Ibadah PB " Secret Doctrine "


Tanggal : 12  Mei 2018

Tema PB : Secret Doctrine

Pembicara : Pdt. I Nyoman Djepun, S.Th

Tempat PB : Jl. Goa Ria Perum. Griya Sudiang Permai, No. 4 (Rumah Kezia PDU'17)

Pelayan

MC : Imanuela M. Pongbulaan (PDU'13)

Singers : Chatrine P. Pongsapan (Fisio'14)
               Tirza Y. Limbong (PDU'12)
               Yunda Yeci (PSIK'16)          

Pemusik
- Cajonis : Evankristo M. Linting (PDU'13)
- Gitaris : Alfadesta P. (FKG'12) & Kak Jurikho P. Baunsele (PDU'10)

Pendamping MC:
Tirza Y. Limbong (PDU'12)

Pendamping Pemusik
Kak Hansen T. (FKG'05)


Pemerhati : Ade (PDU'17), Eldwin (PDU'17), Kak Eko (Fisio'09),Indang (FKG'17) & Reni (FKG'17)


A. Resume

Resume Ibadah PB 12 Mei 2018
2 Timotius 4:1-5
“The Secret Doctrine”
            Di zaman modern ini, dimana semua kebutuhan manusia bisa terpenuhi melalui teknologi yang terus berkembang ternyata justru semakin banyak orang mengalami kekosongan batin. Teknologi yang terus berkembang dirasa belum dapat memenuhi kebutuhan beberapa kalangan orang, bahkan menurut mereka agamapun tidak mampu menjawab kebutuhan spiritual mereka. Mereka berusaha untuk mengisi kekosongan yang ada dalam diri mereka dengan menyatukan diri dengan alam semesta. Hal inilah yang menyebabkan munculnya suatu gerakan yang disebut “gerakan zaman baru (new age movement).
Gerakan zaman baru adalah suatu gerakan spiritual yang terbentuk di pertengahan abad ke-20 dan merupakan gabungan spiritualitas timur, barat, dan tradisi-tradisi metafisika yang mengemukakan suatu falsafat yang berpusatkan kepada manusia. Gerakan zaman baru pada awalnya muncul di California, Amerika Serikat sejak tahun 1960-an. Sehingga ada orang yang menyebutnya sebagai “American Movement”. Dengan kemajuan Amerika dalam hal teknologi, akhirnya gerakan ini dengan cepat meluas ke seluruh dunia. Sejak tahun 1970-an dan 1980-an, gerakan ini marak luar biasa.
Gerakan zaman baru merasuki berbagai aspek kehidupan manusia. Gerakan ini bukan saja menyatakan diri dalam bentuk agama, tetapi menyatakan diri pula dalam berbagai-bagai manifestasi kekuatan-kekuatan sosial, politik, dan melalui berbagai-bagai payung ilmu pengetahuan, baik sosiologi, teologia, ilmu fisika, kedokteran, antropologi, sejarah, gerakan pengembangan pribadi, olahraga, maupun fiksi sains.
Ada beberapa pokok ajaran yang terdapat dalam gerakan zaman baru, seperti pantheisme. Dikatakan bahwa Allah ada di banyak tempat, bahkan Allah ada di segala ciptaan yang berarti bahwa Allah ada dalam setiap manusia. Ketika kita berjumpa dengan manusia, maka kitapun dapat berjumpa dengan Allah. Kelompok gerakan zaman baru mengakui adanya Yesus, namun mereka lebih menganggap Yesus bukan Tuhan melainkan guru agung. Mereka juga mengakui alkitab, hanya saja mereka beranggapan bahwa segala pengajaran yang ada di dalamnya belum selesai dan masih ada wahyu yang akan datang. Dalam gerakan ini juga mengajarkan bahwa “semakin hari akan semakin baik”. Mereka percaya bahwa penyatuan diri dengan alam semesta akan membuat seseorang  memiliki kekuatan sendiri untuk dapat melakukan penyembuhan diri. Selain itu, dalam gerakan ini juga turut mengajarkan tentang kemampuan untuk berpikir positif terhadap diri sendiri. Hasil dari setiap penyatuan diri dengan alam semesta akan memberikan energy dan kekuatan diri sendiri sehingga seseoang bisa terus hidup tanpa Tuhan.
Gerakan zaman baru ini tidak dapat dikategorikan secara langsung hal-hal apa saja yang termasuk didalamnya, hanya saja kita dapat melihat beberapa gejala atau ciri-ciri yang dapat muncul seperti cirnya semua dalam satu dan satu dalam semua, seseorang berusaha menyatukan diri dengan alam untuk menjadi kuat melalui meditasi, pengobatan alternatif dengan kekuatan berasal dari diri sendiri, pengolahan tenaga dalam dan latihan pernafasan yang dilakukan untuk memperoleh kekuatan atau kesaktian, kepercayaan-kepercayaan akan pengaruh kekuatan alam terhadap kehidupan manusia, serta pengembangan diri dalam hal berpikir positif dan pengolahan mental yang kemudian membuat seseorang merasa kuat dan tidak lagi memerlukan Tuhan dalam kehidupannya.
Target utama dari gerakan zaman baru ini adalah kepuasan diri individu. Ketika seseorang mulai merasakan kekosongan batin, maka pengaruh gerakan ini akan dengan mudah merasuki kehidupannya. Oleh karena itu, kita perlu mencari cara agar tidak terjerumus ke dalamnya. Cara terbaik yang perlu kita terapkan adalah senantiasa menjalin relasi dengan Tuhan, semakin mengenal firman Tuhan dan setia menerapkannya, saling menegur dan menasehati apabila kita menemui ada di sekitar kita yang keliru, kita harus senantiasa siap sedia, memohon hikmat dari Tuhan untuk bisa memilah mana yang berkenan dan tidak berkenan dihadapan-Nya, tetap bertekun di dalam doa, serta jangan pernah meninggalkan kehidupan persekutan sebab disitulah kita bisa tetap dikuatkan dan saling menopang satu sama lain. Ingatlah bahwa kita memiliki kekuatan luar biasa dalam kehidupan kita yaitu kekuatan dari Roh Kudus, yang dianugerahkan Tuhan bagi setiap pribadi, yang akan senantiasa menuntun kehidupan kita.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.

