Dari: Sdri. Nadya Sumolang (PDU'14)
"Pencobaan
di Padang Gurun"
Matius 4:1-7
Pencobaan
di padang gurun (ay. 1-11)
Ini adalah cerita saat Yesus berpuasa 40 hari sebelum memulai pelayananNya.
Cerita ini sudah kita dengar sejak masih kecil di Sekolah Minggu masing-masing.
Namun apakah saudara benar-benar mendalaminya? Mari membaca tulisan ini dengan
hikmat dari Roh Kudus.
-Pada pencobaan pertama,
saat Yesus mulai kelaparan, iblis menyuruhNya untuk mengubah batu menjadi roti.
Tapi Yesus menjawab "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja,
tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah". Disini Yesus
ingin menegaskan bahwa bukan hanya tubuh kita yg perlu makan, tetapi Roh Allah
yang bersemayam dalam tubuh kita jg perlu makan. Apa makanannya? Ya, tentu
Firman Tuhan. Inilah mengapa setiap pagi kita harus mulai dengan saat teduh,
supaya Roh Allah dalam kita juga makan dan menjadi kuat. Kemudian, barulah kita
sarapan. Selain itu, kita tidak hanya membacanya saja saat sate, Firman itu
terus kita renungkan sepanjang hari supaya Roh Allah tetap menjadi kuat dalam
tubuh kita ini.
-Pada pencobaan kedua,
iblis membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan menantangNya untuk melompat
ke bawah. Tapi Yesus menjawab "Janganlah engkau mencobai Tuhan,
Allahmu!". Sadarkah kita bahwa kita sering mencobai Tuhan? Kita sudah tahu
kalau hal itu salah, dan kita tetap melakukannya. Saat kita sudah mendapat
masalah, barulah kita mencari Tuhan dan memintaNya menyelesaikan masalah kita.
Seperti itulah namaNya mencobai Tuhan. Selain itu yang kita bisa pelajari dari
hal ini adalah kita terlalu sering cepat naik pitam saat orang menantangi kita.
Lihatlah Yesus, Ia menganggap itu suatu kebodohan makanya Ia tidak meladeni
iblis.
-Pada pencobaan ketiga,
iblis menawarkan Yesus kekuasaan di dunia ini asal Yesus mau menyembahnya.
Tetapi Yesus menjawab "Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan,
Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engaku berbakti!". Kadang kita
selalu terfokus pada kekayaan, kekuasaan, dsb. Dan tanpa kita sadari kita malah
menyembah hal itu, bukan lagi Allah. Mulailah mengubah fokusmu kepada Tuhan
saja. Mulailah minta untuk lebih dekat denganNya, menjadi sama sepertiNya,
bukan meminta berkatNya saja.
Selain
itu, cobalah perhatikan. Kenapa Yesus bisa sangat-sangat kuat menjalani
pencobaan itu? Kenapa Dia bisa menjawab dengan tepat seperti itu? Selain karena
Ia adalah Tuhan itu sendiri, rahasianya ialah karena Yesus berpuasa. Yesus mau
mengajarkan bahwa saat berpuasa, tubuh (daging) kita ini lemah karena tidak
makan. Sedangkan Roh kita sangat kuat karena terus diberi makan dengan Firman
Tuhan. Sehingga, jika kita rajin berpuasa, dengan gampang kita menyalibkan
daging kita dan membiarkan Roh Allah yang memimpin hidup kita. Pada akhirnya,
pikiran kita, jawaban kita, keputusan kita, tindakan kita semuanya selaras
dengan apa yang Allah lakukan. Oleh karena itu, teman-teman marilah belajar
untuk berpuasa supaya kita bisa menyalibkan kedagingan kita dan hidup dipimpin
oleh Roh Allah.
Catatan:
Saat berpuasa kita tidak makan untuk melemahkan jasmani kita tapi kita makan
terus dari Firman Tuhan (baca Alkitab, menyembah, dsb) agar Roh Allah tetap
kuat dalam kita.
Comments