[RENUNGAN]
Dari: Kak Eko Patioran (Fisio'09)
Dari: Kak Eko Patioran (Fisio'09)
"Benih yang bertumbuh"
[Markus 4:26-29, Markus 4: 21-25]
Takjub saat pertama kali melihat bibit kakao disemaikan. Pengalaman saya ketika berumur 7 tahun itu kembali teringat saat membaca perikop di kitab Injil Markus ini. Perasaan heran dan penasaran timbul saat melihat biji-biji kakao di cuci bersih kemudian diselimuti dengan kain lembab. Perasaan itu bertambah ketika saya bertanya dan hanya dijawab "tunggu saja keajaiban yang akan muncul". Sesekali si biji kakao beserta selimutnya itu disiram, menjaga agar tetap lembab. Setelah beberapa hari berlalu, tiba saatnya selimut si biji kakao di lepas. Heran dan penasaran itu seketika berubah menjadi takjub. Biji-biji kakao itu bertunas di ujungnya. Biji-biji kakao yang menurut saya hanya benda mati karena sudah terpisah dari pohonya, sekarang menjadi hidup kembali. Menjadi awal kehidupan bagi pohon-pohon kakao yang kelak akan menjadi pohon-pohon besar di kebun.
Biji atau benih pada Markus 4 : 26-29 mewakili Firman Tuhan yang ditabur. Seperti benih yang kelihatannya hanya benda mati tetapi kemudian mengeluarkan tunas, bertumbuh, bertangkai, berbuah dan siap untuk di panen. Begitupun firman Tuhan dalam kehidupan manusia. Benih itu mampu bertumbuh dan berbuah. Seperti sebuah keajaiban bagi petani ketika melihat benih yang mati berubah menjadi tunas yang memberi pengharapan akan kehidupan. Begitupun kita yang menaburkan firman Tuhan, adalah sebuah
Pertumbuhan benih itu memiliki tahapan, pertama bertunas, tunasnya meninggi, bertangkai, kemudian berbuah. Apabila buah itu sudah cukup masak, maka akan dipanen. Benih yang kita tabur pada lingkungan kita, mungkin kelihatannya hanya berdampak kecil atau mingkin tertutup oleh tanah. Tapi marilah kita tidak bosan bosan melakukannya. Marilah belajar menjadikan kehidupan sehari-hari kita sebagai alat dan proses menabur benih Firman Tuhan. Dan tiba waktunya kelak, jika Tuhan berkenan kita akan menyaksikan pekerjaan-Nya, melihat benih-benih itu tumbuh dan kemudian berbuah. Menyaksikan benih kecil menjadi pohon yang besar (Markus 4:31). Kemuliaan bagi nama Tuhan.

Comments