B. Pelantikan Panitia MBA 2018

Di Ibadah PB kali ini, teman-teman yang sudah mengomitmenkan diri mereka untuk melayani dalam kepanitiaan MBA 2018 telah dilantik loh, berikut Susunan Kepanitaannya



Ketua : Novita Hasmianty (FKG'16)
Sekretaris : Natasya Christy Mendeng (Fisio'16)
Bendahara : Millia Biang (Fisio'16)

Seksi Acara :
Triantaglecia Rantebalik (FKG'17)
Adrian Hosea (PDU'17)
Angie Olivia Caprina (Psikologi'17)
Desak Putu Anggreni (FKG'17)
Eldwin Tjandra (PDU'17)

Seksi Doa dan Konsumsi (DOKONS) :
Taneth Fika  J. (Psikologi'16) (Koord)
Catheria Josephine Sampetoding (PDU'17)
Henderina Sophia Hukom (Psikologi'17)
Randi Rimpung (Fisio'17)

Seksi Dana dan Usaha (Danus) :
Argatria Michelle Gracia (PDU'17) (Koord)
Anastasia Elisabeth Sarira (PDU'17)
Kezia Febiola Putri Dewi (PDU'17)
Novatasya Hisami M (Psikologi'17)
Sheline Dian Pratiwi Susilo (PDU'16)
Winny Karaeng (Fisio'17)

Seksi Perlengkapan dan Dokumentasi :
Immanuel Jason E. (Psikologi'16)
Anggraeni Indang (FKG'17)
Dasvianrah Belopadang (FKG'17)
Jenisa Rantela'bi (FKG'17)
Michelson Pakau (Psikologi'16)
Tirton Harinata S. (Fisio'16)

Pendamping :
Chatrine Phany Pongsapan (Fisio'14)
Dwiyana Tulak (PSIK'13)
Grace Cahyadi (FKG'13)
Nelce Kurianti Limbong (FKG'14)

Comments