" Heart Of The Christian Life "
Tanggal : 30 November 2019
Tema PB : Heart of The Christian Life
Tempat PB : Jln. Telkomas Square (Rumah Mayang FKG '18)
Pembicara
MC
Jetliani Nicepa Doran (PSIK' 16)
Singers
Dhea Hera Rantetasak (Psikologi’ 18)
Windi Winarta (Psikologi' 18)Yemima P. (PDU' 18)
Tamara Gabriela (PDU' 18)
Pemusik
- Gitaris
Deby Sepang (PDU' 17) dan Trifena Rannu B. (Psikologi'18)
- Cajonis
Anugrah Pratama T. (PDU' 18)
Pemerhati
Elisie Sentosa (FKG'18)
Indah Permata Sari (PSIK'18)
Apakah kita tau apa yang menjadi jantung dari kehidupan seorang kristen? Ya, Doa.
Perlu dipahami, Doa merupakan suatu landasan hidup, kekuatan, langkah pertama dan utama, ungkapan semua kelah kesuh, serta suatu alat komunikasi dengan Allah sehingga terbangun relasi antara manusia dan Allah.
Bangsa Israel merupakan bangsa yang sering berpindah-pindah sehingga mereka mendirikan suatu kema pertemuan agar dapat berdoa kepada Allah, tetapi setelah Bangsa ini memasuki tanah perjanjian akhirnya mereka membangun suatu kema yang sampai saat ini dikenal sebagai bait Allah. Dalam perkembangannya, Doa terbagi kedalam beberapa jenis seperti Doa liturgis atau tertulis, Doa musiman, Doa meditasi atau komplentasi, Doa syafaat, Doa mendengar dan adapula doa sesuai dengan Konteks Ibadah yaitu Doa Liturgis, Doa non-liturgis dan Doa kharismatik.
Mari, kita tunjukkan sikap dan cara yang benar dalam berdoa yaitu kita memandang Allah sebagai Bapa, Memiliki Hati yang bersih, Hormat Kepada Tuhan, Mengampuni kesalahan orang lain, Tidak suka pamer pada orang lain, punya Iman, Tidak bertele-tele serta tidak munafik karena doa merupakan kehendak Tuhan, membuat kita lebih mengenal Allah, menolong kita dari Iblis yang suka menghancurkan orang-orang percaya dan menunjukkan ketergantungan dan ketidakmampuan kita tanpa Allah.
Perlu dipahami, Doa merupakan suatu landasan hidup, kekuatan, langkah pertama dan utama, ungkapan semua kelah kesuh, serta suatu alat komunikasi dengan Allah sehingga terbangun relasi antara manusia dan Allah.
Bangsa Israel merupakan bangsa yang sering berpindah-pindah sehingga mereka mendirikan suatu kema pertemuan agar dapat berdoa kepada Allah, tetapi setelah Bangsa ini memasuki tanah perjanjian akhirnya mereka membangun suatu kema yang sampai saat ini dikenal sebagai bait Allah. Dalam perkembangannya, Doa terbagi kedalam beberapa jenis seperti Doa liturgis atau tertulis, Doa musiman, Doa meditasi atau komplentasi, Doa syafaat, Doa mendengar dan adapula doa sesuai dengan Konteks Ibadah yaitu Doa Liturgis, Doa non-liturgis dan Doa kharismatik.
Mari, kita tunjukkan sikap dan cara yang benar dalam berdoa yaitu kita memandang Allah sebagai Bapa, Memiliki Hati yang bersih, Hormat Kepada Tuhan, Mengampuni kesalahan orang lain, Tidak suka pamer pada orang lain, punya Iman, Tidak bertele-tele serta tidak munafik karena doa merupakan kehendak Tuhan, membuat kita lebih mengenal Allah, menolong kita dari Iblis yang suka menghancurkan orang-orang percaya dan menunjukkan ketergantungan dan ketidakmampuan kita tanpa Allah.



Comments