Hari, Tanggal : Sabtu, 27 Mei 2023
Waktu : 16.00 WITA - Selesai
Tempat : Perumahan Telkomas (Rumah Yolanda PDU'21)
Pembicara : Pdt. Ni Wayan Viola D. M.Th
Tema : Who Is My Healer?
Pelayan :
MC : Sherill Dwinofe (Psi'22)
Pemerhati :
- Bethsy Austri Pasau (FKG'22)
- Marlen Geovanny Sinay (FKG'22)
Singers :
- Christine L. I. Kadang (FKG'22)
- Giony G. M. Matongan(FKG'22)
- Rosita Pongtasik (PDU'22)
Gitaris :
- Gita Juliati TB (Psi'22)
- Marisca Joan Beay (Psi'21)
Cajonis :
Aldo T. Zendrato (PSKH'22)
*****
Pribadi yang kita layani adalah penyelamat, yaitu Yesus Kristus. Terdapat beberapa orang yang mengatakan bahwa sudah tidak ada mujizat yang terjadi di zaman sekarang. Sebagian besar dari orang-orang beranggapan bahwa mujizat penyembuhan itu hanya saat zaman Tuhan Yesus ada di dunia ini. Namun, kita sebagai orang percaya kita harus beriman bahwa masih ada mujizat sampai saat ini, kita harus beriman kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat kita.
Berdasarkan penjelasan tersebut, mungkin memunculkan pertanyaan di diri kita mengapa masih ada orang yang sakit sementara kita telah diselamatkan atau apa alasan Tuhan mengizinkan umatnya mengalami sakit penyakit. Penyakit dan kematian terjadi karena kita telah jatuh ke dalam dosa. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa manusia mengalami penyakit dan berakhir pada kematian (Markus 2:5-11). Dosa merupakan pemberontakan kita terhadap Allah. Manusia dengan sengaja memutus persahabatan dengan Allah dan kehilangan kemuliaan Allah. Ketika kita mengalami sakit secara Rohani maka penyakit itu ada di bawah kuasa iblis (Kisa Para Rasul 10:38). Orang yang berada di bawah kuasa iblis, perilakunya juga akan seperti iblis. Penyakit rohani, contohnya itu adalah merasa kekeringan, tidak merasakan hadirat Tuhan, mereka beribadah tapi mereka tetap merasa jauh dari Kristus.
Jika dipandang dari sisi medis, seseorang dapat sakit karena mereka tidak memiliki pola hidup yang sehat, makan makanan yang tidak sehat, merokok, pola tidur yang tidak baik, dan lain-lain. Sekalipun demikian, penyakit rohani dan penyakit dari sisi medis ini, keduanya saling berhubungan. Orang sakit secara medis akan mengalami kesembuhan dimulai dari kesembuhan rohani. Jadi, ada penyakit karena iblis, ada penyakit karena dosa, dan ada penyakit karena gaya hidup.
Kita tahu bahwa penyakit itu tidak hanya tentang medis saja, tetapi juga menyangkut tentang rohani kita. Penyakit tidak hanya muncul karena gaya hidup yang tidak sehat, tetapi juga karena dosa. Oleh karena itu sebagai orang percaya kita perlu menjaga hati kita, karena dari situlah terpancar kehidupan.
Sebagai orang percaya, kita perlu mengimani bahwa kesembuhan tidak hanya berasal dari pertolongan medis saja atau sebaliknya, hanya dengan berdoa saja kepada Tuhan. Namun, kita juga perlu meyakini bahwa kedua hal ini sama-sama penting, kita percaya dengan dunia medis untuk menyembuhkan kita, tetapi kita juga perlu memiliki iman pengharapan kepada Tuhan. Namun, perlu kita ingat bahwa iman berada lebih diatas daripada medis. Ketika kita percaya dan beriman kepada Tuhan, maka kita akan bertindak dengan cara pergi ke dokter. Kesembuhan secara medis itu berhubungan dengan iman kita kepada Tuhan (Amsal 14 : 30). Jadi kedua-duanya berjalan bersama. Dalam Alkitab sendiri kita tidak pernah diajarkan atau tidak diperbolehkan untuk berobat secara medis.
Di dalam Alkitab juga diceritakan beberapa kisah tentang penyembuhan yang dilakukan oleh Yesus Kristus selama di dunia ini. Tuhan melakukan mujizat-mujizat penyembuhan dengan iman, melalui kuasa perkataan-Nya, menghardir, menjamah dan menyentuh secara langsung bagian tubuh yang sakit dari orang yang akan disembuhkan-Nya. Contoh kisahnya, yaitu Yesus menyembuhkan seorang yang buta, Yesus menyembuhkan seorang lumpuh, dan masih banyak lagi kisah-kisah penyembuhan yang dilakukan oleh Yesus Kristus.
Cara yang bisa kita upayakan untuk melakukan penyembuhan, baik secara medis maupun rohani sebagai seorang tenaga medis adalah takut akan Tuah, profesional atau terampil dalam tugas, menjalankan misi Allah dalam pekerjaan sebagai tenaga medis (menceritakan karya penyelamatan yang dilakukan oleh Yesus Kristus, dan lain-lain), meneladani Yesus dalam melayani pasien (ramah kepada pasien, mengutamakan kasih, dan lain-lain).
Dalam mengupayakan penyembuhan secara rohani maupun medis, kita pasti akan menemukan banyak tantangan dan hambatan. Tantangan dan hambatan itu, tidak hanya dari pasien saja, tapi juga dari tenaga medis itu sendiri. Adapun tantangan dan hambatan yang mungkin akan kita temui dari sisi pasien itu sendiri adalah keraguan kepada tenaga medis, stress, keuangan, tidak memahami konsep penyembuhan, kurang berhikmat dalam memilih tempat penyembuhan (pergi berobat ke dukun), dikuasai iblis/dosa, tidak memiliki harapan, dan lain-lain. Kemudian dari sisi tenaga medis sendiri, yaitu kurangnya skill atau pengetahuan yang dimiliki, mengandalkan diri sendiri dalam tindakan yang dilakukan (tidak beriman dan tidak mengandalkan Kristus).
Comments