Persiapan PKK

IBADAH PERSIAPAN PKK






***

Persiapan PKK 1

Hari, Tanggal: Senin, 16 Januari 2023

Tempat: Via Zoom Meeting

Pembicara: Jacky Pelupessy S.T

MC: Frinth Azarya K.M (PSKH'21)


Materi: "Allah dan Manusia"

       Dalam kehidupan sebagai orang percaya,  pengenalan akan Allah adalah sesuatu yang sangat penting untuk diketahui. Dalam Wahyu 1:8 menjelaskan bahwa Allah adalah Alfa dan Omega yang artinya Dia sudah ada, sedang ada dan akan tetap ada untuk selama-lamanya. Allah adalah pencipta langit dan bumi  (Kej 1:1, Roma 1:20). Allah juga menyatakan diri-Nya melalui Anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus (Kol 1:15). 

       Ternyata, kurangnya pengenalan akan Allah mendatangkan efek domino yang begitu hebat dan berbahaya. Bermula dari keragu-raguan, muncul desakan atau paham dari luar yang mendukung keraguan para anak Tuhan, lalu mulai mempertanyakan keberadaan Tuhan ditambah dengan kenyataan hidup yang pahit. Semua ini menggiring orang pada fase mengkhianati Tuhan. Semua ini terjadi karena tidak ada ‘benteng’ di dalam pikiran yang menangkis semua filsafat kosong yang sia-sia. Kita perlu membangun sebuah ‘premis dasar’ yang baik mengenai Tuhan agar kita tidak mudah dikacaukan oleh pengajaran-pengajaran sesat (Ef. 4:14).

          Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (imagodei) (Kej 1:26). Manusia dibentuk dengan tangan Allah sendiri dan dihidupkan dari nafas kehidupan Allah serta memiliki kehendak dan pikiran. Ia menjadi ciptaan yang derajatnya lebih tinggi dari segala yang diciptakan-Nya (Master of Creature). Tujuan penciptaan manusia berdasarkan konteks Kejadian 1:26-28 yaitu manusia diciptakan untuk berhubungan dengan ciptaan yang lain dan juga kepada sesama manusia dimana Allah menghendaki manusia beranak cucu dan bertambah banyak memenuhi bumi. Allah menciptakan manusia untuk memenuhi rencana-Nya dan seluruh makhluk ciptaan-Nya memuliakan Dia.

           Hubungan manusia dengan Allah menurut Alkitab bagaikan seorang Bapa yang memandang kita sebagai anak-anak-Nya yang boleh duduk di pangkuan-Nya. Juga boleh berbicara kepada-Nya, mengeluarkan isi hati dan permintaan kita kepada-Nya, dan dapat menyatakan bahwa kita mengasihi-Nya.


~

Persiapan PKK 2

Hari, Tanggal: Kamis, 19 Januari 2023

Tempat: Via Zoom Meeting

Pembicara: Jacky Pelupessy S.T

MC: Tri Meilyati (PSKH'21)


Materi: "Dosa"

        Alkitab menjelaskan bahwa dosa sebagai penolakan manusia kepada Allah, ini termasuk tidak percaya kepada kebenaran-Nya, menolak kasih-Nya dan memberontak kepada kekuasaan-Nya. "Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Ia datang kepada milik kepunyaanNya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya"(Yoh 1:4,11). Tidak percaya kepada Allah,  menolak KasihNya dan memberontak terhadap otoritas Allah dalam kehidupan kita juga adalah dosa. Dosa adalah keadaan yang menyebabkan manusia terpisah dari Allah karena pikiran, sikap, perkataan, atau perbuatan yang salah (Mzm. 32:1-2)

        Dosa yang dilakukan oleh manusia akan mengakibatkan banyak hal. Pertama,  dosa akan merusak hubungan Allah dan manusia. Dosa juga akan merusak hubungan manusia dengan sesamanya serta dosa juga merusak hubungan manusia dengan alam ciptaan Tuhan. Dosa yang sejatinya adalah pelanggaran yang dilakukan akan merusak jati diri manusia sebagai ciptaan Allah. Kemudian yang terakhir bahwa dosa membawa kematian.


~

Persiapan PKK 3

Hari, Tanggal: Senin, 23 Januari 2023

Tempat: Via Zoom Meeting

Pembicara: dr. Gian C. Kalalembang S.Ked

MC: Venny Septiani S. (PSIK'21)


Materi: "Keselamatan"

       Keselamatan merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah kepada manusia melalui pengorbanan Putra TunggalNya. Dalam kehidupan manusia,  Dosa yang adalah pelanggaran terhadap kehendak Allah telah memisahkan manusia dan Allah.  Konsekuensi dari dosa itu sendiri adalah kematian atau maut. Allah mengaruniakan keselamatan kepada manusia melalui PutraNya,  Yesus Kristus (Yohanes 3:7, Roma 5 :10). kata keselamatan berhubungan dengan kelepasan rohani yang kekal. Ketika Paulus memberitahu kepala penjara Filipi bagaimana dia dapat diselamatkan, Paulus merujuk pada keadaan yang kekal (Kisah 16:30-31).Dalam doktrin Kristen mengenai keselamatan, kita diselamatkan dari “murka”; yaitu dari penghakiman Allah terhadap dosa (Roma 5:9;1 Tesalonika 5:9). Jadi keselamatan berarti dilepaskan atau dibebaskan dari hukuman, kutuk dan akibat-akibat dari dosa.

