IBADAH PERSEKUTUAN BESAR

 "DOSA"


Tanggal : 18 Oktober 2020

Tema PB : Dosa

Tempat PB : Rumah Masing-Masing Via Zoom

Pembicara
Ev. Petrus Kondorura, ST., M.Th., Kons.

MC
Yizrielsa Tappi  (FKG'19)

Pemerhati
Femmy Gelia (PSKH'18)
Novita Mananna (Psikologi'19)







PENGUTUSAN ALUMNI



RESUME

Ada banyak ayat Firman Tuhan yang berbicara mengenai dosa. Mulai dari Kejadian 6:5 ; 8:21 - segala kecenderungan hati yang belum dibarui, Amsal 24 : 9 - memikirkan kebodohan, Roma 14:23 - segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, 1 Yoh. 3:8; Yoh 8:44 - berasal dari iblis, Yakobus 1:15 - buah dari keinginan sendiri. Dosa ialah kegagalan, keleiruan atau kesalahan, kejahatan, pelanggaran, tidak menaati hukum Allah, kelaliman atau ketidakadilan dalam segala bentuknya.

Dosa telah ada di alam semesta sebelum Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Ini terbukti dari hadirnya penggoda itu di Taman Eden dengan godaannya. Tetapi, Alkitab tidak memberikan keterangan tentang kejatuhan iblis dan malaikat - malaikatnya ke dalam dosa, kecuali asal mula dosa dalam kaitannya dengan manusia.

Dosa Adam dan Hawa berakibat pada sikap manusia terhadap Allah, sikap Allah terhadap manusia, dan akibat terhadap umat manusia. Perubahan sikap Adam dan Hawa terhadap Allah menunjukkan pemberontakan yang terjadi dalam hati mereka. Padahal manusia diciptakan untuk hidup di hadapan Allah dan dalam persekutuan dengan Dia. Tapi setelah mereka jatuh ke dalam dosa, mereka gentar berjumpa dengan Allah. Rasa malu dan ketakutan yang sekarang merajai hati mereka menunjukkan bahwa perpecahan sudah terjadi.

Perubahan juga terjadi pada sikap Allah terhadap manusia. Hajaran, hukuman, kutukan dan pengusiran dari Taman Eden menandakan perubahan itu. Dosa timbul pada satu pihak, tetapi akibat - akibatnya melibatkan kedua pihak. Dosa menimbulkan amarah dan kegusaran Allah dan memang harus demikian sebab dosa bertentangan mutlak dengan hakikat Allah. Mustahil Allah masa bodoh terhadap dosa karena mustahil pula Allah menyangkali diriNya sendiri.

Sejarah umat manuisa berikutnya melengkapi daftar kejahatan (Kej 4:8, 19, 23, 24; 6:2, 3, 5). Timbulnya kejahatan yang merajalela itu mencapai kesudahannya dalam pemusnahan umat manusia, kecuali 8 orang. Kejatuhan ke dalam dosa berakibat tetap dan menyeluruh, tidak hanya menimpa Adam dan Hawa tetapi juga menimpa segenap keturunan.

Dalam Alkitab Perjanjian Baru ada disebutkan mengenai macam - macam dosa, yaitu : hawa nafsu (1 Korintus 6:15), kerakusan (1 Timotius 6:10), ketamakan (Ibrani 13:5), kemalasan (Amsal 21:25), kemarahan (Pengkhotbah 7:9), iri hati (Yakobus 3:16), kesombongan (Yesaya 2:11)

Bagaimana respon kita terhadap dosa ? 

Dalam Yoh. 8:11, Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” Seharusnya respon kita terhadap dosa ialah datang kepada Tuhan, mengakui dosa dihadapanNya dan meninggalkan dosa. Sebab ketika kita datang kepada Tuhan, kita diampuni, dibenarkan dan dimemerdekakan dari dosa. Ketika kita belum mengundan Yesus dalam kehidupan kita maka kita akan terus terbelenggu dalam dosa.

Comments