Ibadah Persekutuan Besar
21 Mei 2022
Hari, Tanggal : Sabtu, 21 Mei 2022
Waktu : 16.00 WITA
Tempat : Via Zoom Meeting
Pembicara : Pdt. dr. Simon Tarigan, Sp. THT, M,Th
Tema : Medical Mission on Call
Pelayan :
MC : Martha Stefanie Sitanggang (KH '21)
Pendamping MC : Elein Datu Seru (PDU '18)
Gitaris : - Amelyani Devlin (PDU '20)
- Gad Saung (Psikologi '21)
Singers : - Frinth Azarya K. Ngopo (KH '21)
- Christin Oktavia (KH '21)
- Isayanti Parung (Psi '21)
- Wiriko Biraku (D4 Terapis Gigi '21)
Pendamping Pemusik : Matthew Adrian Purba (PDU '19)
Pemerhati : - Inka Srinugraha (PSIK '21)
- Inaztasya P (PSIK '21)
Operator : Ronal Samuel Dendang (PDU '21)
Moderator : Ennia Yuniarti B. R. Bancin (PDU 19)
Narasumber : - Purwanto
- Kinanthi Lebdawicaksaputri
Kalau kita berbicara misi itu adalah sesuatu yang luas, tetapi jikalau kita berbicara misi itu sesuai dengan profesi kita yaitu bagaimna kita bermisi, maka yang penting kita ingat adalah yang pertama bahwa misi kita itu haruslah misi yang sesuai dengan apa yang alkitab katakan tentang kita sebagai orang kristen dalam bermisi, jadi yang pertama yaitu harus ada kesadaran dari diri sendiri untuk memperdalam iman percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, yang sudah menyelamatkan kita dan sekarang memanggil kita untuk boleh menjadi partner-Nya menyampaikan kabar baik kepada orang lain, Kemudian yang kedua harus juga diketahui bahwa ada yang namanya pemuridan karena mustahil kita bermisi tanpa adanya pemuridan itu, orang-orang yang pergi bermisi adalah orang yang sudah dimuridkan, belum tentu semua orang kristen itu sudah dimuridkan, di dalam perintah-Nya sebelum naik ke surga, Yesus bukan memerintahkan kita untuk membaptis orang walaupun kata baptis memang kata perintah, disana hanya ada satu perintah yaitu menjadikan murid bukan membaptis, perintah-Nya hanya satu yaitu jadikan murid. Kemudian selanjutnya adalah pasti ada PI atau yang biasa disebut dengan evangelism, itu adalah bagaimana melalui pelayanan medis kita bisa menjadi saksi kristus bagi orang-orang yang membutuhkan. Selanjutnya ada misi, kita memobilisasi semua sumber daya yang ada baik uang, tenaga, dokter-dokter, perawat, untuk itu kita pergi apakah secara par time atau menjadi volunteer seperti kegiatan baksos yang mungkin kita pernah ikuti. Kemudian yang terakhir kita harus mengembangkan suatu value, valuenya adalah ketika kita mengikuti ibadah kita mempersiapkan diri untuk dipakai oleh Tuhan agar ketika nantinya kita sudah menjadi dokter atau tenaga medis lainnya kita telah siap untuk menjadi pelayan Tuhan dalam bidang misi.
Adapun bentuk bentuk dalam menjalankan profesi sebagai tenaga medis yaitu kita sebagai perawat, dokter, fisioterapi dan tenaga medis lainnya itu adalah ladang misi, jadi bermisi itu bisa di semua tempat, terkadang kita berpikir bahwa bermisi itu hanya ketika kita kita menjalankan misi diluar Indonesia dan kalau di dalam Indonesia berarti kita tidak bermisi, tetapi sebenarnya tidak seperti itu, dalam Kisah Para Rasul disitu dikatakan bahwa kita ini menjadi saksi di Yerusalem, Yudea, Samaria, dan sampai ke ujung bumi, jadi ketika dimana Tuhan tempatkan kita maka disitulah kita bermisi. Bermisi bukan hanya dengan keluar kota, tetapi di tempat kita tinggal pun kita bisa melayani dan juga ketika kita masih menjadi mahasiswa kita bisa bermisi bahkan sebagai orang kristen bermisi yang kita bisa lakukan yaitu dengan menjadi pendoa, bermisi kita perlu mendoakan suku-suku itu, kita perlu mendoakan orang-orang yang pergi ke suku-suku. Kita juga bisa menjadi mobilisator, mobilisator ini adalah orang yang menjelaskan ke orang percaya lainnya misalnya kita sudah tahu terkait bermisi itu, nah kita bisa menjadi mobilisator dengan memberitahukan ke orang-orang percaya yang lain bahwa masih banyak suku-suku yang belum mengenal Tuhan Yesus, karena Tuhan Yesus mau kita semua menjadi saksinya, jadi kita memobilisasi orang lain agar dapat terlibat dalam pelayanan ini.
Dalam berbagai usaha yang kita lakukan dalam bermisi sebagai profesi medis, tentu kita akan diperhadapkan dengan berbagai tantangan dan hambatan. Rasa takut yang kita hadapi dikarenakan kita tidak tahu dan juga kita berpikir bahwa apa yang kita lakukan ini terlalu berat, untuk itu kita perlu mengenal Tuhan kita, kita perlu tahu bahwa Tuhan kita itu hebat yang akan senantiasa menyertai kita, ada Roh kudus yang memampukan kita. Dalam 2 Tim 1:7 Rasul Paulus berkata kepada Timotius ketika Dia mengingatkan Timotius untuk memberitakan injil, Paulus ingatkan bahwa Allah kita itu menganugerahkan kita bukan Roh ketakutan melainkan Roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban, jadi Roh yang dikasih sama kita itu membuat kita menjadi kuat, lebih semangat dan punya keberanian. Menghadapi kondisi di lapangan juga menjadi tantangan dalam bermisi, kadang ketika kita datang di masyarakat yang punya budaya tertentu terkadang hal itu membuat kita terganggu, misalnya dalam berbahasa, cuaca, budaya mereka yang membuat kita tidak nyaman, untuk itu kita harus selalu sabar dalam menghadapi setiap situasi dan kondisi yang terjadi di lingkungan tersebut. Waktu yang panjang juga menjadi salah satu tantangan dalam bermisi karena terkadang kita sudah lama bertemu dengan orang itu tetapi menurutnya kita masih belum ada pertumbuhan dari dia, oleh karena itu kita harus tetap sabar, kita tetap menabur benih karena itulah pekerjaan pelayanan kita kepada Tuhan.



Comments