Skip to main content
RENUNGAN
Kali ini
Nafiri Crew mendapat kiriman berupa renungan dari Kak Evita Petsea Tandilolo
(Fisio'15). Semoga menjadi berkat bagi PMKerz 😇😇
" Unconditionally Love "
(Pembacaan Yohanes 3 : 16)
Malam itu saya sedang berbaring dan mendengarkan
beberapa lagu lama. Saya kemudian menutup mata dan menghayati lirik lagu dari
penyanyi terkenal Katy Perry yang berkata "... i will love you unconditionally …" Saya mencoba untuk
memahaminya. Saya akhirnya menemukan bahwa lagu itu menceritakan tentang
seseorang yang sangat mencintai pasangannya. Tidak ada syarat apapun dalam
cintanya. Begitu tulus dan tidak mengharapkan apapun. Saya kemudian
bertanya-tanya seperti apa cinta tanpa syarat itu? Apakah memang ada manusia
yang bisa mencintai seperti itu? Terkadang manusia menginginkan untuk dicintai
dengan sepenuh hati dan jiwa. Pernyataan ini tidak salah. Sayapun juga
menginginkan demikian. Namun, apakah kita pernah merenungkan bahwa cinta
tersebut memang ada untuk kita? Kita tidak perlu menunggu ataupun bersusah
payah untuk menemukannya.
Cinta Allah untuk umat manusia adalah cinta paling tulus dan tidak bersyarat
sepanjang masa. Dalam yohanes 3:16 di katakan "Karena begitu besar kasih
Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya
yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya
tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal ". Allah begitu
mengasihi seisi dunia ini, Allah tidak mau kita binasa. Walaupun dalam
kehidupan, kita seringkali mengabaikan kehadiranNya, kita berbuat sesuka
hati tanpa mempertimbangkan kehendak Allah. Namun, Allah tetap setia dalam
ketidaksetiaan kita. Dia mencintai kita bukan karena kita cantik, kaya, pintar,
ataupun berbakat tapi karena kita semua berharga dimataNya. Cinta yang tulus
dan tanpa syarat sudah kita terima. Mari sekali lagi kita sadari itu, Bukan
saja ketika momen Natal tiba kita menyadari arti kehadirannya di dunia ini,
tapi juga dalam keseharian kita selaku umat yang percaya kepadaNya. Kita tidak
dapat membalas cinta yang besar itu, tapi kita bisa menyenangkan hatiNya dengan
hidup menurut kehendakNya. Kita juga bisa mengekspresikan dan memberikan cinta
yang tulus kepada pasangan, keluarga dan siapapun itu tanpa terkecuali.
“ Kita
saling mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita ’’ (1 Yoh 4:19)
Comments