Nafiri: Selamat siang kak, bagaimana kabarnya kak? Sekarang lagi sibuk
apa?
Kak Apmes: Selamat
siang. Kabar saya baik. Sekarang saya lagi sibuk urus internship. Internshipnya
sendiri nanti tanggal 19 Mei 2015. Untuk sekarang sampai tanggal 29 April 2015
itu masa-masa pengurusannya. Tapi, selain itu, lagi nganggur sih.
Nafiri: Selain pengurusan internship ini, apa lagi kak yang dibuat?
Kak Apmes: Seharusnya
bisa jaga-jaga klinik dengan maksud belajar. Tapi saya mau untuk taat aturan. Firman
Tuhan bilang taat pada pemerintah, harus punya izin dulu baru bisa praktek.
Melanggar aturan tidak boleh dilakukan.
Nafiri: Uwah, betul kak, betul. Kalau begitu, untuk pengurusan
internship sendiri, apa enak dan tidak enaknya kak?
Kak Apmes: Mungkin
ribet dan berbelit-belit ya prosesnya. Daftar ini-itu. Daftar online lagi. Saya
selesai lulus UKDI bulan Desember 2014, tapi baru sekarang bisa daftar. Sekarang
bulan April 2015. Nganggur 4 bulan, biasanya hanya 1 bulan.
Nafiri: Hm, semoga di angkatan di bawah bisa lebih dipermudah ya
proses pengurusannya, sehingga proses pembelajaran pun jadi lebih cepat
selesai. Waktu tidak terbuang sia-sia. Oiya kak, waktu di PMK kan kita sempat
jadi pengurus. Mantan pengurus di komisi apa nih? Atau boleh ceritakan sedikit
riwayat kepengurusannya?
Kak Apmes: Yah,
jadi, untuk tahun pertama kepengurusan saya, tahun 2008-2009, saya menjadi
anggota komisi KKPI, dengan koordinator Kak Yanti angkatan 2006. Lalu, tahun
kedua, tahun 2009-2010, menjadi koordinator komisi KKPI. Setelah itu, menjadi
pendamping komisi KKPI, doa, dan humas pada tahun 2010-2011. Itu tahun pertama
menjadi pendamping. Masuk tahun kedua menjadi pendamping, sisa satu saja yang
didampingi, yaitu komisi KKPI.
Nafiri: Kalau dari tahun pertama, apa perubahan yang didapat atau
dampak kepengurusan dalam kehidupan dan pelayananny kakak?
Kak Apmes: Tahun
kedua setelah menjadi maba, perubahan yang saya alami itu cukup signifikan ya.
Sejak SMA, saya tidak pernah minat untuk jadi dokter. Saya menolak untuk masuk
FK. Tamat SMA di tahun 2006, saya melarikan diri ke Yogyakarta. Tetapi, tetap
diarahkan Tuhan untuk kembali ke Makassar. Disitu saya merasa seperti Yunus
yang tetap diutus Tuhan ke Niniwe. Lari dari kenyataan. Akhirnya setelah itu,
saya malas-malasan kuliah. Tahun pertama hanya untuk isi waktu. Dan pada tahun
pertama itu belum ada dampaknya. Setelah masuk kepengurusan, saya diarahkan masuk
komisi KKPI. Saya punya niat untuk keluar, tapi memang seperti sudah ditujukan ke
sini, saya tidak bisa keluar. Jadi saya baru mulai sadar, “oh ya, ini panggilan
diri saya”. Di situlah saya mulai rajin masuk kuliah dan nilai membaik.
Lanjut jadi pendamping, dampaknya
terlihat jadi pendamping, di sinilah panggilan hidup saya. Menjadi seorang
dokter yang bermisi. Awalnya saya adalah orang yang keras. Saya berubah. Tadinya
yang tidak tau berbicara, berdiri saja paling malu. Sekarang menjadi seperti
ini. Ketika saya ada dan aktif jadi pendamping, belajar menyesuaikan dan
menyelaraskan visi Tuhan untuk hidup saya dengan visi saya sendiri. Saya
dibentuk untuk itu.
Di kepengurusan saya belajar bagaimana
caranya mempimpin dan berbicara, peduli dengan orang. Saya belajar peduli
dengan orang tua saya dan menyesuaikan dengan harapan mereka.
Nafiri: Bagaimana kakak menerapkan pelayanan di luar kepengurusan?
