Shalom PMKerz...
Ada kabar baru nih, setiap minggunya akan ada renungan karya orisinil dari anggota PMK FK-FKG UNHAS yang bakal di post di Official Account Line, Instagaram, Blok dan FB dari PMK FK-FKG UNHAS! Jadi, buat kalian yang rindu menjadi berkat bagi sesama melalui renungan, dapat menghubungi Komisi Nafiri
Apridey (FKG’16): 085240211959 / apridey (ID Line)
Ami (Psikologi’17) : 081241963383 / shvkxkti_gltkal019
RENUNGAN
Kali ini Nafiri Crew mendapat kiriman berupa renungan dari Kak Jein Pratiwi P. (PDU'2014). Semoga menjadi berkat bagi PMKerz 😇😇
" Hidup yang Diubahkan Tuhan "
(Pembacaan Lukas 5:1-11)

Siapa yang tidak kenal dengan Simon Petrus? Simon Petrus adalah salah satu murid Yesus yang agak mencolok dibanding murid yang lainnya. Bill Crowder dalam bukunya yang berjudul "Simon Petrus: A Rock Moved by God" menggambarkan Petrus sebagai pribadi yang kasar, tidak terlatih, dan tidak berpendidikan. Bahkan Simon Petrus dianalogikan seperti roket dengan sumbu yang rusak karena ia terlalu kasar, terlalu blak-blakan, dan sangat tidak memenuhi syarat.
Saat pertama kali bertemu Yesus, Simon mendapatkan nama panggilan baru yaitu Kefas (artinya Petrus). Secara harfiah, "Kefas" berarti "batu" atau "batu karang" yang menggambarkan stabilitas. Panggilan tersebut memiliki makna yang berbanding terbalik dengan kepribadian Simon yang sangat tidak stabil.
Suatu kali di Danau Galilea, Yesus memberi sebuah instruksi kepada Simon untuk menebarkan jalanya ke bagian danau yang dalam. Instruksi tersebut bertentangan dengan metode menjala ikan yang selama ini Simon kerjakan. Biasanya para nelayan menjala ikan saat malam hari dan dekat pantai, bukan pada saat pagi hari dan di tempat yang dalam. Simon menanggapi instruksi Yesus dengan berkata, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." Instruksi Yesus tidak masuk akal bagi Simon. Fisik dan mood Simon saat itu bisa jadi sedang dalam kondisi yang kurang baik mengingat ia telah mencari ikan semalaman tanpa hasil. Tapi Simon tetap belajar untuk taat karena itu adalah perintah Gurunya.
Ternyata ketaatan Simon berbuah manis. Berawal dari sebuah ketaatan, Simon diperkenankan menyaksikan hal menakjubkan yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya. Ikan yang mereka dapatkan melimpah ruah, hingga jala mereka hampir koyak. Ia menyaksikan karya agung Sang Mesias yang akhirnya membuat Simon sadar akan jati dirinya sebagai seorang yang berdosa. Terjadi perubahan radikal dari cara Simon memandang Yesus dan dirinya sendiri. Simon tersungkur dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." Simon tidak lagi memanggil Yesus sebagai "Guru", melainkan "Tuhan". Sejak peristiwa itu Simon meninggalkan jalanya, meninggalkan kehidupan lamanya, dan mulai mengikut Yesus.
Kita mungkin punya segudang kekurangan seperti Simon. Kita mungkin sangat tidak memenuhi standar untuk menjadi rekan sekerja Tuhan Yesus. Kita mungkin punya masa lalu yang kelam. Saat kita dipanggil untuk melayani Tuhan, hal-hal tersebut mungkin menjadi salah satu alasan bagi kita untuk tidak meresponi panggilanNya. Sesunguhnya saat itu kita sedang menghalangi Allah berkarya melalui hidup kita.
Apa yang Tuhan minta untuk kita kerjakan mungkin tampak tidak masuk akal dan mungkin menurut ukuran manusia tidak akan berhasil. Hidup kita mungkin jauh dari sempurna. Namun marilah kita belajar dari Simon Petrus yang taat dengan apa yg menjadi kehendak Tuhan Yesus. Dari ketaatannya, ia melihat kuasa Allah bekerja luar biasa. Itulah awal hidup Petrus diubahkan hingga akhirnya kita mengenalnya bukan lagi sebagai penjala ikan yang tempramental dan punya banyak kekurangan, tetapi sebagai penjala manusia yang dipakai Tuhan secara menakjubkan.
Apakah anda rindu hidup anda diubahkan seperti Simon Petrus? Mari belajar taat ☺☺
Comments