RENUNGAN

Kali ini Nafiri Crew mendapat kiriman berupa renungan dari Kak dr. Mikael Sri Pabilang (PDU' 07). Semoga menjadi berkat bagi PMKerz 😇





PRESENT FROM GOD

Pada era modern ini, masih banyak orang yang menganggap enteng akan pentingnya memahami prinsip-prinsip keselamatan yang dikaruniakan Allah kepada manusia. Kebanyakan orang, termasuk beberapa orang Kristen, lebih memilih menghabiskan sisa hidupnya dengan berusaha keras memperoleh kepuasan kedagingannya (mengejar harta, kedudukan dll) sehingga mereka mengabaikan ‘kado’ terbesar yang Allah hadiahkan bagi kita umatNya. Selain itu, tidak sedikit orang yang sudah menerima keselamatan itu bersifat egois dalam menanggapi anugerah terbesar dari Allah itu. Sungguh keadaan dunia ini sudah sangat tragis dan memprihatinkan; ''Adakah kita ingin menjadi salah satu orang seperti yang dilukiskan di atas''. Mari kita melihat kembali prinsip-prinsip kesalamatan dalam iman Kristen.

Keselamatan adalah anugerah terbesar yang Allah berikan kepada setiap orang yang ‘percaya’ dan ‘menerima’ Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamatnya secara pribadi. Dalam Efesus 2:8 dikatakan ''Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Alla''. Ayat ini menegaskan bahwa keselamatan adalah insiatif Allah sendiri karena sangat mengasihi umat ciptaanNya. Perwujudan kasih Allah yang sangat luar biasa itu berpuncak pada karya penyelamatan manusia dari hukuman maut karena dosa melalui pengorbanan AnakNya yang tunggal di kayu salib. Selain itu, dalam Efesus 9:14 dikatakan ''Betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekas telah mempersembahkan diriNya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup''. Darah Kristus benar-benar tidak bercacat dan telah menyucikan setiap kita yang percaya dan menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruslamat hidup ini.Selain itu, sesuai dengan janjiNya dalam Yohanes 3:16, jika kita sungguh-sungguh percaya kepadaNya kita tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

Nah, tugas kita sebagai umat yang telah percaya dan menerima Dia adalah meresponi anugrah keselamatan yang sudah dikaruniakan itu kepada kita dengan mengucap syukur dan memberi diri untuk menjadi alatNya dalam menyatakan kasih Allah kepada semua orang disekitar kita. Disinilah akan terlihat kesungguhan iman kita kepadaNya, adakah kita sudah benar-benar menghargai anugrah itu atau hanya sekadar menerima dan kemudian menjadi orang yang egois ?

Ingatlah amanat agung Tuhan Yesus menekankan bahwa kita harus menjadikan semua bangsa muridNya (Mat 28:19-20). Iman timbul dari pendengaran akan Firman Kristus (Roma 10:14 &17), bagaimana seluruh dunia akan memiliki iman percaya kepada Kristus, jika saya dan teman-teman tidak pernah mengabarkan berita sukacita itu? Tidak harus lewat berkhotbah tetapi dari seluruh hidup kita (perkataan, perbuatanm sikap hati, pemikiran dll) seharusnya memancarkan terang kasih Allah sehingga orang lain juga akan melihat betapa besar kasih Allah bagi kita.  Milikilah integritas dan totalitas dalam melakoni iman kepada Kristus jangan dengan setengah hati alias ''Suam-suam kuku '' !! Layanilah Dia karena karena Dia terlebih dahulu sudah melayani kita dengan kasihNya yang luar biasa. Tuhan Yesus memberkati kita semua. AMIN

Comments