Dari: Sdri. Tesalonika Pratiwi S. (FKG'13)
"Rencana
Tuhan"
(Keluaran 2 : 1-10)
Dalam
perikop ini mengisahkan tentang awal mula kehidupan Nabi Musa. Musa berasal
dari keluarga Lewi, dimana pada jaman itu suku Lewi dikenal sebagai suku yang
istimewa dalam hal peribadatan. Pada masa itu orang Israel ditindas di Mesir
dan Firaun memerintahkan bahwa anak laki-laki harus dibunuh. Pada saat yang
sama, Ibu Musa melahirkan anak bayi yang sangat lucu, akan tetapi ia tidak tega
melihat bayinya dibunuh oleh Firaun sehingga dengan kerelaan hati, Musa
dilepaskan. Musa diletakkan didalam peti pandan dan dipakaikan gala-gala untuk
menyamarkan serta diletakkan ditengah-tengah Teberau, sambil diawasi dari
kejauhan. Lokasi tersebut sangat strategis untuk menghindarkan Musa dari Firaun.
Pada akhirnya, Putri Firaun yang melihat bayi ditengah-tengah sungai itu,
mengangkatnya sebagai anak yang diberi nama Musa yg berarti "menariknya
dari air".
Seiring berjalannya waktu, Musa tumbuh dewasa dan menjadi nabi
yang lemah lembut namun memiliki kepemimpinan yang kuat dan tegas. Oleh
karenanya, Musa diutus Tuhan untuk memimpin bangsa Israel.
Dari
Kisah Nabi Musa, kita banyak melihat bagaimana Proses Tuhan menyertai Musa
sejak awal Musa dilahirkan hingga menjadi Pemimpin sehingga Musa dikenal sebagai
Prince of Israel.
Dalam
hidup ini, saya percaya bahwa tidak ada yang kebetulan. Semuanya sudah ada
dalam rencana-Nya. Di Galatia 1:15 berkata "Tetapi waktu Ia, yang telah
memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih
karunia-Nya.." Jadi kita semua sudah dirancang Tuhan bahkan sejak kita
dalam kandungan, sama seperti Musa yang walaupun dilepaskan dan diangkat
menjadi anak oleh keluarga Firaun namun Musa tidak seperti karakter Firaun yang
kejam. Musa tetap menjadi seorang yang selalu dengar-dengaran akan Perintah
Tuhan. Musa dilepaskan kedunia tetapi tidak serupa dengan Dunia. Jadi, dalam
kehidupan ini waktu Tuhan bekerja untuk kita dan bahkan masa depan kita pun
sungguh ada di dalam-Nya. Seperti dikatakan di dalam Amsal 23:18 "Karena
masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang."
Oleh
sebab itu segala yang terjadi di dalam hidup kita sudah berada di dalam
rancangan Tuhan dan saya percaya bahwa rancangan Tuhan bagi hidup kita adalah
rancangan damai sejahtera dan penuh harapan. Mari tetap setia untuk selalu
bergumul dengan-Nya, setia mengandalkan-Nya dan tetap percaya Janji Tuhan
selalu menyertai kita. Amin. Tuhan berkati.
Comments