Ibadah Persekutuan Besar

Tanggal : 20 Maret 2021

Tema : Medical Ministry Starter Kit

Tempat : Rumah masing-masing (via zoom)

MC : Septrina Kurniatika (PDU'18)

Pembicara : Pdt. dr. Simon Tarigan, Sp. THT, M.Th

Moderator : Dhance Ariana P., S.Psi 

Narasumber : - Melinda Trisna Pulung, S.Kep., Ns 

                         - drh. Mesak Meljers, S.KH






Resume 

    Dalam kehidupan kita sebagai murid Kristus yang memiliki panggilan untuk menjadi seorang tenaga medis, Tuhan mau kita mengerjakan panggilan kita untuk melayani banyak orang berdasarkan pelayanan kasih. Sama seperti Tuhan Yesus yang sudah mengasihi kita, dia ingin kita membagikan kasih itu sebagai seorang pelayan medis Kristen.

    Injil Lukas merupakan injil yang sangat cocok paling tepat untuk setiap petugas medis Kristen.  Seperti yang kita tahu, Lukas adalah seorang tabib, ia melayani untuk menyembuhkan orang-orang sakit. Bagaimana dia memandang  tugasnya sebagai seorang tabib dapat kita lihat di dalam kitab Lukas, dimana dia banyak menceritakan terkait pelayanan bagi orang-orang sakit, orang-orang miskin, orang-orang terhilang, dan itu semua menggambarkan kasihnya untuk orang-orang yang mengalami penderitaan. Dan kita dapat menjadikan pandangan dari Lukas sebagai contoh yang dapat kita pedoman untuk melayani sebagai tenaga medis.  Melalui Lukas 1:1-4, kita diajarkan bahwa  tidaklah penting apa yang kita kerjakan untuk Tuhan, yang terlebih penting adalah melakukan apa yang Tuhan suruh untuk kita kerjakan bagi Dia.

    Untuk menjadi seorang  tenaga medis Kristen, kita perlu diperlengkapi sebelum masuk kedalam lading pelayanan kita. Penting bagi kita untuk memiliki suatu kualitas rohani atau spiritualitas yang menjadi identitas kita sebagai murid Kristus yang bekerja sebagai pelayan medis.  Bentuk aplikatif dari kualitas rohani kita sebagai pelayan medis Kristen dapat kita perlihatkan melalui 6 cara, yaitu; Melayani dengan segenap hati, Menjadi garam dan terang, Bersukacita di dalam panggilan Tuhan, Mempercayakan hidup kita kepada Tuhan, Menjaga relasi dengan Tuhan, dan Memelihara kode etik profesi kita.

    Dalam menjadi seorang tenaga medis Kristen, tidak dapat kita pungkiri bahwa pasti akan ada tantangan yang kita jumpai dalam menjalankan tugas kita. Diantaranya, mempertahankan kualitas rohani kita sebagai tenaga medis Kristen, kita seringkali lupa identitas kita sebagai murid kristus sehingga  mudah terbawa arus, lalai dalam memelihara kode etik profesi kita, terlalu sibuk hingga melupakan tugas kita untuk menyebarkan kabar baik bagi orang lain, bahkan ada juga tantangan dari luar seperti dari rekan kerja maupun lingkungan pekerjaan.

    Ketika kita diperhadapkan dengan tantangan-tantangan seperti itu, kadang kita bersungut-sungut dan tidak senang dengan keadaan yang kita alami. Namun dibalik tantangan tersebut, kita harus selalu mengingat bahwa Tuhan mau kita bertumbuh melalui setiap tantangan yang kita alami. Oleh sebab itu, dalam menghadapi tantangan di dalam tugas kita, kita harus tetap bersukacita dan tetap menjadi pembawa damai bagi orang lain. Sejak awal, kita juga harus selalu ingat, bahwa yang paling penting ialah memiliki persekutuan yang baik dengan Tuhan dan juga sesame kita sehingga kita sejak awal diperlengkapi dan mampu mengangkat tugas pelayanan kita sebagai seorang tenaga medis Kristen dengan penuh sukacita. 

Comments