Amsal 20:29a
“Hiasan Orang Muda Ialah Kekuatannya”
Oleh Ev. Zandy Keliduan
Hiasan harusnya menjadi sesuatu yang lebih banyak
berasal dari dalam diri manusia, bukan sekedar tempelan-tempelan di tubuh. Pada
orang muda, hiasannya berupa kekuatan, dimana kekuatan orang muda ini
menunjukkan kehormatan, keindahan, kemuliaan, kebesaran, dan keberaniannya. Dan
orang muda dikagumi karena kekuatannya.
Ada beberapa tokoh muda Alkitab yang dikagumi,
yaitu Daud yang memiliki kekuatan di karakter, Daniel yang memiliki kekuatan di
hikmat, dan Timotius yang memiliki kekuatan di kesetiaan. Tuhan sendiri telah
memberi kepada kita masing-masing sebuah karunia untuk kita kembangkan. Karena
karunia itu melekat tinggal dalam orang muda dan tidak dapat dipisahkan, maka
kita kemudian perlu untuk menggali dan mengembangkannya. Firman Allah pada 1
Yohanes 2:14 bahkan mengatakan bahwa orang muda kuat karena firman Allah
membangkitkan rasa kekuatan dalam diri manusia, sehingga orang muda dapat
mengalahkan yang jahat.
Lalu, jika Tuhan sudah memberikan kekuatan kepada
orang muda, maka dampak seperti apa yang kemudian dihasilkan?
Pada 1 Timotius 4:12 tertulis “Jangan seorang pun
menganggap engkau rendah karena engkau muda”. Hal ini menunjukkan bahwa jangan
seorang pun menghina kita karena kita muda. Renungkanlah, apakah tingkah laku
kita sudah sopan? Apakah kita sudah menunjukkan kasih dengan cara yang lemah
lembut? Apakah kita telah menjadi orang yang setia dengan pantang mundur? Apakah
kita sudah baik dalam pergaulan dan menjaga kesucian kita?
Orang-orang disekitar kita akan melihat dampak
yang kita bawa dengan kehadiran kita, terutama teman-teman sepergaulan kita. Maka
sebagai seorang pemimpin, kita harus menjadi teladan dan memberi dampak yang
baik. Oleh karena itu, penting dalam persekutuan untuk membangun karakter dan
harus ada standar dari persekutuan untuk membentuk karakter.
Peranan senior dan pengurus dalam memberi dampak
dan menjadi pemimpin haruslah nyata. Desain dan materi membantu untuk membangun
karakter dan ini perlu dipertajam. Orang-orang perlu untuk saling membantu,
menegur, dan menasehati sesama dan bahkan mendoakannya. Ini menjadi wadah bagi
manusia untuk memberi dampak kepada orang lain.
Ada
beberapa hal yang membuat kita kehilangan kekuatan kita ketika menghadapi
tantangan, yaitu jauh dari Tuhan,
melakukan dosa, dan dianggap hina serta tidak menjadi teladan. Oleh karena itu,
kita perlu untuk bisa menguasai diri dan merendahkan diri seorang terhadap yang
lain, maka kekuatan dari Tuhan akan menyertai kita.

Comments