Kak Apmes: Saya
terus berusaha belajar lewat apa yang saya lakukan agar menjadi dampak terhadap
sesama, khususnya melalui PA. Saya bina baik-baik adik PA saya. Terus bertumbuh,
bermultiplikasi, dan ada generasi baru yang mengambil bagian dalam kepengurusan.
Pemuridan yang saya lakukan saya harap bisa memberi dampak.
Nafiri: Bagaimana pendapat kakak untuk bermultiplikasi itu sendiri? Apa
yang kakak lakukan agar bisa menjadi contoh bagi anggota PMK yang lain?
Kak Apmes: Pergumulan saya adalah saya mau
memuridkan. Apa yang saya muridkan agar menjadi dampak untuk PMK. Saya
melakukan apa yg harus saya lakukan. Ada 3 hal penting di dalamnya:
- Sebisa mungkin, seaktif mungkin ber-PA, kuantitas yang pertama.
- Lalu, saya doakan mereka setiap hari supaya Tuhan membentuk mereka.
- Peduli dan memberikan perhatian kepada adik PA.
Blajar dari pengalaman, saya melihat
akar permasalahan, tergantung dari komitmen kita, apapun kesibukan kita, pasti kita
bisa atasi itu. Seberapa rindu kita untuk adik PA kita untuk bertumbuh. Dan
seberapa besar tanggung jawab kita.
Nafiri: Bicara tentang tema Nafiri bulan Mei 2015 dengan tema "Living with Integrity" atau
Integritas, berdasarkan pengalaman kakak, bagiamana menurut kakak penerapan
integritas untuk anggota PMK skarang?
Kak Apmes: Bicara mengenai integritas, menurut saya
hal ini adalah hal yang gampang-gampang susah. Penerapannya juga. Dasar yang
harus sekali kita lakukan adalah hpdT atau hubungan pribadi dengan Tuhan.
Dengan mengutamakan Tuhan dalam hidup kita sama seperti bangunan, bila
fondasinya bagus, maka akan semakin kuat.
- Seberapa kuat komunikasi kita dengan Tuhan
- Seberapa besar komitmen kita sesuai apa yang firman Tuhan katakan
Semakin kita mau berjalan sesuai
integritas, maka godaan yang datang semakin banyak. Misal, kejujuran, iman dan
hati kita diuji. Kehidupan rohaninya kita dipertaruhkan. Bukan berarti kita tidak jatuh, tapi bagaimana
kita mengasah diri untuk tetap berintegritas.
Nafiri: Kakak ada pesan dan kesas khusus untuk pengurus PMK tahun ini
dan anggota PMK lainnya kak?
Kak Apmes: Kesan
saya secara keseluruhan, ada yang bagus, ada yang jelek. Mungkin pengurus belum
melihat kepengurusan secara utuh. Belum sepenuhnya melihat satu tubuh. Mentalnya
masih kurang, belum maksimal menghadapi tekanan. Kesehatian masih kurang.
Mungkin juga harus lebih bisa meneriman kritik dan saran lagi ya. Saya tekankan
apa yang Firman Tuhan bilang, apa yang kamu inginkan orang lain perbuat,
perbuatlah demikian juga.
Untuk pesannya:
- Terus beri diri untuk dibentuk. Saya tau itu susah. Kita blajar dari permata dan emas. Ketika mereka mau dibentuk, harus dipanaskan terlebih dahulu. Teman-teman juga harus berani dan siap untuk dibentuk semakin keras supaya semakin bagus.
- Belajar untuk saling menghargai, apa yang kita tanam itu yang kita tuai. Kalau mau tahu banyak hal tentang kepengurusan maka harus memberi diri untuk mendengar saran dari orang.
- Tingkatkan kesehatian.
- Lebih peduli dengan orang lain. Carilah sampai dapat. Seberapa besar usahanya, kita harus juga sambil berdoa, karena hanya tuhan yang mampu ubahkan hati seseorang.
- Senantiasa memiliki semangat untuk melayani, belajar untuk melihat sudut pandang positif. Bila kita melihat terus-menerus dari sudut pandang negatif, itu artinya kita masih kekanak-kanakan. Belajarlah dewasa.
Landasan pondasi itu hpdT. Kalau
kelima bagian ini sudah bagus, tapi hpdT tidak bagus, percuma saja.
Comments