Ibadah Persekutuan Besar
Waktu : 11 September 2021
MC : Dea Beatrice (PDU'19)
Operator : Meyke Theresia (FKG'20)
Pembicara : Jackie Pelupessy, S.T
Pemerhati : 1. Rachel Gloria (KH'18)
2. Destasya Mallua (PSIK'19)
“Kristologi”
Sebagai seorang Kristen, kita tentu mengenal sosok Yesus Kristus. Namun,
tidak sekedar tahu saja, apakah kita
betul-betul ‘mengenal’ Yesus Kristus yang adalah Tuhan dan Juruselamat kita?
Ada banyak cara untuk mengenal lebih dekat terkait Kristus, salah satunya ialah
dengan mempelajari tokoh Kristus dari sisi ilmu pengetahuan atau yang sering
disebut Kristologi. Kristologi adalah cabang ilmu teologi yang membicarakan
tentang posisi Yesus Kristus di dalam agama Kristen, dengan mempelajari
Kristologi kita dapat mengenal lebih dalam lagi pribadi Yesus Kristus sebagai
Tuhan dan Juruselamat kita yang hidup.
Dalam
mengenal Yesus, kita perlu mengetahui biografi Yesus yang umumnya dikenal
sebagai Yesus Anak Daud (silsilah keturunannya dapat kita temukan dalam kitab Mat
1:1-17). Dia datang ke dalam dunia dengan satu visi yaitu untuk menyelamatkan
manusia (seperti dalam Yoh 3:16). Pribadi Yesus sudah ada bahkan sejak
perjanjian lama, diindikasikan dengan nama-nama seperi Elohim, Yahwe, Adonai, dan dapat juga kita lihat pada
penampakan-penampakan dimana Allah menyatakan diri-Nya dalam bentuk manusia /
penulisan Alkitab terkait kata Malaikat. Sementara itu, di dalam perjanjian
baru ditegaskan bahwa Yesus ialah pribadi kedua dari Tri Tunggal dan Dia adalah
Allah itu sendiri. Selain itu, dikatakan juga bahwa Kristus adalah pribadi yang
berada di atas semua ciptaan (Protokos)
dan Dia juga berada secara Praeksistensi
(tidak memiliki titik permulaan).
Selain
mengetahui biografi Yesus, perlu juga kita kenali kepribadian-Nya baik itu dari
naturnya sebagai manusia dan juga sebagai Allah. Dari sisi kemanusiannya, kita
dapat mengetahui bahwa Dia adalah seutuhnya manusia dengan melihat beberapa hal
seperti: Dia memiliki nama seperti manusia pada umumnya, yaitu Yesus, Anak Daud
(dapat kita lihat juga silsilah keturunan-Nya dalam Mat 1:1-17); Ia juga
memiliki tubuh sama seperti manusia (1 Yoh 1:1) bahkan orang-orang disekeliling-Nya
sungguh melihat dan menyatakan Dia sebagai manusia biasa (Yoh 9:16;19:5, Kis
3:22); Ia menjalani kehidupan seperti manusia biasa lainnya (Dia berbicara
dalam bahasa manusia, menjalani keterbatasan sebagai manusia seperti merasakan
lapar, haus, lelah, sedih, tertekan, ketidaktahuan hingga mengalami kematian),
dan yang terakhir Yesus sendiri menyatakan diri-Nya sebagai manusia (Yoh 8:40).
Setelah
mengenal sisi kemanusian Kristus, kita juga perlu mengenal sisi keilahiannya
agar kita dapat tetap percaya seutuhnya bahwa dia juga sepenuhnya adalah
seorang Allah. Contohnya dari berbagai kesaksian
tokoh-tokoh di dalam Alkitab (pengakuan para murid, Elizabeth, hingga pengakuan
Malaikat), dari pengakuan Yesus sendiri, dari pengakuan Allah Bapa, bahkan
iblis dan roh jahat pun mengakui bahwa Yesus adalah Allah. Yesus juga
mengerjakan pekerjaan-pekerjaan Allah seperti mencipta, menopang,
menyelamatkan, membangkitkan orang mati, menghakimi, mengutus Roh Kudus, dan
membangun Gereja-Nya. Tak hanya itu, Dia juga memiliki sifat-sifat
keilahian yang nyata seperti kekal, suci, Mahakuasa, Mahatahu, Mahaada, dan tidak berubah.
Apabila
kita sudah mengenal pribadi Kristus yang adalah 100% manusia dan juga 100%
Allah, kita dapat merespon pengenalan dan pemahaman kita terkait Kristus dengan
percaya bahwa Kristus adalah Allah yang menjadi manusia untuk menebus manusia
dari dosa, Dia adalah satu-satunya Tuhan dan Juruselamat manusia oleh karena itu
di dalam Dia berlaku pengampunan. Selain itu, kita harus percaya bahwa
kehidupan kita dan masa depan kita ada di tangan-Nya. Tak cukup hanya percaya
saja, kita juga perlu terus belajar untuk mengenal dan memahami kehendak-Nya
dengan cara belajar dari firman-Nya agar kita tidak jatuh ke dalam paham-paham
yang salah tentang Dia, dan yang terakhir kita dapat menjadi saksinya dengan
cara membagikan apa yang kita ketahui tentang Dia kepada orang lain.





Comments