IBADAH PERSEKUTUAN BESAR

  Ibadah Persekutuan Besar

11 Februari 2023


Hari, Tanggal : Sabtu,  11 Februari 2023

Waktu             : 16.00 WITA

Tempat            : Via Zoom Meeting

Pembicara      : Pdm. Peter Theocharis S.Th

Tema               :  Love is not LGBT

Pelayan :

MC : Artesya Juliana Saragih (Psi’21)

Pemerhati : - Islamia Syara Syam (Psi’22)

  - Viola Sherissa (Psi’22)

Operator : Rosita Pongtasik (PDU’22) 

Tim Pendoa.    :

  • Jesinta Kalalembang (Fisio'22) 
  • Angelique Miscellany Kynanti Mahulette (Fisio'22) 
  • Fenny Buntu Madika (PSIK'22) 
  • Carina Liora Sandra Sinae (PSIK'22)

 

   

      




***

“Love is not LGBT”

LGBT adalah orang-orang yang dikelompokkan berdasarkan ketertarikan seksual yang dikatakan menyimpang dari yang seharusnya. Alkitab memandang seksualitas dalam 3 hal, yaitu inisiatif Allah, seks adalah hal kudus, dan seks terjadi dalam ikatan pernikahan. Ketika sepasang pria dan wanita masuk dalam pemberkatan nikah mereka sedang mengerjakan perintah Allah untuk beranak cucu dan seks itu menjadi kudus (Kejadian 1:28). Namun, banyak orang memandang seks hanya sebagai alat pemuas kesenangan atau nafsu semata padahal seks adalah sesuatu yang kudus. Orang-orang yang jatuh dalam dosa LGBT pun sebenarnya memiliki pandangan yang salah terhadap seks sehingga mereka tidak memperhatikan asas-asas yang seharusnya atau yang sesuai dengan firman Tuhan. 

Saat ini kita sedang menghadapi dunia post modern dimana kebenaran itu dianggap sebagai sesuatu yang relatif, artinya setiap orang itu merasa mereka memiliki kebenaran masing-masing sehingga orang-orang menjadi tidak peduli lagi dengan apa yang dikatakan oleh firman Tuhan (2 Timotius 4:3). Hal inilah salah satu faktor yang mengakibatkan munculnya LGBT. LGBT adalah sesuatu hal yang melenceng dari kebenaran firman Tuhan (Matius 19:4). Alkitab menolak LGBT karena sejak awal Allah menciptakan laki-laki dan perempuan, LGBT merupakan suatu kekejian dan hukuman dosa LGBT adalah hukuman mati (Imamat 18:22). Terdapat beberapa hal yang membuat seseorang dapat jatuh ke dalam kelompok LGBT, yang pertama adalah dosa. Dosa membuat manusia kehilangan kemampuan untuk membedakan mana yang menjadi kehendak kerinduan Allah dan mana yang bukan. Bukan hanya karena natur dosa, orang-orang dapat menjadi kelompok LGBT karena seseorang yang kurang mengalami kasih dan mendapatkan pengalaman-pengalaman buruk. 

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam meresponi atau menyikapi kaum LGBT sebagai orang percaya. Tuhan sangat mengasihi kita manusia, termasuk mereka yang jatuh ke dalam dosa LGBT. Oleh karena itu, hal yang dapat kita lakukan adalah membawa mereka yang jatuh ke dalam dosa LGBT untuk bertemu dan mengalami Tuhan secara pribadi. Tunjukkan kasih Tuhan kepada mereka dengan cara memberikan kasih kepada mereka dengan cara jangan menjauhi mereka. Kita tidak menerima dosa mereka, tetapi kita mengasihi pribadi mereka. Anggap mereka sebagai pribadi yang berharga dan berdoalah untuk mereka. Agar kita bisa dijauhkan dari dosa LGBT, maka hal yang bisa kita lakukan adalah sadarilah bahwa Tuhan sangat mengasihi kita dan datanglah mendekat kepada Tuhan.

Comments