       Sebagai orang percaya, penting untuk mengetahui darimana keselamatan kita berasal. Dalam 2 timotius 1:9 dan titus 3:5 menjelaskan bahwa hanya Allah saja yang dapat menyingkirkan dosa dan melepaskan kita dari jerat dosa.  Keselamatan yang Allah nyatakan dalam kehidupan kita diberikan melalui PutraNya, Yesus Kristus yang disalib, mati dan kemudian bangkit kembali. Kemudian dalam kisah rasul 4:12 yang berbunyi "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." Artinya jalan untuk memperoleh keselamatan hanya ada satu saja yaitu melalui Yesus Kristus.

      Seseorang akan diselamatkan melalui iman dan kepercayaan mereka kepada Allah.  Dalam yohanes 4:6 berbunyi  "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (Yohanes 4:6). Jadi, tak seorang pun akan mencapai Kerajaan Sorga jika mereka tidak percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Percaya dalam hal ini meliputi pertobatan, perubahan pikiran tentang dosa serta berseru kepada Tuhan. 

          Menerima keselamatan, berarti kita juga menerima tanggung jawab. Tanggung jawab kita adalah menjaga seluruh hidup kita supaya tetap hidup dalam kesucian, kekudusan dan kebenaran Allah. Dengan menerima keselamatan maka kita tidak boleh lagi hidup seperti cara hidup yang lama, yaitu hidup dalam dosa. Sebab orang yang menerima keselamatan, tidak boleh lagi berbuat dosa. Menerima keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus artinya kita telah menerima kehidupan yang baru. Kita harus meninggalkan cara hidup yang lama, karena di dalam Kristus kita dilahirkan kembali.


~

Persiapan PKK 4

Hari, Tanggal:  Sabtu, 4 Februari 2023

Tempat: Via Zoom Meeting

Pembicara: Jacky Pelupessy S.T

MC: Frinth Azarya K.M (PSKH'21)


Materi: "Hidup Baru"

          Menerima Yesus adalah keputusan terpenting dalam hidup seseorang. Bila seseorang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya, maka ia akan memiliki hidup yang kekal (1Yoh. 5:11-12). Menerima Yesus juga berarti menerima Roh Kudus. “Karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita” (Gal. 4:6).

          Perubahan yang Revolusioner. Ia menjadi ciptaan baru. “Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2Kor. 5:17). Ia telah menerima pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam tempat orang-orang kudus. Hubungan yang Pasti dengan Allah. Hidup baru adalah suatu hubungan yang pasti dengan Allah. Hal ini tidak didasarkan pada perasaan kita, tetapi pada janji firman Allah, “kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu bahwa kamu memiliki hidup yang kekal” (1Yoh. 5:13). Memang dosa dapat menghalangi pesekutuan dengan Allah, tetapi tidak dapat menghancurkan hubungan itu. Perubahan yang Menyeluruh. Hidup baru mengubah setiap aspek kehidupan seseorang. Mulai dari motif dasar hidupnya, keinginan-keinginannya, bahkan seluruh keberadaannya. Tujuan hidupnya sekarang adalah menyenangkan Allah. “Baik kamu makan atau minum, ataupun melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah” (1Kor. 10:31).

          Secara sederhana, hidup baru dalam Kristus tak lebih dari sekadar meninggalkan pelanggaran dan dosa yang masih kita lakukan. Hidup baru dalam Kristus berarti tidak lagi menuruti keinginan daging yang menuntun ke dalam kebinasaan, tetapi hidup baru dalam tuntunan Roh Kudus setiap hari sebagai jawaban atas keselamatan yang telah Allah berikan melalui pengorbanan Anak Tunggal-Nya di kayu salib. Ini artinya kita harus mengizinkan Allah memindahkan kita dari kegelapan menuju ke dalam terang ajaib, yaitu kerajaan Anak-Nya (Kol. 1:13).

          Alkitab sangat jelas, kita menjadi satu dengan Allah dalam Kristus jika kita mengasihi dan menaati firman Allah. Kemurahan merupakan salah satu ciri hidup baru dalam Kristus. Alkitab mengatakan bahwa jika kita tidak memiliki kemurahan atau tidak dapat mengasihi tanpa syarat, kita belum berada dalam Kristus. "Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna." (1Kor. 13:2) Sebab tanpa kasih, kita bukan siapa-siapa dan akan selama-lamanya bukan siapa-siapa. Hidup baru dalam Kristus berarti "rela" terus-menerus diperbarui. Barang siapa berada dalam Kristus, dia tidak hanya mengalami satu pengalaman pertobatan, tetapi juga terus-menerus berseru pada Tuhan untuk diubah dan diperbarui oleh Roh Kudus. Doa mereka setiap hari adalah, "Tuhan, bersihkanlah diriku dari setiap noda dosa, jadikan aku anak yang berkenan pada-Mu!" "Jadi siapa yang ada dalam Kristus, dia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." (2Kor. 5:17) Keselamatan yang kita terima bukanlah karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, melainkan karena kasih karunia-Nya semata, itu murni 100% prakarsa Allah. Meninggalkan tabiat manusia lama dan mencoba hidup baru dalam Kristus merupakan sebuah proses yang tak langsung bisa sempurna, tetapi itulah yang Allah kehendaki harus terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.

Comments