"Tegar dalam Kegentaran"
Tempat PB : Rumah Masing-Masing Via Zoom
MC
Adinda Permata L. (PSIK'18)
Pemerhati
Deby Sepang Pabuntang (PDU'17)
Dinda Samuel (PSIK'18)
Belajar dari kisah
Sadrakh, Mesakh dan Abednego dalam Daniel 3 : 16 – 18 dimana saat itu posisi
mereka sebagai orang buangan, mereka diperintahkan untuk menyembah patung dan
ada hukuman yang menanti mereka saat mereka tidak menyembah patung. Teladan
mereka ini menjadi contoh bagaimana kita seharusnya melihat kepada diri kita
ketika menghadapi suatu masalah. Sebagai masyarakat Indonesia tentunya kita
juga gentar terhadap pandemi sekarang ini. Bahkan, Tuhan Yesus sebagai Tuhan
dan manusia juga pernah mengalami kegentaran, Dia takut ajaranNya ditolak para
Imam, dan ketika Yohanes Pempabtis dibunuh.
Dalam pandangan
Alkitab, ketika menghadapi kegentaran, ada 3 hal yang bisa terjadi yaitu :
dilepaskan dari masalah, dilepaskan dari dalam masalah, dan bisa juga masalah
diperburuk oleh teman – teman yang berbeda. Kisah Sadrakh, Mesakh dan Abdenego
ialah sebuah contoh dilepaskan dari dalam masalah, mereka masuk terlebih dulu
ke dalam masalah (perapian) lalu dilepaskan dari masalah itu. Dari kisah ini
kita tahu bahwa, Tuhan bukan saja menghindarkan kita dari masalah tapi juga
mengizinkan masuk ke dalam masalah dan mengangkat kita dari dalam masalah itu.
Selain itu, masalah yang kita hadapi juga dapat diperburuk oleh teman - teman
yang berbeda, seperti dari kisah Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjadi semakin
memburuk keadaannya ketika ada orang di
Babel yang melaporkan mereka pada raja.
Tetap tegar dalam
menghadapi kegentaran/masalah tentu memiliki hambatan, seperti rasa takut yang
masing – masing dimiliki oleh tiap orang. Rasa takut merupakan sifat alamiah
namun terlalu takut (worry) dilarang oleh Alkitab (Yesus mengajarkan
untuk tidak khawatir; khawatir dalam hal ini berupa perasaan yang terlalu
khawatir sehingga membuat tidak berdaya/tidak tegar), ketika kita takut kita
justru lebih melihat kepada masalah dan
melupakan Tuhan, yang sebenarnya Tuhan lebih besar dari masalah itu.
Bagaimana cara
untuk tetap tegar dalam kegentaran ?
Cara untuk tetap tegar dalam menghadapi kegentaran/ masalah yang dihadapi yaitu
dengan berpegang pada janji Allah, fokus pada tujuan seperti Sadrakh, Mesakh
dan Abednego tetap berfokus pada tujuan bahwa mereka akan dilepaskan dari
masalah. Selain itu, ketika menghadapi kegentaran/masalah jangan menghadapinya
sendiri, tetapi berbagilah dengan teman sehingga dapat memberi kekuatan. Dari
Daniel 3 : 17 – 18 kita belajar juga bahwa cara untuk tetap tegar ialah dengan
bergantung pada Allah, yaitu bukan hanya percaya Allah akan melepaskan dari
masalah, namun seandainya tidak dilepaskan juga tetap percaya pada Allah.
Keadaan kadang tidak seperti yang diharapkan namun di situasi itu apakah kita
masih mempercayai Tuhan
Tokoh Alkitab yang dapat diteladani untuk tetap tegar dalam kegentaran misalnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego dimana mereka punya iman yang sangat revolusioner yaitu ketika mereka berkata seandainya tidak dilepaskan dari masalah, mereka tetap percaya pada Tuhan. Daniel, ketika dimasukkan dalam lubang singa, tetap tegar. Abraham, merasakan kegentaran ketika anaknya harus dipersembahkan kepada Tuhan, namun ia tetap taat dan terus berjalan. Paulus, berkali – kali ingin dibunuh, namun ia tetap pergi menginjili. Yesus mengalami kegentaran ketika hendak disalibkan, namun Yesus tetap menjalani semua proses di kayu salib.




Comments