisio'20)
Pembicara: Pdt. Abigael W Pongrekun, S.Th 
Tema: "Eksposisi Kitab Nehemia"

Pelayan

MC: Yelsintha Saalino (PDU’20) 
Pemerhati : 
- Lea Jeane Manggalatung (FKG’20) 
- Sisilia Bobolangi (FKG’20) 
Gitaris:
 - Cheelsea Raturosalia Tandipayuk (PDU’20) 
- Eser Suryanti Sambara’ (FKG’20) 
Cajonis : Amelyani Devlin Rambu (PDU’20) 
Singers:
- Filia A. Romeballo (PDU’20)
- Lingling Aprilia Ratta (PSIK’20)
- Michael Abednego (PSIK’20)
- Daud Alkindy (PSKH’20) 

***
Nehemia adalah seorang Yahudi yang bertugas sebagai pelayan pribadi raja Persia, Artahsasta (465-424sM). Dia adalah putra Hakhalya. Persia adalah salah satu kerajaan terbesar di zaman Perjanjian Lama dan pernah menguasai Timur Dekat selama hamper 200 tahun. Salah satu tugas Nehemia adalah menyediakan anggur (juru minuman) untuk raja setiap hari (1:11, 2:1). Tidak hanya sekedar membawakan minuman anggur setiap hari, tetapi ia juga menjadi orang pertama kali mencicipi anggur itu untuk memastikan minuman anggur bebas dari racun. Inilah yang membuat Nehemia mendapat kepercayaan penuh dari raja Artahsasta. Karena kecakapannya Nehemia lalu diangkat sebagai bupati di Yehuda untuk melaksanakan dua tugas pokok : 
1) memimipin sekelompok orang Yahudi yang pulang ke Yerusalem, mengawasi pembangunan kembali tembok Yerusalem dan menentukan keluarga mana saja yang boleh tinggal di dalam kota. 
2) mencanangkan sejumlah pembaruan sosial dan politik diantara orang-orang Yahudi, termasuk menegakkan ibadah yang benar di hadapan Allah ( 13:4-31).

Nehemia mendapatkan izin dari raja untuk pergi dan membangun kembali tembok Yerusalem bahkan memfasilitasi tekad dari Nehemia tersebut, mulai dari persuratan, pengawal, dan segala sumber daya yang dibutuhkan oleh Nehemia. Tapi ternyata fasilitas yang disediakan oleh raja Artahsasta tidak menjadi jaminan bahwa harapan Nehemia berjalan mulus. Ada banyak tantangan yang harus dihadapinya.
 
Tantangan didapatinya dari Sanbalat, seorang penguasa/bupati Samaria (tetangga Yehuda di sebelah utara). Sanbalat punya rencana untuk memperluas pemerintahannnya ke Yudea dan oleh karena itu ia menyatakan bahwa Nehemia merencanakan sebuah pemberontakan melawan Persia, bahkan ada upaya pembunuhan terhadap Nehemia (6:1-9). Bukan hanya dari Sanbalat tantangannya, saudara-saudara sebangsanya yang hidup dalam kemiskinan pun menjadi tantangan tersendiri bagi Nehemia. Mereka menjadi pemimpin yang tidak takut akan Allah. Nehemia memberi peringatan bagi mereka. Bukan hanya sekedar teguran dan omongan belaka tetapi Nehemia memberikan/memperlihatkan diri sebagai teladan dalam kepemimpinannya sebagai bupati selama dua belas tahun lamanya yang tidak pernah mengambil bagian/upah/gaji yang menjadi haknya. Dia menjadi pemimpin yang takut kepada Allah (5:14-19). 
Karakter Nehemia : 
1. Ikhlas tanpa pamrih (5:14-19),
2. Bijaksana (7:1-3), 
3. Membela kepentingan sesama warga negara yang miskin (5:1-13), 
4. Pemimpin yang baik yang senantiasa memelihara imannya ketika menghadapi berbagai kesukaran.

SUSUNAN KITAB NEHEMIA

Untuk memahami susunan Kitab Nehemia, mari melihat susunan Kitab Ezra :
Umat Allah pulang dari pembuangan dan mulai kembali membangun Bait Allah (1:1-6:22)
 Umat Allah pulang ke tanah air (1:1-4:23)
 Pembangunan Bait Allah berlangsung kembali (4:26-6:22)
Ezra pulang dan memulihkan umat Allah (7:1-10:44)
 Ezra dan tugasnya (7:1-8:36)
 Ezra menghadapi berbagai persoalan umat (9:1-10:44) Secara garis besar Kitab Nehemia disusun sebagai berikut :
Nehemia pulang dan membangun tembok Yerusalem (1:1-7:73)
Nehemia dan tugasnya (1:1-2:10)
Nehemia mengawasi pembangunan kembali Yerusalem (2:11-7:73)
Bagian pertama kitab Nehemia (merupakan bagian ketiga dari keseluruhan kitab Ezra-Nehemia) berkisah tentang Nehemia yang pulang ke Yerusalem. Tugas ini adalh mandat langsung dari raja Persia. Kepemimpinan Nehemia yang cakap, iman yang tulus, keberanian yang luar biasa, teruji sewaktu berjuang keras mengatasi perlawanan dan persekongkolan yang licik dari musuh-musuhnya. 
Komunitas baru di atas dasar perjanjian-perjanjian sebelumnya (8:1-10:39)
Ezra mengajar umat/pembacaan Hukum Taurat (8:1-18)
Tanggapan umat (9:1-10:39)
Bagian ini mengisahkan pembentukan suatu komunitas baru umat pilihan Allah. Setelah mendengarkan pembacaan Hukum Taurat, seluruh umat mengaku dosa dan berjanji hidup sesuai Hukum Taurat.

Pekerjaan Nehemia berlanjut (11:1-13:31)
Yerusalem dihuni kembali (11:1-12:26)
Penahbisan yang penuh sukacita (12:27-12:43)
Pembaruan Nehemia yang terakhir (12:44-13:31)

Belajarlah dari Nehemia. Motivasinya bukan tentang uang (dibalik jabatan seorang bupati) karena dia malah rela tidak mengambil haknya. Karena motivasinya adalah hidup di dalam Tuhan dengan taat maka tantangan yang ada tidak melemahkan rencananya di tengah jalan. Nehemia adalah seorang yang mampu menyatakan kebenaran dengan tegas kepada para pemuka agama sekalipun dan para penguasa yang bertindak semena-mena terhadap orang sebangsanya. Pembaharuan dilakukan di segala lini kehidupan orang Israel, para pemimpin dan pemuka agama dibaharui agar melakukan tanggungjawab mereka dengan takut kepada Tuhan. Bangsa Israel dibaharui, terus diingatkan tentang janji Allah karya pengampunan bagi mereka. Dari awal sampai akhir proses pembangunan tembok Yerusalem, visi dan misinya Nehemia jelas, kerinduan melakukan kehendak Allah. Dia hamba Allah, maka yang dikerjakannya adalah apa yang Allah mau, karena ia mengerjakan pekerjaan Allah, maka Allah sertai dan cukupkan.

Terima kasih,
Tuhan Yesus MemberkatišŸ˜‡

Comments