📅Hari/Tanggal : Sabtu, 5 November 2016
📜 Tema : Integritas Pemuda Kristen (Pemuda Kristen yang Berintegritas)
Pelayan Firman : Pdt. Andarias Chandra P.D, M.Th
Dalam firman Tuhan yang dibawakan pada kesempatan tersebut, pelayan firman memberikan salah satu contoh pemuda yang berintegritas, yaitu Timotius. Timotius lahir dengan Ibu yang merupakan seorang Yahudi dan Ayah yang merupakan seorang Yunani. Timotius kemudian dipanggil untuk menjadi pelayan Tuhan dalam perjalanan misi Rasul Paulus pada usia 15 Tahun. Melalui pengajaran dari Allah lewat Rasul Paulus, Timotius berubah menjadi pribadi yang dipakai Tuhan secara luar biasa. Ia pernah memimpin 4 jemaat, yaitu Tesalonika, Berea, Korintus, dan Efesus.
Mengutip firman Tuhan dalam 1 Timotius 4: 12
“Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu, dan dalam kesucianmu.”
Terdapat 5 aspek dari kutipan ayat tersebut mengenai teladan untuk berintegritas:
“Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu, dan dalam kesucianmu.”
Terdapat 5 aspek dari kutipan ayat tersebut mengenai teladan untuk berintegritas:
1. Perkataan (aspek yang dapat didengar)
Terkadang, kita sudah mendengarkan firman Tuhan tetapi kita sulit untuk bergerak dalam mengambil keputusan karena kita memiliki banyak sekali pertimbangan. Oleh karenanya, kita pun terhambat untuk menjadi teladan. Perkataan yang kita ucapkan akan menjadi bahan penilaian bagi orang lain tentang diri kita, oleh karenanya perkataan perlu untuk diperhatikan.
Terkadang, kita sudah mendengarkan firman Tuhan tetapi kita sulit untuk bergerak dalam mengambil keputusan karena kita memiliki banyak sekali pertimbangan. Oleh karenanya, kita pun terhambat untuk menjadi teladan. Perkataan yang kita ucapkan akan menjadi bahan penilaian bagi orang lain tentang diri kita, oleh karenanya perkataan perlu untuk diperhatikan.
2. Tingkah laku (aspek yang kelihatan)
Apa yang kita katakan berjalan beriringan dengan apa yang kita kerjakan, maka itu juga dapat disebut dengan integritas. Seseorang hanya dapat bertindak benar bila ia selalu mengisi pikirannya dengan mendengarkan apa yang benar. Apa yang didengar tersebut kemudian dapat mempengaruhi tingkah laku seseorang.
Apa yang kita katakan berjalan beriringan dengan apa yang kita kerjakan, maka itu juga dapat disebut dengan integritas. Seseorang hanya dapat bertindak benar bila ia selalu mengisi pikirannya dengan mendengarkan apa yang benar. Apa yang didengar tersebut kemudian dapat mempengaruhi tingkah laku seseorang.
3. Kasih (aspek yang dirasakan)
Kasih sebagai aspek yang dirasakan yaitu bagaimana untuk memiliki hati yang ketika melihat orang lain menderita, ia tergerak untuk menolong. Kasih yang kita miliki perlu untuk dituangkan dalam bentuk perbuatan.
Kasih sebagai aspek yang dirasakan yaitu bagaimana untuk memiliki hati yang ketika melihat orang lain menderita, ia tergerak untuk menolong. Kasih yang kita miliki perlu untuk dituangkan dalam bentuk perbuatan.
4. Kesetiaan (aspek yang dapat diuji)
Integritas dalam bentuk kesetiaan dapat diketahui dari perjalanan dan pembuktian oleh waktu. Ketika seseorang bertahan dalam ujian yang dialami dalam setiap hidupnya, maka ia memiliki kesetiaan sebagai salah satu bentuk integritas.
Integritas dalam bentuk kesetiaan dapat diketahui dari perjalanan dan pembuktian oleh waktu. Ketika seseorang bertahan dalam ujian yang dialami dalam setiap hidupnya, maka ia memiliki kesetiaan sebagai salah satu bentuk integritas.
5. Kesalehan (aspek yang dapat dipertanggungjawabkan)
Kesalehan dimaksudkan ketika seseorang mampu mengerjakan keempat poin diatas dengan penuh tanggung jawab.
Kesimpulannya, menjadi pemuda yang berintegritas perlu untuk tetap bertahan dalam kondisi apapun dengan melakukan kelima aspek teladan yang telah dibahas serta menjadikan Kristus sebagai dasar integritas.
Kesalehan dimaksudkan ketika seseorang mampu mengerjakan keempat poin diatas dengan penuh tanggung jawab.
Kesimpulannya, menjadi pemuda yang berintegritas perlu untuk tetap bertahan dalam kondisi apapun dengan melakukan kelima aspek teladan yang telah dibahas serta menjadikan Kristus sebagai dasar integritas.

Comments