Paskah " Redemption Through His Blood "
Tanggal : 20-22 April 2018
Tema PB : Redemption Through His Blood
Pembicara : Ev. Petrus Kondorura, S.T
Tempat PB : Pasanggrahan, Malino
Resume Ibadah Paskah 20-22 April 2018
“Redemption Through His Blood”
Efesus 1:7
Ibadah
Pembuka
Kata “Paskah” berasal dari kata Ibrani “pesach” yang berarti
“melewatkan”. Pada tanggal sepuluh bulan pertama dalam kalender keagamaan orang
Israel, Tuhan mengelilingi seluruh tanah Mesir dan membunuh setiap anak sulung
bangsa Mesir, tetapi Tuhan melewati rumah orang Israel yang pintu dan ambang
pintunya telah dilumuri dengan darah anak domba. Paskah pada masa
Perjanjian Lama merupakan peringatan atas keluarnya bangsa Israel dari tanah
Mesir.
Karena
janji Tuhan pada Abraham, maka Allah membebaskan bangsa Israel dengan
perantaraan Musa. Firaun pada zaman Musa, adalah seorang yang sangat kejam dank
keras hati, sehingga Allah berkehendak mengeluarkan bangsa Israel dari Mesir,
serta untuk membuat Firaun mengetahui bahwa hanya ada satu Allah yang
sejati.Sebab pada masa itu juga, raja dianggap sebagao titisan dewa sehingga
harus disembah. Ada sepuluh tulah yang diturunkan Tuhan, dan tulah kesepuluh,
ketika Allah mengambil nyawa setiap anak sulung manusia maupun hewan di seluruh
tanah Mesir. Dalam hal inilah Allah memberikan perintah tentang perayaan
Paskah. Allah menyuruh kepada seluruh bangsa Israel untuk menyembelih domba
jantan yang tidak bercela yang kemudian dioleskan pada tiang pintu disetiap
rumah yang mengadakan Paskah. Pada malam ketika Tuhan menjatuhkan penghukuman
atas Mesir, rumah yang ada tanda darahnya tidak akan mengalami penghukuman.
Setelah
bangsa Israel keluar dari Mesir, perayaan Paskah ini menjadi ketetapan yang
harus dilakukan turun-temurun untuk memperingati bagaimana Allah membebaskan
mereka dari tanah Mesir.
Dalam sejarah perjanjian lama, sering disebutkan
korban bakaran anak domba. Korban bakaran ini dilakukan sebagai bentuk
penghapusan dosa. Ada banyak perintah yang diberikan Allah pada umatnya dalam
perjanjian lama. Ada hal-hal tertentu yang tidak boleh dilakukan, dan ada juga
hal-hal yang harus dilakukan. Bila seseorang mengetahui kehendak Allah dan
menolak mentaatinya, orang tersebut berdosa terhadap Allah. Oleh karena itu, bagi mereka yang telah
berbuat dosa harus mengadakan korban bakaran sebagai bentuk penghapusan
dosanya. Korban bakaran anak domba yang digunakan haruslah tanpa cacat.
Ibadah Refleksi
Allah
yang tak tersentuh oleh kematian turut merasakan kematian lewat penjelmaan-Nya
menjadi Anak Manusia. Melalui peristiwa Paskah, membuktikan bahwa Ia mau ikut
merasakan kematian. Padahal kita tahu bahwa Allah tidak mungkin dan tidak akan
pernah bisa mati karena Dia adalah sumber hidup itu sendiri. Satu-satunya cara
bagi Allah untuk merasakan kematian itu dengan menjadi manusia, mengambil wujud
daging manusia yang fana.
Dalam
perjanjian baru dikatakan bahwa Yesus Kristus sendirilah yang turun menjadi korban
penebusan dosa, datang menjadi rupa
seorang manusia. Penebusan dosa tidak lagi dilakukan dengan mengorbakan hewan
ternak. Korban bakaran hewan ternak yang tak bercacat tidak lagi dapat menjadi
korban penghapusan dosa. Hanya oleh Yesus, anak domba Allah, korban yang
sempurna yang dapat menjadi penebus bagi dosa manusia. Sebab Yesus merupakan
manusia seratus persen dan Tuhan seratus persen, sehingga hal inilah yang
membuat Ia kemudian menjadi korban penebusan dosa.
Pengorbanan-Nya,
mati menggantikan kita umat-Nya, adalah sebuah penebusan yang sempurna dan
tidak dapat terbalaskan oleh apapun juga. Ia menebus kita, supaya kita
dilayakkan untuk dapat memperolrh pengampunan dari Allah ,sehingga kita tidak
binasa melainkan dapat memperoleh
kehidupan kekal. Kematian Yesus adalah kematian korban, dimana Ia
merelakan jiwa-Nya sendiri untuk dikorbankan demi kasih yang begitu besar untuk
menyelamatkan jiwa-jiwa yang dikasihi-Nya.
Sekarang
setelah Yesus menebus dosa kita, maka kita dapat dikatakan sebagai seorang yang telah di menangkan. Kita
mendapat kesempatan untuk beroleh pengampunan dan hidup yang kekal. Oleh karena
itu, mari mengambil komitmen untuk hidup dalam kebenaran yang diberikan-Nya
kepada kita. Pandanglah salib-Nya, agar kita dapat terus menghayati dalam
kehidupan kita bahwa Ia telah mati bagi saya, maka itu saya haruslah hidup
benar dan berkenan di hadapan-Nya.
Ibadah
Minggu
Oleh
karena kita berharga dimata-Nya dan Dia sungguh mengasihi kita, sehingga telah
menganugerahkan pengampunan dan keselamatan kekal untuk kita nikmati. Tidak ada
teladan mulia selain dari Yesus sendiri. Apa yang telah dikerjakan-Nya bagi
kita semua adalah karya penyelamatan paling agung.
Menghayati
kembali apa yang Kristus telah perbuat bagi kita, hendaknya kita dari hari ke
hari perlu belajar untuk hidup serupa dengan Kristus. Apa yang harus dilakukan
untuk serupa dengan Dia? Tentu untuk serupa dengan Kristus, kita harus mengenal
pribadi-Nya terlebih dahulu. Kita dapat mengenal Dia ketika kita boleh dengan
sungguh mengundang dan menerima kehadiran-Nya dalam hidup kita, serta bertemu
dengan Dia melalui firman-Nya.
Ketika
kita boleh merenungkan dan melakukan setiap firman-Nya, kita percaya Dia yang
akan terus memegang kendali dalam hidup kita, menuntun kita setiap saat.
Sehingga semakin hari kita boleh menjadi serupa dengan Dia. Sebab ketika kita
boleh serupa dengan Kristus, sebagai orang yang telah dimenangkan, kita akan
memiliki jati diri yang teguh di dalam Kristus. Apapun yang terjadi di masa
lalu, yang terjadi hari ini, maupun yang akan terjadi di hari esok, tidak boleh
membuat kita kuatir dan meragukan kuasa-Nya bagi kita. Percaya dan serahkan
seluruh hidup kita kepada Dia yang telah membebaskan kita dari kutuk dosa.
Karena kini, kita bukan lagi hamba dosa, melainkan hamba kebenaran yang telah
dimenangkan di dalam Kristus.
Mari
menghidupi karya penyelamatan yang telah dianugerahkan kepada kita. Hidup semakin
serupa dengan Kristus. Dan, percayalah mahkota kehidupan tersedia bagi kita
yang tetap setia sampai kepada kesudahannya.
Tuhan
Yesus memberkati. Amin.


Comments