IBADAH PERSEKUTUAN BESAR

"Tegar dalam Kegentaran"


Tanggal : 12 September 2020

Tema PB : Tegar dalam Kegentaran

Tempat PB : Rumah Masing-Masing Via Zoom

Pembicara
dr. Simon Tarigan, Sp.THT., M.Th.

MC
Adinda Permata L.  (PSIK'18)

Pemerhati
Deby Sepang Pabuntang (PDU'17)
Dinda Samuel (PSIK'18)



PENGUTUSAN ALUMNI DAN PEMIMPIN KELOMPOK KECIL




RESUME

Belajar dari kisah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dalam Daniel 3 : 16 – 18 dimana saat itu posisi mereka sebagai orang buangan, mereka diperintahkan untuk menyembah patung dan ada hukuman yang menanti mereka saat mereka tidak menyembah patung. Teladan mereka ini menjadi contoh bagaimana kita seharusnya melihat kepada diri kita ketika menghadapi suatu masalah. Sebagai masyarakat Indonesia tentunya kita juga gentar terhadap pandemi sekarang ini. Bahkan, Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan manusia juga pernah mengalami kegentaran, Dia takut ajaranNya ditolak para Imam, dan ketika Yohanes Pempabtis dibunuh.

Dalam pandangan Alkitab, ketika menghadapi kegentaran, ada 3 hal yang bisa terjadi yaitu : dilepaskan dari masalah, dilepaskan dari dalam masalah, dan bisa juga masalah diperburuk oleh teman – teman yang berbeda. Kisah Sadrakh, Mesakh dan Abdenego ialah sebuah contoh dilepaskan dari dalam masalah, mereka masuk terlebih dulu ke dalam masalah (perapian) lalu dilepaskan dari masalah itu. Dari kisah ini kita tahu bahwa, Tuhan bukan saja menghindarkan kita dari masalah tapi juga mengizinkan masuk ke dalam masalah dan mengangkat kita dari dalam masalah itu. Selain itu, masalah yang kita hadapi juga dapat diperburuk oleh teman - teman yang berbeda, seperti dari kisah Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjadi semakin memburuk keadaannya ketika  ada orang di Babel yang melaporkan mereka pada raja.

Tetap tegar dalam menghadapi kegentaran/masalah tentu memiliki hambatan, seperti rasa takut yang masing – masing dimiliki oleh tiap orang. Rasa takut merupakan sifat alamiah namun terlalu takut (worry) dilarang oleh Alkitab (Yesus mengajarkan untuk tidak khawatir; khawatir dalam hal ini berupa perasaan yang terlalu khawatir sehingga membuat tidak berdaya/tidak tegar), ketika kita takut kita justru lebih melihat kepada masalah  dan melupakan Tuhan, yang sebenarnya Tuhan lebih besar dari masalah itu.

Bagaimana cara untuk tetap tegar dalam kegentaran ?
Cara untuk tetap tegar dalam menghadapi kegentaran/ masalah yang dihadapi yaitu dengan berpegang pada janji Allah, fokus pada tujuan seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego tetap berfokus pada tujuan bahwa mereka akan dilepaskan dari masalah. Selain itu, ketika menghadapi kegentaran/masalah jangan menghadapinya sendiri, tetapi berbagilah dengan teman sehingga dapat memberi kekuatan. Dari Daniel 3 : 17 – 18 kita belajar juga bahwa cara untuk tetap tegar ialah dengan bergantung pada Allah, yaitu bukan hanya percaya Allah akan melepaskan dari masalah, namun seandainya tidak dilepaskan juga tetap percaya pada Allah. Keadaan kadang tidak seperti yang diharapkan namun di situasi itu apakah kita masih mempercayai Tuhan

Tokoh Alkitab yang dapat diteladani untuk tetap tegar dalam kegentaran misalnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego dimana mereka punya iman yang sangat revolusioner yaitu ketika mereka berkata seandainya tidak dilepaskan dari masalah, mereka tetap percaya pada Tuhan. Daniel, ketika dimasukkan dalam lubang singa, tetap tegar. Abraham, merasakan kegentaran ketika anaknya harus dipersembahkan kepada Tuhan, namun ia tetap taat dan terus berjalan. Paulus, berkali – kali ingin dibunuh, namun ia tetap pergi menginjili. Yesus mengalami kegentaran ketika hendak disalibkan, namun Yesus tetap menjalani semua proses di kayu salib.

Comments