RENUNGAN
Kali ini Nafiri Crew mendapat kiriman berupa renungan dari Kak dr. Nugraha Palin (PDU' 07). Semoga menjadi berkat bagi PMKerz 😇
AM I WORTH?
Menurut Kejadian 1:26, manusia dibuat menurut gambar dan
rupa Allah sendiri. Tuhan merancang kita menurut patron kesempurnaan-Nya. Namun
dalam perjalanannya, seperti ditulis dalam Kejadian 3, gambar Allah yang semula
sempurna itu menjadi ‘retak’ oleh dosa dan pelanggaran manusia. Keretakan dan
ketidaksempurnaan yang dimaksud disini dapat timbul dalam berbagai bentuk yakni
perasaan kurang cakap atau kurang memiliki talenta atau perasaan kurang suci
dan kurang layak akibat dosa yang kita perbuat.
Banyak orang percaya
yang begitu terpaku dengan perasaan bersalah akan ketidaksempurnaan yang ada
dalam kehidupannya sehingga terus menghakimi dirinya sendiri. Di saat seperti
inilah Iblis dapat dengan mudah mengambil alih biduk kehidupan seseorang. Ia
begitu lihai menggerogoti iman dengan memanfaatkan perasaan bersalah sehingga
orang tersebut menjauh dari Tuhan dan pelayanan, kemudian perlahan-lahan
menjadi terbelenggu oleh beban dosa yang tidak berkesudahan.
Sebagai orang
percaya, kita tidak boleh bergumul sendiri dengan perasaan ketidaksempurnaan
yang kita miliki sebab perasaan bukan merupakan sebuah kriteria yang aman.
Ketika kita mencari bukti bahwa kita layak di dalam diri kita sendiri, maka
kita tidak akan mendapatkan apa-apa selain kekecewaan. Rasul Paulus menulis
bahwa kita harus “melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang
memimpin kita dalam iman dan membawa iman kita itu kepada kesempurnaan (Ibr 12:
2)”.
Memang manusia telah
kehilangan citra kesempurnaan Tuhan, tetapi Ia masih menganggap kita sebagai
kepunyaan yang berharga sehingga Ia mengaruniakan Putra-Nya untuk menebus dosa
kita dan menjadi satu-satunya teladan yang sempurna di dalam kehidupan ini.
Tuhan Yesus mau memungut pecahan-pecahan kehidupan kita meskipun tiap pecahan
berarti goresan yang perih di tangannya. Ia rindu merangkai pecahan kehidupan
kita menjadi sebuah karya yang sempurna di mata-Nya. Satu-satunya yang harus
kita lakukan adalah membawa dosa-dosa dan ketidaksempurnaan itu dengan hati
yang hancur kepada-nya lalu membiarkan Ia bekerja di dalam kehidupan kita.

Comments