Profil Alumni: Kak Marson-FK'08

Kali ini, kami ingin membagi salah satu profil alumni dari Kak Marson, FK angkatan 2008, yang sekarang sudah menjadi salah satu dokter internship di Timika. Profil alumni ini juga ada di Buletin Nafiri Maret 2015 lho ;)

Nafiri: Selamat malam kak, bagaimana kabarnya kak? Sekarang lagi sibuk apa?
Kak Marson: Selamat malam juga. Kabar saya baik. Sekarang saya ada di Timika. Di sini sangat menyenangkan. Banyak berpetualang lah saya selama disini. Saya sekarang program internship dokter dan sementara lagi di puskesmas yang jauh dari pusat kota. Kalau saya tidak salah jaraknya itu seperti dari lapangan Karebosi ke bandara.

Nafiri: Memang apa yang kita lakukan selama di timika ini kak?
Kak Marson: Yang saya lakukan yah banyak, pelayanan medis ke daerah cakupan puskesmas. Ada 6 wilayah yang salah satunya ada di daerah terisolasi yang harus naik sampan ke sana.

Nafiri: Wah, selama kita internship ini kayanya banyak sesuatu yg baru ya kak, apa kakak pada awal internship ini ada mengalami kendala untuk beradaptasi?
Kak Marson: Hahahaha. Tidak lah. Kan sudah sering ikut baksos, jadi ya sudah terbiasa kok. Tidak perlu lagi adaptasi. Hanya, kan orang yang saya layani itu orang Timur (Papua) jadi mereka punya kebiasaan dan gaya bahasa agak susah kadang dimengerti, dan terkesan kasar untuk orang pendatang kayak saya. Haha. Tapi semuanya bisa kok diatasi. Yah kalau di sini yang jadi kendala karena mereka malas berobat dan manja. Apalagi ada Freeport (sering ngasih uang). Kasus KDRT juga banyak sehingga memang perlu perhatian khusus.

Nafiri: Oo, kalau suka-dukanya sampai waktu internship sekarang ini bagaimana kak kalau disana?
Kak Marson: Suka dukanya… Apa yah… Sukanya bisa banyak ketemu orang baru, pengalaman baru, bahkan banyak belajar penyakit yang tidak baru sih, tapi mungkin selama koas saya jarang dapat, seperti malaria, frambusia dan banyak lagi. Sukanya yang lain, di sini dokter-dokternya friendly jadi sangat sering berbagi ilmu dan pengalaman mereka sama kami. Dukanya yah… Di sini sering perang. Banyak kasus pembunuhan, aksi demo dan palang jalan sangat lazim dijumpai, hahaha, jadi kondisi keamanan di sini sangat mencekam apalagi rumahku agak jauh dari pusat kota.

Nafiri: Lalu kak, bisa disharingkan tentang pelayanan dan kebiasaan RS/tenaga kesehatan disana kak yang bisa dijadikan contoh buat kita tenaga medis di sini?
Kak Marson: Saya sekarang kan lagi tugas di puskesmas. Kalau di PKM sih tidak ada yang special. Sama saja dengan yang di Makassar. Pelayanan secara kesuluruhan hampir sama. Cuma, bagusnya kalau di RSUD, kami ada morning report tiap pagi. Jadi kami membahas satu per satu penyakit pasien kami yang dirawat di UGD. Habis itu kita sharing bersama semua spesialis dan dokter umum. Jadi bisa banyak belajar dan mutu pelayanan kami tetap terjaga dan update. Hehehehe. Itu yang tidak ada di rumah sakit lain selain rumah sakit pendidikan seperti Wahidin.

Nafiri: Wah, terima kasih banyak nih kak. Semoga bisa menjadi masukan buat kita yangg ada di sini, hehe. Oiya kak, waktu di PMK kan kita sempat jadi pengurus, ketua PMK tahun 2010-2011, bagaimana kesannya kakak selama jadi ketua PMK itu kak?
Kak Marson: Hahahah. Iya sama-sama. Kesannya? Kalau ditanya kesannya… Yah berkesanlah… Siapa sih orang yang diselamatkan yang tidak senang saat melayani pribadi yang menyelamatkannya. Saya masuk jadi pengurus itu awalnya di komisi KKPI. Kalau ditanya kenapa masuk itu, yah, karena saya dibesarkan dan bertumbuh melalui KK. Saat jadi pengurus KKPI, saya semakin dibekali untuk menjadi pribadi yang semakin bertumbuh. Akhirnya Tuhan panggil saya untuk mengerjakan perkara yang lebih besar menjadi seorang ketua.

Nafiri: Bicara tentang tema Nafiri bulan Maret dengan tema "The Leadership Style of Jesus" atau Kepemimpinan, bagaimana menurut kakak arti dari kepemimpinan tersebut? Dan bagaimana menurut kakak kepemimpinan yang dilakukan oleh anggota PMK sekarang ini kak?
Kak Marson: Kepemimpinan itu kan kata benda… Kalau ditanya arti kepemimpinan yah seperti upaya seorang pemimpin memberi dorongan motivasi untuk mempengaruhi yang dipimpinnya agar tercipta visi dan misi yang sama. Kalau untuk bagaimana pandangan saya sama jiwa kepemimpinan anggota PMK sekarang sih, masih kurang yah. Kalau bagus jiwa kepemimpinannya itu, pasti kalian pengurus tidak susah cari panitia kegiatan apapun, termasuk KSBnya. Buktinya saja kalau pemilihan ketua PMK cuma sedikit yang jadi calon. Bahkan di jaman ku sedikit yang jadi pengurus. Yah memang masih sangat kurang. Ini juga terbukti dari KK yang aktif sampai sekarang ini berapa banyak dari kita PMK yang mau memimpin KK atau bahkan jadi anggota aktif. Itu sangat sedikit sekali. Jadi kalau saya ditanya bagaimana kepemimpinan anggota PMK… Masih sangat kurang. Saya pun gagal berarti memimpin karena belum bisa mentransfer visiku ke kalian. Itu juga jadi bahan evaluasi buat diriku. Hehehe.

Nafiri: Kakak ada pesan untuk pengurus PMK sekarang dan anggota PMK lainnya kak?

Kak Marson: Karena temanya kepemimpinan, jadi pesanku juga yah tentang kepemimpinan. Jangan pernah takut untuk jadi seorang pemimpin. Tahun 2010 saya ikut Kamp Medis, seorang mahasiswa biasa dengan track record organisasi yang minim, pulang dengan visi ingin menjadi ketua PMK. Kalau bukan Tuhan, saya tidak akan mampu. Ini pun belum cukup untuk me,balas kasih-Nya yang besar terhadap diriku. Tuhan bisa pakai kita semua untuk jadi seorang pemimpin asal kita serahkan sepenuhnya diri kita untuk dipimpin oleh-Nya. Musa saja yang tidak berpengalaman, masih muda dan tidak pandai bicara, dipakai Tuhan untuk memimpin bangsa Israel dengan segala kekurangannya, padahal ada Harun yang lebih hebat secara manusiawi dibanding Musa. Itulah hebatnya Kristus. Jadi siapkan dirimu. Be there and lead your people.

Comments