Dari: Sdri. Amanda Kalit (PDU'16)
"Hidup
untuk Tuhan"
(Galatia 2:11-21 ; Pengkhotbah 12:1-4)
Sayang sekali jika kita hanya memakai hidup kita untuk dunia dan
menyia-nyiakannya begitu saja seakan hidup ini hanya untuk kita dan kitalah
yang berkuasa penuh dalam hidup ini. Padahal rasul Paulus mengatakan dalam
Galatia 2: 20, "namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup,
melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang
di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi
aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku."
Kita sudah di tebus dan dibayar oleh tubuh dan darahNya yang kudus, sehingga
kita tidak berkuasa lagi atas diri kita melainkan Dia yaitu Yesus Kristus yang
berkuasa dan menjadi tuan atas diri kita. Selain itu, walaupun kita tahu bahwa
kita bukan lagi yang berkuasa atas diri kita namun keinginan dunia ini
seringkali membutakan kita dan membuat seakan-akan hidup ini hanya untuk
bersenang-senang atau mengejar sesuatu seperti menjadikan fokus hidup ini untuk
mengejar kemenangan dan keuntungan.
Hidup ini bukan soal menang atau kalah, tetapi banyak hal yang sebenarnya akan
Tuhan bukakan untuk kita dan yang perlu kita lakukan untuk mengetahuinya adalah
membangun hubungan karib dengan Tuhan dengan memberikan waktu lebih untuk
berkomunikasi denganNya dengan cara berdoa dan mendengar suara dan banyak hal
melalui firmanNya. Pengkhotbah 9:11, "Lagi aku melihat di bawah matahari
bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan
bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan
untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu
dan nasib dialami mereka semua."
Dalam hidup jangan berkompetisi dan selalu ingin menang. Disaat kita merasa
menang maka kita akan merasa sombong dan tinggi hati. Orang yang sombong dan
tinggi hati tidak pernah bisa menyenangkan hati Tuhan, padahal kita diciptakan
Tuhan untuk memuji dan meyembahNya. Kesombongan mendatangkan murka Tuhan maka
itu rendahkan hati kita dihadapan Tuhan dan sesama kita.
Hari ini kita belajar bagaimana kita memberi hidup kita sepenuhnya untuk Tuhan
dan melakukan apa yang Tuhan mau, bukan apa yang kita mau dan biarlah hidup ini
terus kudus dan berkenan dan terus menyenangkan hati Tuhan. Hidup ini hanya
sementara dan hidup ini harus dipertanggung jawabkan. Ibrani 4:13, "Dan
tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala
sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus
memberikan pertanggungan jawab." Pengkhotbah 12:14, "Karena Allah
akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu
yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat." Biarlah hidup ini
untuk Tuhan dan terus dipakai untuk menyenangkan hatiNya.
God
Bless
Comments