Renungan Ibadah Persekutuan Besar



Pada hari Sabtu, 28 September 2013 telah diadakan ibadah Persekutuan Besar (PB) di rumah saudara Angel FK 2011 dengan tema “EKSPOSISI KITAB YUNUS”. Ibadah PB kali ini yang menjadi pembicara adalah Pdt. Palty Napitupulu, dengan saudara Ela’ PSKH 2010 yang menjadi MC dan Dewi FISIO 2012, Nancy FK 2010 dan Ocha’ PSKH 2010 menjadi singer’s-nya. Kak Sapan FK 2003 dan Kak Hansen FKG 2005 mengiringi pujian lewat petikan gitarnya yang kompak. Tak ketinggalan Resky Montho FKG 2012 sebagai pemerhati dengan semangat menyapa setiap peserta yang datang. Ibadah yang dihadiri lebih kurang 60an orang ini mendalami tentang kisah Nabi Yunus. Berikut beberapa petikan khotbah yang disampaikan oleh Pdt. Palty Napitupulu.  
1. Tujuan Kitab Yunus 
    Kitab ini tampaknya ditulis dengan 3 (tiga) tujuan, yaitu:
a.  Untuk menunjukkan kepada Israel dan bangsa-bangsa lainnya besarnya dan luasnya        kasih sayang tindakan Allah yang menyelamatkan melalui pemberitaan pertobatan.
b.   Untuk menunjukkan melalui pengalaman Yunus betapa jauhnya Israel telah jatuh dari panggilan misioner yang semula untuk menjadi terang penebusan bagi orang-orang yang tinggal dalam gelap (Kej 12: 1-3; Yes 42:6-7; Yes 49:6).
c.   Untuk menunjukkan bahwa kasih karunia Allah bagi manusia, bukan hanya kepada bangsa Israel saja, sebagai “bangsa pilihan”, melainkan berlaku untuk segala bangsa di dunia yang percaya kepada-Nya dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

     2.  Pendahuluan
Penulis                      : Yunus/ tidak dapat diketahui dengan pasti
Tema                           : Luasnya kasih sayang Allah yang menyelamatkan.
Tanggal Penulisan     : ± 760 SM
Yunus, yang namanya berarti “merpati” diperkenalkan sebagai putra Amitai (Yun 1:1). Ia disebut dalam II Raj 14:25) sebagai Nabi kepada kerajaan utara Israel semasa pemerintahan Yerobeam II (793-753 SM). Ia berasal dari Gat-Hefer, 3-5 km utara Nazaret di Galilea.
   3.  Ajaran-ajaran Utama dalam Kitab Yunus
Pasal  I : Yunus 1:1-17 “YUNUS DIPANGGIL  ALLAH, UNTUK MENJADI HAMBA-NYA”
Menurut pasal I (Yunus 1:1-17) ini menceritakan bagaimana Nabi Yunus dipanggil untuk pergi ke kota Niniwe menyampaikan khotbah karena kehidupan orang-orang di sana penuh dengan kejahatan. Panggilan ini tidak dituruti oleh Yunus dan dia melarikan diri ke Tarsis karena dia ingin supaya orang-orang Niniwe tidak bertobat dan orang-orang Niniwe akan menerima hukuman. Dalam perjalanan di atas kapal angin ribut menyerang mereka. Setelah diundi, ternyata Yunuslah yang berdosa, maka Yunus dibuang ke laut.

*Pasal II: Yunus 2 :1-10 “YUNUS MENYESALI KETIDAKTAATANNYA”
Setelah Nabi Yunus dubuang ke laut, Tuhan menolong dia dengan menyuruh ikan besar menelannya. Di dalam perut ikan besar itu Yunus berdoa. Dengan ucapan syukur, pujian, penyesalan, dan penyerahan diri kembali kepada Tuhan. Akhirnya ikan itu memuntahkan Yunus ke daratan.
Pasal III: Yunus 3:1-10 “ YUNUS DIPANGGIL UNTUK KEDUA KALI”
Dalam pasal tiga (Yunus 3:1-10), diterangkan bahwa Yunus disuruh oleh Tuhan untuk kedua kalinya pergi ke kota Niniwe yang jahat untuk menyampaikan berita bahwa empat puluh hari lagi Tuhan akan memberikan hukuman kepada seluruh kota Niniwe. Setelah Yunus melaksanakan perintah Tuhan dan menyampaikan berita itu, maka semua penduduk Niniwe beserta raja mengadakan suatu puasa besar dan bertobat dari dosanya. Oleh karena itu, Allah tidak menghukum mereka.

*   Pasal IV: Yunus 4:1-13 “ ALLAH MENDIDIK YUNUS UNTUK MENGINSYAFI BAHWA ALLAH JUGA MENGASIHI BANGSA-BANGSA LAIN”.
Pertobatan yang terjadi di kota Niniwe membuat Yunus merasa puas dan menjadi sangat marah bahkan mau mati. Tuhan datang dan berbicara kepadanya dengan menggunakan pohon jarak, seekor ulat dan angin kencang. Dari ketiga hal ini, Yunus mendapat pelajaran yang penting dengan kesimpulan bahwa jikalau Yunus sayang pada pohon jarak itu yang bukan Yunus buat, maka terlebih pula Tuhan mengasihi orang-orang Niniwe (bukan bangsa Yahudi), ciptaan-Nya.

   4.  Kesimpulan/Penerapan
 `        Dari uraian seluruh Kitab Yunus, dapatlah diambil beberapa penerapan:
     1.  Tuhan ingin menyelamatkan orang-orang jahat kalau mereka mau    bertobat.
   2. Riwayat Nabi Yunus dalam Kitab ini menegur orang yang hanya mementingkan  suku atau bangsanya sendiri dan tidak memperdulikan suku atau bangsa lain.
  3. Manusia tidak dapat lari dari Tuhan. Apabila Tuhan memberi tugas,maka lebih baik melaksanakannya daripada menolaknya.
    4.   Kitab Yunus menunjukkan secara jelas bahwa Tuhan itu Mahakuasa.

Demikian beberapa kutipan khotbah ibadah PeBe kali ini semoga apa yang kami bagikan dapat menjadi berkat bagi kita yang membacanya dalam setiap langkah kehidupan kita. Dan semoga setelah membaca renungan ini kita diberi kerinduan untuk kembali sama-sama bersekutu dalam ibadah-ibadah PeBe berikutnya.. . . . . . .. . .  . . . .

-Jesus Love Us-
-Nafiri’s Crew-

Comments