RENUNGAN

Kali ini Nafiri Crew mendapat kiriman berupa renungan dari Kak Gracelia Widya (PDU' 13). Semoga menjadi berkat bagi PMKerz 😇😇

 




EBEN - HAEZER

( 1 Samuel 7 : 2-14 ) 

 

“Bila topan k'ras melanda hidupmu, bila putus asa dan letih lesu.
Berkat Tuhan satu-satu hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasihNya.”

        Pujian Bila Topan K'ras atau Count Your Blessing, adalah sebuah pujian yang mungkin akrab di telinga kita. Namun apakah sungguh pujian ini telah menjadi rhema yang terus bergema dan terwujud dalam kehidupan kita? Ataukah hanya sekedar nyanyian belaka?

        Kisah perjalanan Bangsa Israel dapat menjadi cerminan bagi setiap orang percaya dalam menatap dan menata kehidupan pribadi. Pada bagian ini, dikisahkan Bangsa Israel yang hidup dalam penjajahan Filistin. Selama itu pula, keluh kesah bangsa ini pada Tuhan tak kunjung putus (ay.2). Hal ini membawa Samuel pada seruan pertobatan bagi Bangsa Israel (ay. 3). Ibarat gayung yang bersambut, seruan tersebut diindahkan oleh Bangsa Israel, melalui pencurahan air, puasa dan pengakuan dosa mereka (ay. 4-6). Dan ketika Filistin maju menyerang Israel (ay.7 ), bangsa ini terus meminta Samuel untuk berseru pada Tuhan dan mempersembahkan korban bagi Tuhan (ay. 8-9). Tuhan menjawab setiap seruan Israel dan mengerjakan kemenangan bagi bangsa itu (ay 10-11). Dan Samuel mendirikan Eben Heazer : sejauh ini Tuhan menolong kita (ay. 12). Apa yang dapat kita pelajari dari kisah Bangsa Israel kali ini?

        Penderitaan dan ketakutan yang dialami Bangsa Israel membawa mereka berbalik pada Tuhan. Hidup kadang membawa kita pada banyak pergumulan; studi, keluarga, masa depan, dan banyak lagi. Dan tak jarang kita terhenti dan menelan kenyataan pahit yang ada di depan kita. Tahun 2018 mungkin banyak memberi pelajaran bagi kita, bagaimana kita harus terkatung menjalani beratnya hidup. Namun, saat kita terkulai tak berdaya, itu justru adalah waktu untuk kita bertelut dan berdoa pada Tuhan.

        Lalu, akankah pada situasi terpuruk dan kita mencoba berbalik pada Tuhan, apakah Tuhan akan menerima kita kembali?

        Ya. Seperti Bangsa Israel, Tuhan pun akan berperkara bagi kita. Ia sendiri yang telah berfirman:, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Mat 11 : 28.

        Di tahun 2019 ini, tak seorang pun yang dapat menyatakan apa yang akan terjadi pada kita. Tahun ini mungkin adalah tahun yang penuh dengan harapan bagi kita; harapan akan menyelesaikan studi; harapan akan memulai karir yang baru; harapan akan kepulihan dari sakit penyakit; harapan akan perjumpaan dengan jawaban dari doa kita; dan banyak harapan yang telah kita bangun di Tahun ini. Di sela harapan itu, tak jarang terselip kekhawatiran akan kegagalan, rasa kurang percaya diri, ketakutan, dan banyak hal lagi yang membuat kita patah semangat.

        Dirikanlah Eben-Heazer dalam setiap harapan kita, sebuah batu penolong, batu yang selalu membuat kita membuat kita mengingat bahwa di Tahun 2018, Tuhan telah menolong kita, dan membawa kita pada tahun yang baru ini. Dalam setiap pergumulan di tahun ini, mari hitung berapa banyak berkat yang telah Ia curahkan di hidup kita, di masa yang telah berlalu, bahkan di masa kita mengalami keterpurukan. Dan lihatlah, bahwa Ia adalah Allah yang sama, yang telah membawa kita melalui  tahun 2018 dan dengan kasih yang sama, Ia akan menggenggam tangan kita, melalui tahun 2019, menjemput setiap harapan yang kita bangun bersama dengan Dia. Selamat membangun harapan di dalam Tuhan.

Comments