Devotional Time
Daniel 6:1-29 (ayat 11)
Markus 1:35
“Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi
keluar. Ia ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana”
Kisah tentang Daniel tentunya kita telah
dengarkan saat masih di bangku sekolah minggu. Kisah paling terkenal dari
Daniel yang sering diceritakan adalah bagaimana Daniel dapat terbebas dari
terkaman singa ketika dia dihukum karena ketaatannya dalam ibadahnya kepada
Allah (Daniel di gua singa). Ketika Membaca dengan teliti pembacaan kita ini,
sesungguhnya ada pelajaran penting yang kembali diingatkan kepada kita selaku
anak-anak Allah akan pentingnya memiliki dan membangun hubungan yang erat
dengan Bapa kita.
Daniel
dikenal sebagai pemuda yang cerdas bersama dengan ketiga temannya, bahkan sepuluh kali lebih
cerdas (Daniel 1:20). Dan Daniel secara khusus mendapatkan karunia Allah dalam
menafsirkan berbagai penglihatan dan mimpi (Daniel 1:17).
Dari
pembacaan kita jelas bahwa keberanian dan ketaatan Daniel luar biasa. Ia tidak
gentar dan takut sedikitpun dan menjadi takut untuk beribadah. Malah sebaliknya
ketika didengarnya akan surat perintah tersebut Daniel justru tetap datang
mencari Allah (ayat 11). Alkitab mencatat “seperti yang biasa dilakukannya”,
dilakukan tiga kali sehari dalam doa dan pujian kepada Allah. Daniel sejak muda
telah menetapkan hatinya untuk beribadah kepada Allah (Daniel 1:8).
Iman
percaya Daniel membuat dia selalu taat dalam saat-saat bersama Allah. Bahkan
ketika dalam pencobaanpun (dilemparkan ke dalam gua singa) Daniel tetap percaya
akan penyertaan dan pertolongan Allah. Bahkan lewat kesaksian hidupnya yang
diselamatkan Allah, Raja Darius mengirim surat kepada orang-orang untuk takut
dan hormat akan Allah (ayat 26-28).
Saat
teduh bukanlah pelarian dan sisa waktu yang kita berikan dari kesibukan kita.
Saat teduh adalah sesuatu yang
sesungguhnya terbangun dan terbentuk sejak dini. Hubungan yang seharusnya TAK
TERPUTUS antara kita dengan Bapa kita. Hubungan yang membangun, ada
pertumbuhan, selalu ada kerinduan akan saat bersama Allah.
Yesus
pun telah memberikan contoh kepada kita dalam Markus 1:35 dimana sebelum
memulai akan kegiatan pelayanannya Ia menyediakan waktu khusus bersama Allah.
Ia pergi dan berdoa kepada Allah.
Mari
kita sama-sama mau belajar untuk selalu taat dan setia dalam hubungan kita
dengan Allah, hubungan yang tak terputus, yang membangun dan mengalami
pertumbuhan. Sehingga kita pun semakin memiliki pengenalan yang baik akan Bapa
kita.
By: dr. Prajayanti
Palulun FK ‘06
Comments