IBADAH
PB
MISI LINTAS BUDAYA :
MISI LINTAS BUDAYA :
" Bedah Film : End Of The Spear "
Tema PB : Bedah Film " End Of The Spear "
Tempat PB : Jl. Dirgantara No. 37 (Sekretariat PMK FK - FKG UNHAS)
Pelayan
MC
Desrianti Tarra (FISIOTERAPI' 15)
Singers
Mersi Samba Bura (PSIK’ 15)
Restu Karaeng (PSIK’ 15)
Vinensia Veren Mantouw (PSIK' 15)
Pemusik
- Gitaris
Junita Timang (PDU'14)
William Chandra Papendang (PDU'16)
- Cajonis
Winny Karaeng (FISIOTERAPI'17)
Pemerhati
Ruth Melda Patandean (PSIK'15)
Evitha Petsea T. (FISIOTERAPI'15)
BEDAH FILM
" END OF THE SPEAR "
Misi lintas budaya adalah suatu
cara untuk mejangkau dan membagikan karya keselamatan bagi orang-orang atau
suku-suku yang belum mengenal kristus atau suku-suku yang terabaikan agar kita sama-sama
menerima injil.
Misi lintas budaya perluh
dilakukan agar orang-orang yang belum mengenal kebenaran atau belum mengenal
kasih juga dapat percaya dan mereka juga dapat menjalin hubungan yang akrab
dengan Allah. Kita sebagai anak-anak Allah yang telah menerima kabar
keselamatan wajib menyampaikan dan membagikan keselamatan yang telah kita
terima secara Cuma-Cuma kepda sesama kita sebagai respon kita terhadap kasih
Allah bagi kita yang harus kita bagikan kepada orang lain dan agar banyak
orang-orang yang mengikut Tuhan, percaya dan diselamatkan.
Misi lintas budaya bukan hanya
bisa dilakukan oleh misionaris yang benar-benar sudah memberikan dirinya untuk
bertugas melayani suku-suku.kita sebagai mahasiswapun bisa mengerjakan misi
Allah ini dalam kehidupan kita. Banyak hal sederhana namun sangat bermakna yang
dapat kita kerjakan mulai dari sekarang seperti: Mendoakan suku bangsa atau
orang-orang yang belum mengnal Kristus, Mulai dengan mengasihi orang-orang
disekitar kita, Membangun relasi dengan orang-orang yang yang dilayani misalnya
dokter ke pasien Bermisi dalam setiap langkah hidup kita, misalnya di kampus,
dalam profesi, dalam pelayanan lain, Berlatih,
menguji motivasi, bersekutu bersama,
danSaling mengingatkan visi.
Dalam mengerjakan hal ini tentu banyak
tantangan yang dapat kita hadapi seperti adanya rasa tidak percaya atau
kecurigaan dari orang-orang yang kita layani, adanya perbedaan pandangan atau
nilai-nilai, adanya misunderstanding, adanya ketakutan karena perbedaan bahasa.
Sebagai manusia biasa kita tentu mempunyai kekuatiran, namun kita juga harus
percaya bahwa dalam megerjakan pekerjaan Tuhan pasti akan ada jalan yang Tuhan
tunjukan dan bukakan bagi kita.
Beberapa orang dan kalangan
menganggap bahwa misi lintas budaya dapat merusak keberagaman
budayanamun, misi lintas budaya sama sekali tidak menusak keberagaman dan
justru misi lintas budaya ini sangat toleran dan belajar perbedaan orang lain,
memberitahu yang baik tanpa memaksakan.
Disini
terbukti bahwa Ketika
kasih itu berbicara, ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu,
mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Selanjutnya, di
tahun 1995 Steve menjalani kehidupan bersama dengan pembunuh ayahnya itu,
mereka ada bersama-sama dalam satu pelayanan, hingga kini mereka terus
melakukan kesaksian dengan perbuatan kasih kepada orang-orang, masyarakat suku
pedalaman Waodani dan sekitarnya.

Comments